Connect with us

Bisnis

Petugas Kebersihan Nyambi Rongsokan

Published

on

Sopyan saat melakukan kewajiban sebagai petugas kebersihan kontener sambil nyambi rongsokan

 

*Bertahan Selama Belasan Tahun

 

REL,Empat Lawang – HIDUP terkadang menjadi sedemikian sulit dan terasa berat untuk dijalani. Tapi percayalah, selagi ada kemauan, pasti selalu ada jalan. Seakan hal ini menjadi motivasi diri yang dilakoni oleh petugas kebersihan di penampungan sampah kontener. Selain dari gajinya sebagai honorer petugas kebersihan yang memasukan sampah kedalam penampungan sampah kontener dari sampah rumah tangga yang dibuang, Sofian mengumpulkan barang-barang bekas layak jual ataupun rongsokan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Seperti apa Aktivitasnya sehari-hari? Simak laporan berikut:

 

Tak ingin pasrah begitu saja pada nasibnya sebagai honorer yang upahnya tak seberapa. Sofian, 45 Tahun kelahiran Kupang Kecamatan Tebing Tinggi. Yang berdomisili di dusun Talan Gunung Kelurahan Jayaloka Kecamatan Tebing Tinggi, berjibaku mengais sampah di sekitaran penampungan sampah kontener untuk mencari rongsongkan atau barang bekas yang masih layak jual untuk sekedar tambahan penghasilan.

Saat ditemui Wartawan Rakyat Empat Lawang (REL), ditengah teriknya matahari, Rabu (15/1/2020). Bapak 3 orang anak ini, kelihatan senang sekali saat memilah sampah yang barusan saja dibuang oleh warga, mendapatkan uang Rp. 2.000, didalam dompet kecil ditumpukan sampah.

Ia mengaku, melakoni pekerjaan ini setiap hari, karena sehari saja absen, sampah bakal menumpuk dan berserakan serta nanti bisa kena marah oleh atasannya.

“Sehari saja saya tinggalkan, sampah ini sangat berserakan, dan menumpuk diluar dari penampungan sampah kontener, yang harus segera di angkut oleh mobil kontener untuk dibuang ke tempat pembuangan Akhir (TPA)”. Katanya dengan napas yang kelelahan.

Meski pekerjaan yang cukup melelahkan, Sofian tetap bersyukur dan mengaku masih beruntung lantaran masih dipercayai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, untuk bekerja sejak kabupaten ini berdiri, kurang lebih selama 12 tahun.

 

Selain masih dipekerjakan, meski tubuhnya yang sudah tua, ia tetap semangat dan bersyukur karena upah yang dulu hanya Rp.500rb kini sudah Rp.850rb. Dan sebagai tambahan mengais rejeki dari tumpukan sampah untuk menyambung hidup mereka

Tak peduli dengan pandangan sebelah mata dari orang lain, yang terpenting menurutnya pekerjaan yang dilakoninya halal dan tidak merugikan orang lain.

“yang penting pekerjaan saya halal, dan bisa menghidupi keluarga saya dari sampah yang saya kumpulkan”, ungkapnya

Dari hasil mengumpulkan sampah dan rongsokan yang dikumpulkannya untuk dijual lagi ke pengepul barang bekas.

“sampah yang saya kumpulkan, saya jual lagi dengan Pen (Pengepul rongsokan), Uangnya bisa jadi tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga saya”.Tuturnya.(Mg20).

Bisnis

Dispar Bagikan 1500 Buah Masker Kepada Pelaku Usaha

Published

on

Foto : Pariwisata for REL Caption : Dinas pariwisata membagikan masker kepada sejumlah pelaku wisata dan pelaku usaha ekonomi kraatif di Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Guna memutuskan penyebaran wabah covid-19 di era tantanan kebiasaan hidup baru (New Normal Life),

Pemerintahan Kabupaten Empat Lawang melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Empat Lawang membagikan masker secara gratis kepada pelaku wisata dan pelaku usaha Ekonomi kreatif di Kabupaten Empat Lawang

Pembagian masker dilakukan dengan cara menerapkan protokol kesehatan (Prokes),dengan menjaga jarak antara satu sama lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Mgs.Ahmad Nawawi mengatakan,pembagikan masker ini ,bantuan dari kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif bagi pelaku wisata dan usaha ekonomi kreatif yang mendukung usaha kepariwisataan di kabupaten Empat Lawang.

“Ada sebanyak 1500 buah masker yang dibagikan secara gratis kepada pelaku wisata dan pelaku usaha ekonomi kreatif di Empat Lawang,”Ujarnya.Selasa (21/7)

Dan hari ini lanjutnya ,pembagian masker dibagikan secara keliling oleh staf pariwisata yang pembagiannya menyebar di bumi saling kruani sangi krawati.

“Terkhusus bagi pengelola pariwisata, usaha ekonomi kreatif dan pendukungnya,”Ucapnya.

Pembagian masker ini Sambungnya bertujuan, untuk mengantisipasi dan memutuskan penyebaran wabah covid-19,khususnya di kabupaten Empat Lawang serta memberikan pembelajaran kepada masyarakat untuk tetap memakai masker di era new normal life.Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Bisnis

BRI Berbagi Berkah Untuk Mengurangi Sedikit Beban Masyarakat

Published

on

Caption : Tim BRI saat hendak membagikan sembako

 

REL,Empat Lawang – Bank BRI KCP Tebing Tinggi dan BRI Unit Tebing Tinggi membagikan sebanyak 100 sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Lokasi pembagian bantuan sembako dibagi di Depan Kantor BRI Unit Tebing Tinggi sebanyak 100 Paket sembako, pembagian sembako dilaksanakan pada Senin (18/5) dari jam 16.00 WIB sampai dengan selesai.

