Connect with us

Empat Lawang

Penyuluh KB di Empat Lawang Belum Ideal

Published

on

Sulni

REL, Empat Lawang – Tenaga penyuluh Keluarga Berencana (KB) yang ada di Kabupaten Empat Lawang masih sangat minim dan belum dikatagorikan ideal, pasalnya jumlah penyuluh yang ada terdapat 11 orang tersebar di 10 Kecamatan.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Empat Lawang, Sulni di Tebing Tinggi, Senin (15/10). “Idealnya perkecamatan itu ada 5 orang penyuluh KB,  jadi pelayanan bisa berjalan secara maksimal,” ujar Sulni.

Dilanjutkan Sulni, dari jumlah penyuluh yang ada masing-masing 1 orang per-kecamatan hanya Kecamatan Tebing Tinggi 2 orang penyuluh KB, bahkan status penyuluh KB yang ada saat ini bukan lagi pegawai daerah melainkan pegawai pusat di tugas atau wilayah kerjanya di Kabupaten Empat Lawang.

“Untuk kewenangan penambahan penyuluh KB itu ada di BKKBN Provinsi Sumsel, sedangkan daerah tidak ada kewenangan penambahan namun bisa saja mengusulkan,” ungkapnya.

Masih dikatakan Sulni, baru dikatakan ideal penyuluh KB dalam satu orang maksimal menaungi dua kelurahan dan satu desa, namun kenyataan di Empat Lawang dalam satu Kecamatan satu orang penyuluh.

“Penerimaan CPNS tahun ini ada kuota untuk penyuluh KB dari BKKBN Provinsi, mengenai penempatannya yang mengatur BKKBN Provinsi bukan kita,” katanya.

Namun ditambahkan Sulni, meskipun jumlah penyuluh KB yang ada di Empat Lawang ini tergolong minim namun pelayanan di Kecamatan masih tetap berjalan baik. “Tapi meski penyuluh kekurangan pelayanan maish berjalan seperti biasa alhamdulilah tidak ada hambatan,” tambahnya. (12)

Empat Lawang

Saat Hendak Memikat Burung,Dua Remaja Tewas Mengenaskan

Published

on

Caption : Korban ditemukan tergeletak di rel kereta api desa Sawah Kecamatan Saling

REL,Empat Lawang – Warga Desa Sawah Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang digegerkan penemuan dua sosok mayat laki laki remaja tewas tergeletak di jalan rel kereta api dengan kondisi yang mengenaskan.

Dari informasi yang didapat identitas korban yakni Nopri (16) Bin Hatta Warga Desa Suka Kaya Kecamatan Saling dan Pebriansyah (14) warga Desa Tanjung Gelang Kecamatan Kota Padang Kabupaten Rejang Lebong .

Adapun kronologis kejadian yang dijelaskan oleh Dodi (20) kakak korban (Nopri) berawal pada hari Senin tanggal 23 November sekitar pukul 10 : 00 wib adiknya berpamitan keluar rumah untuk memikat burung bersama temannya.

Hingga sampai larut malam,adik korban juga tidak kunjung pulang kerumah,lalu kakak korban berusaha mencari keberadaan korban dan alhasil korban juga tidak ditemukan.

Namun ke esokan harinya sekitar pukul 07 : 00 wib kakak korban mendapatkan kabar bahwa adiknya ditemukan tewas ditabrak kerta api (Kereta tanki) dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Dan kedua korban dibawa ke RSUD Empat Lawang untuk dilakukan VER.

Kepala Desa (Kades ) Suka kaya Hernaen dikompirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut

“Ya benar itu warga saya,pagi tadi saya mendapatkan informasi bahwa warga saya meninggal di tabrak kereta api,”Tukasnya.(Mg20)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

H. Joncik Muhammad dan Istri Tercinta Dinyatakan Sembuh

Published

on

Foto : RATI / REL CAPTION : Bupati H. Joncik Muhammad Dan Istri Tercinta

REL,Empat Lawang – Beberapa pekan yang lalu bupati kabupaten Empat Lawang dan istri dinyatakan terkompirmasi positif virus covid -19 (Virus Corona), kini Bupati Empat Lawang beserta istri dalam keadaan sehat.

