Connect with us

Empat Lawang

Polres Larang Taruhan Dalam Pilkada

Published

on

REL, Empat Lawang – Masyarakat di Kabupaten Empat Lawang, diminta tidak menjadikan ajang pemilihan kepala daerah (pilkada) di kabupaten ini, sebagai ajang taruhan atau judi. Jika itu tetap dilakukan, kepolisian memastikan akan menindak oknum masyarakat pelaku judi tersebut dengan tegas, tanpa pandang bulu.

Penegasan tersebut disampaikan Kapolres Empat Lawang, AKBP Agus Setyawan saat dibincangi wartawan, usai menjadi nara sumber pada kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan tentang Keamanan, Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat (Kantrantibmas), yang digelar di aula kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bankesbangpol) Kabupaten Empat Lawang, Rabu (21/3).

Dikatakannya, pihak kepolisian pasti bisa membuktikan adanya kegiatan judi taruhan tersebut, jika itu tetap dilakukan meskipun dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tentu saja dengan cara atau tekhnis tersendiri yang pihak kepolisian lakukan.

“Jangan salah, kami pasti bisa buktikan dan akan kami bawa ke ranah hukum pelaku yang berani melakukan kegiatan taruhan di pilkada,” tegas Agus.

Diapun mencontohkan, kegiatan judi dengan menaruhkan tanah atau bangunan, sangat gampang dibuktikan di muka hukum. Karena, yang namanya jual beli tanah jika itu menjadi alasan, pasti ada transaksi keuangan dan jika mereka ini, para pelaku judi taruhan pilkada, tidak bisa membuktikan transaksi itu, pasti akan pihaknya proses.

“Tolong ini benar-benar disampaikan. Saya yakin, pasti yang kalah akan mau jujur, minimal dia berharap dapat kembali setengahnya dari kekalahannya itu pasti dia mau dan itu akan saya proses bersama kejaksaan,” jelasnya.

Hal ini dilakukan pihaknya, agar tidak ada yang coba-coba memperkeruh situasi dengan memanfaatkan kondisi. “Yang namabya judi, itu bertentangan dengan undang-undang dan itu gampang kita carinya. Bila dapat, pasti kita proses,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Empat Lawang, Agusni Effendi mengatakan, berdasarkan pengamatan dari pihak intelijen, diketahui banyak para kades dan ASN yang secara terang-terangan tidak netral atau memihak salah satu pasangan calon (paslon). “Nah ini sebenarnaya, undang-undang ASN itu jelas, bahwa kita sebagai aparatur dan kades itu sebenarnya perpanjangantangan dari pemerintah di desa. Jadi artinya ini kita sebenarnya tunduk. Karena, keamanan ini salah satunya berasal dari ketingkatnetralan kita terhadap salah satu paslon, misalnya,” urai Agusni.

Ketidaknetaralan yang dilakukan kades dan ASN, sebut dia, mematik ketidakamanan di wilayah masing-masing. Mestinya, kades selaku perpanjangtanganan pemerintah di desa, dapat memberikan ketentraman, kenyamanan terhadap masyarakatnya.

“Jangan sampai nantinya, apa yang dilakukan kades karena ketidaknetralan tersebut, dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, hingga membuat situasi menjadi kian runyam,” tukasnya. (12)

Empat Lawang

Telah Beredar Uang Palsu

Published

on

FOTO : IST/REL PALSU: Tiara anak pemilik toko baju dipasar Tebing Tinggi menerima uang palsu

REL,Empat Lawang – Uang palsu sudah beredar di tangan masyarakat, terkhusus dikabupaten Empat Lawang, salah satu warga Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati telah menjadi korban.

Pedagang toko baju di Pasar Tebing Tinggi, Tiara (21), mengetahui mendapatkan satu lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu saat ingin menyetor uang ke bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi.

“kemarin (4/03) saya diminta ibu untuk menyetor uang sebesar Rp 25 jt di Bank Sumsel yang ada di pasar, nah pas di pecahan Rp 50 ribuan kato pihak bank bahwa terdapat satu lembar uang Rp50 ribu yang kami setor palsu. Langsung dicoret uangnya oleh petugas teler banknya, dan dikembalikan ke kami,” jelas Tiara kepada wartawan Harian Rakyat Empat Lawang (REL).

Dituturkan Tiara, ia tidak mengetahui kapan mendapatkannya, tapi uang tersebut dinyatakan palsu oleh pihak bank, karena warnanya yang luntur dan benang pita uangnya tidak ada tulisan angka 50 ribu.

“Kami tidak mengetahui kapan dan siapa yang memberikan uang palsu karena banyak transaksi di toko. Setelah diperhatikan dengan seksama, uang 50 ribu palsu itu ternyata uang Rp 2 ribu,

“Uangnya masih kami simpan, namun sudah dicoret oleh pihak bank, uangnya kami simpan supaya bisa membandingkan uang palsu dengan yang asli, agar tidak tertipu lagi dengan uang palsu tersebut,” tuturnya.

Kepala Bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi, Eldika Zainuddin, belum mengetahui hal tersebut, namun pihaknya akan memverifikasi pegawainya. “Nanti saya akan verifikasi,” jelasnya.

Eldika Zainuddin, menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam transaksi atau menerima uang dari pihak manapun, dan harus tau cara membedakan uang asli dengan palsu.

“Himbauan kepada masyarakat, untuk lebih berhati-hati dalam menerima uang dari pihak manapun, cara yang paling simpel untuk membedakan uang asli atau palsu cukup dengan 3D, dilihat, diraba, dan diterawang,” imbauannya (Mus/arl).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Edi Sugandi Jabat Kasi Datun

Published

on

Caption : Edi Suganti saat dilantik di Kejari Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, Sigit Prabowo SH MH, melantik Edi Sugandi sebagai Kepala Seksi ( Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (PTUN), menggantikan Andi Candra.

Sementara Andi Candra kini menjabat Kacabjari Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

“Kita berharap Edi Suganda segera menyesuaikan diri di tempat kerja baru ini,” harap Sigit Prabowo.

Ini lantaran, diakuinya, tugas Datun sangatlah penting dalam pendampingan hukum, penegakan hukum serta pelayanan hukum.( Rel)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Giliran TNI, Polisi serta Guru

Published

on

Caption - Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) memeriksa vaksin gelombang kedua tiba di Dinas Kabupaten Empat Lawang.

/// Sasaran Vaksin Covid Tahap II

REL,Empat Lawang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Empat Lawang, kembali menerima vaksin covid-19 tahap II di Dinas kesehatan Empat Lawang, kemarin (2/3).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes ) Empat Lawang Sulni melalui Kabid Pencegahan dan pengendalian penyakit ( P2P), Dr. Ivon Meliyani mengatakan sebanyak 250 vial vaksin covid -19 diterima dengan sasaran 1.741 orang.

“Gelombang dua ini, sasaran TNI-Polri dan tenaga pendidikan,”Kata Ivon saat menerima vaksin.

Masih dikatakan Ivon data yang telah masuk kedinas kesehatan sebanyak 1200 orang yang akan divaksin,

“Data yang sudah masuk ke kita ada 1200 orang sedangkan kita mendapatkan kuota sebanyak 1.741,”Ujarnya.(Pad/rel)

Baca Selengkapnya

Trending