Tim Bank BRI KCP Tebing Tinggi dan BRI Unit Tebing Tinggi Berfose Bersama

Tim Bank BRI KCP Tebing Tinggi dan BRI Unit Tebing Tinggi Berfose Bersama

Pemimpin Bank BRI KCP Tebing Tinggi, Rizki Hafif mengatakan bagi bagi sembako bertujuan untuk berbagi kepada masyarakat yang terdampak covid 19 dan yang membutuhkan.

 

Suasana pemberian bantuan sembako didepan kantor BRI Unit Tebing Tinggi

Suasana pemberian bantuan sembako didepan kantor BRI Unit Tebing Tinggi

“Jadi kita bagikan sembakonya kepada masyarakat yang memang sangat membutuhkan dan terkena dampak covid 19 seperti petani, pedagang, tukang ojek gandeng, dan masyarakat yang kurang mampu ada disekitar tempat tinggal karyawan Bank BRI” kata Hafif kepada awak media, Kemarin (21/5).

Penyerahan bantuan dari BRI KCP Tebing Tinggi, Rizky Hafif dan BRI Unit Tebing Tinggi, Zulfikar kepada perwakilan desa

Penyerahan bantuan dari BRI KCP Tebing Tinggi, Rizky Hafif dan BRI Unit Tebing Tinggi, Zulfikar kepada perwakilan desa

Untuk di desa-desa, lanjut Hafif, bantuan diserahkan kepada kepala desa yang bersangkutan, namun terlebih dahulu sudah melakukan survei bagi masyarakat yang layak menerima bantuan sembako.

Foto simbolis pemimpin BRI KCP Tebing Tinggi, Rizky Hafif kepada penerima bantuan sembako

 simbolis pemimpin BRI KCP Tebing Tinggi, Rizky Hafif kepada penerima bantuan sembako

“Selain kita bagikan sendiri di depan e kantor BRI Unit Tebing Tinggi, kita juga menyalurkan bantuan melalui RT dari desa setempat yang ada di Kabupaten Empat Lawang”pungkasnya, (Mg24).

Baca Selengkapnya

Bisnis

Kurangnya Pengawasan Harga Sembako Melonjak

Published

on

Caption : Lapak pedagang Pulo Mas Tebing Tinggi di semprot cairan disinfektan

 

REL,Empat Lawang – Masyarakat Empat Lawang di buat khawatir terkait beredarnya kabar pasar Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang yang akan di tutup selama 3 hari.

Padahal diketahui pasar pulo mas Tebing Tinggi hanya di lakukan penyemprotan cairan disinfektan oleh pihak gugus tugas penanganan Covid 19 Empat Lawang  untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Kurangnya pengawasan intansi terkait terhadap para pedagang ,mengakibat beredar nya kabar tersebut, dan dimanfaatkan sejumlah pedagang nakal dipasar Pulo Emas Tebing Tinggi Empat Lawang dengan menikan harga sembako dan kebutuhan sayur mayur dipasar, ber kali kali lipat.

Seperti hal nya dengan harga cabe yang semula di satu kg nya 30 ribu, melonjak naik menjadi 80 ribu per kg nya.

“Harga ini cabe naik mulai hari ini, karena besok sampe tiga hari , pasar tutup,” ungkap salah satu pedagang cabe di lapak pasar Pulo mas.
(27/3/20).

Sama hal nya dengan pedagang bawang putih dan bawang merah, yang mengatakan bahwa harga bawang naik, karena stok sedikit.

” Bawang semula harga nya 30 ribu, naik jadi 40 ribu per kg nya, ini karena stok nya nipis, sudah dua hari harga bawang ni naik, ungkap ana, pedagang
Bawang di lapak pasar tebing tinggi.

Di konfirmasi hal terkait kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Empat Lawang Almutholib Mengatakan, pihak nya tidak pernah mengeluarkan surat edaran resmi terkait penutupan pasar Pulo Emas.

” Kabar penutupan pasar tersebut hoax, dan tidak benar, memang ada penyemprotan Disinfektan dari pihak gugus tugas Covid 19 Empat Lawang, BPBD, Tapi tidak sampai menutup pasar ,” ungkapnya kepada wartawan.

Almutholib juga menghimbau, bagi masyarakat agar tidak perlu panik terkait ketersediaan sembako di Empat Lawang.

“Untuk stok sembako dua hari kedepan aman, memang ada penutupan lockdown di pengepul yang lokasinya di Curup, dan Linggau, sehingga untuk stok sembako maupun sayur mayur masih aman dua hari kedepan, untuk selanjutnya pihak kami akan melakukan cek lokasi kepasar, guna ketersediaan sembako di hari – hari berikut nya,”Katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang Kuswinarto membenarkan bahwa adanya penyemprotan cairan disinfektan disepanjang jalan Abubakardin dan pasar Pulo Mas.

“Kita cuma melakukan penyemprotan, itu pun hanya sebentar tidak ada kami meminta pasar tutup. Sebelumnya pun kami sudah menyampaikan kepada para pedagang,” tegasnya. (Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending