Connect with us

Empat Lawang

Pleno Rekapitulasi  Alot dan Tegang

Published

on

RAPAT : Suasana rapat terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPSHP) pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Selatan, serta pemilihan upati dan wakil bupati Kabupaten Empat Lawang tahun 2018. Kamis (19/4)
  • Tim Paslon Nomer Urut 1 Keberataan

REL, Empat Lawang – Rapat pleno terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPSHP) pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Selatan, serta pemilihan upati dan wakil bupati Kabupaten Empat Lawang tahun 2018, Kamis (19/4) berlangsung alot dan tegang. Sejumlah tim pemenangan memecahkan suasana dengan menghujani sanggahan yang ditujuhkan kepada pihak penyelanggara pemilihan.

Pleno yang awalnya berlangsung tenang dan kondusif ini suasananya berubah tegang setelah pembacaan DPSHP yang dibacakan perkecamatan. Sejumlah tim pemenangan dari salah satu Paslon mulai intrupsi menyampaikan sanggahan. Sebagaimana dari hasil DPSHP tersebut dengan jumlah TPS se Empat Lawang sebanyak 545, pemilih laki-laki sebanyak 99.550 dan perempuan 95.850, dengan demikian total daftar pemilih sebanyak 195.400 mata pilih.

Seperti disampaikan salah seorang tim Paslon, Windera Safri, mereka keberatan dengan jumlah daftar pemilih DPSHP, karena sedari awal pihaknya sudah menyampaikan sanggahan di tingkat PPK.

“Ada yang tidak berjalan sebagaimana mestinya di tingkat PPS dan PPK. Jadi kalau dibongkar lagi tidak akan selesai, mengapa di tingkat PPS dan PPK tidak mengakomodir sanggahan yang telah disampaikan,” ujarnya.

Ditambahkan tim pemenangan lainnya, sebelumnya sudah disampaikan sanggahan, namun sepertinya tidak ada perbaikannya. Karenanya, pihaknya tidak menerima DPSHP, sebelum ada perbaikannya.

“Contoh di Desa Muara Rungga Kecamatan Pasemah Air Keruh, kami telah menyampaikan sanggahan sebelumnya, yang mana 114 pemilih bukan penduduk setempat, delapan orang meninggal dunia masih masuk DPS, belum lagi ada data ganda. Nah, ini artinya penyelenggara Pemilu tidak menindaklanjuti sanggahan kami,” tuduhnya.

Hal inipun disambut intrupsi dari PPK Paiker, karena tidak terima dengan tuduhan yang disampaikan. Ketua PPK Paiker, Darmawan langsung menyampaikan bantahan, bahwasannya DPS tersebut sudah ada perbaikan menindaklanjuti sanggahan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari jumlah mata pilih sebelumnya sebanyak 775, setelah perbaikan berubah 556 mata pilih.

Bukan tidak ada perbaikannya, seperti di Desa Muara Rungga itu, sebelumnya DPSnya sebanyak 775, setelah perbaikan menjadi 556 mata pilih. Artinya, ada perbaikannya, bukannya PPK ataupun PPS tidak bekerja ataupun tidak menindaklanjuti sanggahan,” ujarnya.

Namun hal ini bukannya meredam suasana ditambah dengan teriakan massa paslon yang hadir meminta dibukanya pembanding DPS per-desa dengan DPSHP. Melihat suasana yang berubah tegang ini, aparat kepolisian langsung bergerak cepat meminta anggota memperketat pengamanan, serta meminta massa untuk keluar dari ruangan.

Setelah suasana mulai meredah dan kondisi kembali tenang, Ketua KPU Kabupatem Empat Lawang selaku pimpinan pleno, Mobius Alhazan mengambil alih dan angkat bicara. Menurutnya, pleno ini bukan untuk mengadu data, semua sanggahan yang disampaikan tim Paslon semua diakomodir, namun mengingat waktu, acara harus dilanjutkan. Untuk membandingkannya, akan dibahas dengan membandingkan DPS dan DPSHP per kecamatan. Pembahasan ini, meski memakan waktu dilakukan, agar tidak ada lagi yang merasa sanksi, menuduh pihak penyelenggara tidak bekerja, serta menjustis PPS ataupun PPK.

“Kami juga tidak mau mencederai demokrasi, kita tetap memberi ruang bila ada tanggapan ataupun sanggahan, namun dengan catatan disertakan bukti autentik,” pungkasnya.

Pantauan dilapangan, tim paslon nomer urut kendati pelaksanaan pleno belum selesai keluar dari ruangan kantor KPU Empat Lawang termasuk juga tim Paslon nomer urut tiga juga ikut keluar dari kantor.

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan Paslon Nomer Urut 1 Windera Safri didampingi Tim Lawyer Abdul Haris SH kepada wartawan mengatakan, ada beberapa hal menurtu tim paslon nomer urut satu tidak sesuai dengan regulasi.