Hal tersebut diungkapkan oleh sang istri tercinta orang nomor satu di bumi saling kruani sangi krawati Hj. Hepy Safriani Joncik ketika dihubungi awak media melalui via seluler.

“Alhamdulillah kondisi kesehatan kami berdua sekarang sudah sangat baik, setelah isolasi selama dua pekan,” Ungkapnya, Senin (23/11).

Lanjut Hepy, bapak bupati Empat Lawang sudah menjalani 4 kali swab, dengan hasil yang berbeda dan Alhamdulillah hasil swab terakhir sudah dinyatakan negatif dan sudah bisa pulang kerumah.

“Swab ke2 Negatif, swab ke3 positif lagi, subhanallah hasil swab ke 4 sudah negatif, dan sudah boleh pulang, namun bapak masih harus istirahat total untuk pemulihan kondisi, sebelum pulang kembali ke Kabupaten Empat Lawang,” Ujarnya.

Iapun menjelaskan, ketika virus corona menerjang tubuhnya. ia tidak merasakan atau memiliki gejala apapun, dikarenakan bapak bupati dinyatakan positif,lanjutnya ia berinisiatif untuk memeriksa dirinya dan dinyatakan positif covid-19 juga.

Kendati demikian, Belajar dari pengalamannya, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk benar-benar serius waspada terhadap virus covid-19 dan tetap selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau dibilang covid itu tidak ada, covid itu benar ada. Jadi bukan hoax, Jadi saya tetap berpesan untuk semua jangan menganggap ini enteng. Karena saya sudah ngerasain banget kemarin seperti apa. Mungkin karena kekuatan doa, berkat doa semua yang sayang dan cinta sama saya dan keluarga. Alhamdulillah dengan izin Allah saya dan bapak bupati masih bisa dikasih kesehatan” jelasnya. (Mg24).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Kesehatan Bupati Empat Lawang dan Istri Berangsur Membaik

Published

on

Ist/ REL Caption : Bupati Empat Lawang dan Istri tercinta

REL,Empat Lawang – Setelah sempat dinyatakan terkompirmasi positif virus covid -19 (Virus Corona),kini Bupati Empat Lawang beserta istri dalam keadaan membaik.

Hal tersebut diungkapkan oleh sang istri tercinta orang nomor satu di bumi saling kruani sangi krawati Hj,Hepy Safriani Joncik ketika dihubungi awak media melalui via seluler.

“Alhamdulillah kondisi kesehatan kami berdua sekarang sudah membaik,setelah isolasi selama dua pekan,”Ungkapnya.

Namun,lanjutnya masih menunggu hasil swab ke Empat yang mana kata Hepy bupati telah melakukan swab selama 3 kali dengan hasil yang berbeda

“Swab ke2 Negatif ,swab ketiga positif lagi nah,sekrang menunggu hasil swab ke 4, jika hasil swab ke4 dinyatakan negatif maka dinyatakan sembuh dan boleh pulang,”Ujarnya

Iapun menjelaskan, ketika virus corona menerjang tubuhnya. ia tidak merasakan atau memiliki gejala apapun, dikarenakan bapak bupati dinyatakan positif,lanjutnya berinisiatif untuk memeriksa dirinya dan dinyatakan positif covid-19 juga.

Kendati demikian,Belajar dari pengalamannya, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk benar-benar serius waspada terhadap virus covid-19 dan tetap selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau dibilang covid itu tidak ada, itu ada. Jadi bukan hoax. Jadi saya tetap berpesan untuk semua jangan menganggap ini enteng. Karena saya sudah ngerasain banget kemarin seperti apa. Mungkin karena kekuatan doa, berkat doa semua yang sayang dan cinta sama saya dan keluarga. Alhamdulillah dengan izin Allah saya dan bapak bupati masih bisa dikasih kesehatan” jelasnya. (Mg24).

Baca Selengkapnya

Trending