oleh

Petani Kawe Pasrah, Tapi Tak Rela

REL, Lahat – 99 persen masyarakat Kecamatan Muara Payang adalah sebagai petani kawe (kopi), saat ini merasa sedih karena dalam beberapa pekan terakhir harga kopi turun menjelang masuknya musim panen.

Harga biji kopi robusta keringĀ  turun Rp 2.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 20.000 perkilogram.

Berdasarkan pantauan di Desa Talang Tinggi, Kecamatan Muara Payang, harga biji kopi robusta di tingkat petani pada awal panen masih Rp 18.000 per kilogram, kini pertengan masih tetap Rp 18.000 per kilogram.

Yandi (50), sentra petani kopi warga Desa Muara Gelumpai mengatakan harga biji kopi dalam beberapa pekan terakhir menjelang awal panen turun Rp 2.000 per kilogram.

Ia menjelaskan biji kopi yang diproduksiĀ  petik campur, yakni merah dan hijau. “Kopi dengan kualitas tersebut yang harganya mengalami penurunan, untuk yang petik merah saja kami tidak tahu berapa harga tertingginya, karena kebiasaan petani disini petik merah dan hijau,” ujarnya, kemarin (15/5).

Sementara itu, petani warga Desa Talang Tinggi, Kecamatan Muara Payang, Sumarlan (55), menjelaskan produksi kopi tahun ini memang lebih baik dari tahun lalu karena pada saat berbunga disertai hujan yang cukup.

Ia mengatakan tahun ini bisa panen dua kali meski belum mengalami peningkatan hasil produksi yang cukup memuaskan. Awal puasa ramadan dan pertengahan puasa ramadan masih bisa petik kopi.

“Namun, kami menyayangkan harga biji kopi turun di awal masa panen ini, sementara lonjakan harga kebutuhan pokok tidak bisa dibendung, pasrah tapi tak rela,” ujarnya. (41/fin)

BACA JUGA