“Pada kesimpulannya kami memutuskan berkeberatan dengan hasil KPU hari ini (Kamis, red) karena dinilai cacat hukum  Sehingga kami memutuskan berkeberatan terhadap hasil KPU. Keberatan kami ini akan kami masukan ke Bawaslu,” kata Safri saat menggelar konfersi Pers di Posko HDA-HEK di Tebing Tinggi, Kamis malam.

Dijelaskan Abdul Haris, kenapa tim paslon nomer urut satu berkeberatan, tentu saja dari awal ditingkat PPS sudah terdapat kesalahan yakni pada saat pleno DPS tidak mengundang tim paslon, padahal dalam aturan PKPU sudah diatur.

“Kenapa kami keberatan karena dari awal memang tim kita diundang dan dilibatkan dalam penatapan DPS ditingkat PPS. Bagaimana mau bisa memberikan masukan ketika kami tidak dilibatkan dalam ditingkat PPS sedangkan kita diundang pada saat DPHP dan DPT,” jelasnya.  (12)

 

Adapun hasil dari Rapat Pleno terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPHP) tingkat Kab. Empat Lawang untuk ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Empat Lawang serta pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatra Selatan tahun 2018 sbb :

 

  1. Paiker L : 8916, P : 7984 = 16900
  2. Sikap Dalam L 6626, P 6600 = 13226
  3. Talang Padang L 5055 , P 4823 = 9878
  4. Saling L 5598, P 5729 = 11327
  5. Pendopo L 16196, P 15912 = 32108
  6. Pendopo Barat L 4811 , P 4596 = 9407
  7. Ulu Musi L 8097, P 7222 =15319
  8. Lintang Kanan L 11931, P 11423 = 23354
  9. Tebing Tinggi L 18500, P 18404 = 36904
  10. Muara Pinang L 13790, P 13119 = 26909

 

Rekapitulasi Rapat Pleno terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPHP) tingkat Kab. Empat Lawang untuk ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pemilihan Bupati dan wakil Bupati Empat Lawang serta pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatra Selatan tahun 2018 dengan jumlah pemilih laki-laki sebanyak 99.520 jumlah pemilih perempuan sebanyak 95.812 dengan Total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 195.332  pemilih.

 

Rekapitulasi daftar pemilih potensial non KTP elektronik yang sudah dikordinasikan dengan Disdukcapil Empat Lawang sbb :

yang sudah merekam L 1349 , P 1256 = 2605

yang belum merekam L 1445, P 1354 = 2799

pemilih yang tidak ada NIK/Data = 5078

Empat Lawang

Diduga Dampak Normalisasi, Warga Minta Ganti Rugi

Published

on

Puluhan Warga Desa Batu Raja Lama Mendatangi dan memberentikan kegiatan Proyek Normalisasi Pengerukan Sungai Musi yang di Danai Oleh Ban Gub (Bantuan Gubernur,REd).Jum"at (13/12/19).
REL, Empat Lawang – Puluhan Warga Desa Batu Raja Lama Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang mendatangi Proyek Normalisasi yang beroperasi di Sungai Musi Desa Batu Raja Lama dan Sempat memberhentikan kegiatan Pengerukan Sungai Musi untuk sementara Waktu Sekitar pukul 14:00 Wib pada Jum’at (13/12/19).
Pantauan wartawan dilapangan, puluhan warga Desa Batu Raja Lama terdiri dari ibu – ibu dan Bapak-bapak mendatangi Proyek Normalisasi yang sedang bekerja di sungai Musi Desa Batu Raja Lama dengan menggunakan 4 unit kendaran alat berat  Exavator dan dilokasi pengerukan juga tidak terlihat papan informasi (Papan Proyek,RED) yang seharusnya di pasang di Lokasi agar masyarakat dapat mengawasi serta tahu berapa dana yang di keluarkan pemerintah untuk kegiatan proyek Normalisasi tersebut sehingga membuka transparan terhadap masyarakat.
Kedatangan puluhan Warga ini tidak lain menuntut pihak proyek agar mengganti rugi lahan mereka yang menjadi dampak pengerukan proyek normalisasi tersebut.
Seperti yang diungkapkan Jumilah Salah satu warga Desa Batu Raja Lama yang diduga menjadi dampak proyek normalisasi tersebut yang mengakibatkan Lahan perkebun miliknya Abrasi Hanyut terbawah Arus Sungai yang Saat ini Volumenya sedang meninggi.
“Memang setiap tahun terjadi banjir di Desa kami ini tapi tidak separah ini yang mengakibatkan lahan perkebunan kami hanyut terbawah sungai,Setelah ada kegiatan Proyek Normalisasi ini Pas Air Sungai besar tanah Kebun saya hanyut ,(longsor,Red),bahkan pondok yang kami gunakan sehari hari untuk berteduh saat di kebun juga ikut hanyut,” ungkap Jamilah saat di Bincangi wartawan Rakyat Empat Lawang (REL). Jum’at (13/12/19).
Dan Lanjut Jumilah,Atas kejadian tersebut dirinya meminta kepada pihak proyek Normalisasi tersebut untuk dapat mengganti rugi, kerugian yang dialami warga.
“Saya minta ganti rugi,dengan adanya kegiatan ini lahan perkebunan saya hanyut terbawah sungai,karena ini lah mata pencarian kami sehari hari untuk mencari nafkah,Maff beribu maaf kalau tuntuttan kami ini tidak di tanggapi jangan salah kan kami kalau kami bertindak anarkis” katanya.
Kepala Desa Batu Raja Lama Edi Bahadal saat dikonfirmasi awak media dirumahnya menuturkan, dirinya menghimbau kepada masyarakat desa yang merasa dirugikan silakan menyampaikan aspirasi namun jangan anarkis.
“Saya kepala Desa Batu Raja Lama tetap menghimbau masyarakat yang merasa di rugikan seandainya kalau mereka mau menuntut jangan sampai melakukan hal hal yang tidak di inginkan apalagi sudah mengarah ketindakan anarkis apabila dilakukan maka yang rugi kita semua, untuk sementara solusinya tadi kami serahkan kepada pihak kontraktor dan mereka mengatakan akan berkordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum,” tukasnya. (Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Bupati Tinjau dan Bantu Korban Kebakaran

Published

on

 

 

REL, Empat Lawang – Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad meninjau serta memberikan bantuan kepada korban kebakaran di desa Lubuk Sepang Kecamatan Pendopo dan Desa Karang Dapo Lamo Kecamatan Sikap Dalam.

Bantuan tersebut berupa, Beras, Mie Instan, uang saku dan beberapa jenis bantuan lainnya. Bantuan itu diberikan langsung oleh Bupati Empat Lawang ke para korban musibah kebakaran.

Selain itu Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad juga bertauziah kepada keluarga korban yang meninggal dunia, pada saat membantu korban kebakaran.

Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad mengatakan, musibah ini terjadi diakhir tahun, namun pihaknya tetap akan memberikan bantuan.

“Ini musibah kebakaran di musim hujan, dan saya sebagai kepala Pemerintahan ingin selalu berada di tengah-tengah masyarakat, “kata Joncik, Jumat (13/12)

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat yang terkena musibah untuk selalu bersabar dan ikhlas dengan cobaan tersebut

“Ini adalah ujian , yakinlah kedepan rezeki kita lebih dari pada yang telah hilang , dan untuk masyarakt yang lain jadikan musibah ini sebagai contoh agar lebih hati – hati apabioa hendak meninggalkan rumah baik untuk pergi kekebun maupun kekantor harus memastikan sumber api seperti kompol dan sebagainya sudah benar – benar aman,” tuturnya.

Pihaknya lanjut joncik, akan melaporkan berbagai kejadian musibah di Empat lawang ke Provinsi agar bisa mendapat bantuan.

“Saya akan laporkan ke Dinas Sosial Provinsi dan BNPB Sumsel,” tukasnya (Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Tujuh Rumah Desa Lubuk Sepang Hangus Terbakar

Published

on

Tampak warga Desa Lubuk Sepang Kecamatan Pendopo tengah membersihkan sisa puing kebakaran, Kamis (12/12).

 

REL, Empat Lawang – Duka mendalam dialami oleh warga Desa Lubuk Sepang Kecamatan Pendopo, pasalnya sekitar pukul 10.00 beberapa rumah di desa tersebut habis hangus di lahap jago merah.
Berdasarkan penuturan Kepala Desa Lubuk Sepang Hermaini kepada wartawan, sampai saat ini sumber api belum jelas, untuk sementara ini ada tujuh (7) unit rumah habis total ditambah dengan empat (4) unit rumah rusak berat dan satu (1) masjid rusak ringan.
“Semua harta benda yang hangus didalam rumah belum bisa terukur, kareta rata-rata hanya baju di badan yang bisa terbawa,” ungkapnya, Kamis (12/12).
Menurut Kades, sampai saat ini pihaknya belum melakukan pendataan secara detail karena masih sibuk berjibaku madamkan api serta menyiram sisa hasil panasnya api yang memakan rumah warga.
“Belum bisa saya data rumah siapa saja, kami masih sibuk mengurusi harta benda milik warga yang bisa diselamatkan apabila masih sisa puing-puing,” katanya.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang Kuswinarto melalui Kabid Damkar Ismail didampingi Kasi Damkar Darul membenarkan ada kejadian kebakaran di Kecamatan Pendopo, saat ini petugas damkar pendopo susah turun kelokasi.
“Mobil damkar pendopo sudah ada dilokasi,” ucapnya. Seraya menambahkan, BPBD sendiri akan turun kelapangan guna mendata jumlah kerusakan akibat kebakaran tersebut. (12).

Baca Selengkapnya

Trending