Connect with us

Empat Lawang

Pentingnya Pahami Tentang Kebijakan Kependudukan

Published

on

SOSIALISASI : Tampak suasana sosialisai kebijakan kependudukan yang dihadiri para Kades dan Camat seKabupaten Empat Lawang, di Gedung Aula Hotel Kito. Selasa (8/5)

REL, Empat Lawang – Ratusan Kepala Desa seKabupate Empat Lawang beserta para Camat dari 10 Kecamatan yang ada di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati ini berkumpul di Gedung Aula Hotel Kito pada hari Selasa (8/5) sekira pukul 09.00 Wib.

Kedatangan para Kades dan Camat ini dalam rangka mengikuti kegiatan sosialisasi kebijakan kependudukan yang diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Empat Lawang

Sosialisasi yang bertujuan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat Kabupaten Empat Lawang tentang pentingnya tertib administrasi kependudukan tersebut menghadirlkan tiga narasumber yakni perwakilan dari Sekretariat Daerah Empat Lawang, petugas Kemenag Empat Lawang, serta pihak Disdukcapil itu sendiri.

“Dengan mengucap Bismillahirahmanirrohim, kegiatan sosialisasi ini Resmi saya buka,” ujar Bupati Empat Lawang H. Syahril Hanafiah melalui Asisten 1 Setda Empat Lawang Drs. Rahmat Riyandi seraya mengetuk micropon tanda dimulainya kegiatan.

Dirinya menyampaikan bahwa selama kegiatan ini berlangsung hendaknya para peserta mengikuti dengan tertib sampai dengan selesai nanti. “Ikuti prosesnya sampai selesai karena ini sangatlah penting bagi masyarakat kita, dan harus kalian ketahui segala materi yang akan disampaikan para narasumber nanti karena kalian merupakan petugas pemerintahan setempat,” Ungkapnya

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Empat Lawang Peterson Okki Bial melalui Kepala bidang Kependudukan Muhamad Rozali mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah pemberitahuan kepada masyarakat tentang pentingnya mengetahui kebijakan kependudukan.

“Pada kesempatan sosialisasi kebijakan kependudukan ini, kita akan menjelaskan apa saja yang tertuang dalam undang undang nomor 24 tahun 2013, melalui pemerintah Kecamatan dan juga pemerintah Desa sebagai perpanjangan tangan untuk menyampaikan kepada para warga,” katanya.

Dijelaskan Rozali, bahwa sebagaimana tentang surat edaran dari Kementrian Dalam Negri Republik Indonesia pada tahun 2016 bahwa terdapat beberapa poin perubahan pada undang undang nomor 23 tahun 2006 yang lalu.

“Melanjutkan Surat Edaran 2014 Mendagri kembali mengeluarkan Surat Edaran Nomor 470/296/SJ tertanggal 10 Januari 2016 yang lalu, perihal kebijakan dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan serta memperhatikan amanat undang-undang nomor 24 tahun 2013 atas perubahan undang-undang nomor 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan,” Jelasnya

Untuk itu, Lanjut Rozali, pihaknya akan menjelaskan dan menyampaikan secara detilnya melalui kegiatan sosialisasi ini. “Iya, semua daripada poin yang tetuang pada Undang Undang 24 tahun 2013 akan kita jelaskan pada peserta mengingat pentingnya meningkatkan pengetahuan masyarakat kita,” pungkasnya (Mg14)

Bisnis

Masih dalam Proses Pendataan

Published

on

Kabid Perdagangan Yeni Novita

 

 

REL,Empat Lawang – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kabupaten Empat Lawang belum dapat memastikan kenaikan harga sembako di pasar tradisional di Kabupaten Empat Lawang.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disprindag) Almutholib melalui kabid perdagangan Yeni Novita dikompirmasi melalui Via Whatshapp mengatakan.

“Maaf sebelumnya,karena saat ini disperindag masih dalam proses pendataan,Tunggu kompirmasi lwbih lankutnya,” Kata Yeni Novita.Selasa (21/1/20).

Masih dikatakan Yeni Novita,untuk pendistribusian beras bulog itu bukan rana dari dinas perdagangan dan perindustrian.

“Kayaknya bukan kami,kalau masalah beras bulog mungkin dengan dinas ekobang atau dinsos,”Jelasnya.

Sementara Pantauan dilapangan Harga sembako di pasar tradisional Tebing Tinggi mengalami kenaikan walaupun mengalami kenaikan tapi tidak terlalu signifikan,seperti harga cabe,bawang,
,gula,minyak sayur,cabe setan dan abe merah.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Petugas Parkir Dilengkapi Atribut

Published

on

MONITORING : Kabid Lalu Lintas dan Angkutan RM Sobri Dishub Empat Lawang bersama petugas parkir yang resmi dari Dishub, Selasa (21/1).

 

 

 

/// Tak Ada Atribut dan Surat Resmi Petugas Liar

REL, Empat Lawang – Personil Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Empat Lawang turun langsung kelapangan dalan rangka monitoring petugas parkir yang ada di Pasar Tebing Tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan Empat Lawang H M Taufik melalui Kabid Lalu Lintas dan Angkutan RM Sobri kepada wartawan mengatakan, sengaja turun kepasar kali ini tidak lain pelaksanaan monitoring lapangan tugas bidang lalu lintas dan angkutan, juga dalam rangka pencapaian peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Empat Lawang.

“Monitoring ini rutin kita lakukan untuk mendukung kerja Dishub Empat Lawang sekaligus mengecek petugas parkir yang ada di pasar Tebing Tinggi,” ungkapnya, Selasa (21/1).

Tidak hanya itu Sobri menghimbau kepada masyarakat bahwa petugas ataubjuru parkir yang resmi dari Dishub Empat Lawang disertai dengan surat tugas dan kelengkapan atribut parkir.

“Apabila petugas parkir tidak ada surat resmi dari Dishub Empat Lawang atau atribut parkir maka itu adalah liar,” tegas Sobri.

Tentunya hal ini perlu diketahui oleh kalangan masyarakat, kendati demikian Sobri menjelaskan, saat ini Dishub Empat Lawang masih terus mengevaluasi titik-titik parkir yang ada di Empat Lawang.

“Untuk lokasi parkir kita masih evaluasi,” ucapnya. (12).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Mgs Muhammad Azzam Bocah 2 Tahun yang Sangat Butuh Bantuan

Published

on

Mgs Muhammad Azzam terbaring ditempat tidur

 

 

 

REL,Empat Lawang – Mgs Muhammad Azzam, seorang bocah berumur 2 tahun 3 bulan ini hanya bisa berbaring lemah di tempat tidur, bahkan untuk duduk saja harus dibantu dikarenakan penyakit yang dideritanya. Sungguh menyakitkan, bocah yang seharusnya menikmati masa kanak-kanak justru harus menahan sakit luar biasa.

Pantauan wartawan Rakyat Empat Lawang (REL) saat menghubungi ibunya yakni Puspita Sari melalui via telepon, mengatakan Azzam menderita penyakit anemia, gizi buruk, dan Hydrosefalus.

Puspita mengatakan tanda-tanda tidak sehat memang sudah terlihat sejak awal kelahiran. Ditandai dengan kulit Azzam yang berwarna kuning. Lalu beberapa kali melakukan pengobatan ke Puskesmas dan sampai sekarang kondisinya semakin memprihatinkan.

Berat badan Azzam hanya 7,4 Kg. Hal tersebut dikarenakan kurangnya porsi makan. Puspita mengatakan porsi makan Azzam hanya sebanyak 3 sendok makan orang dewasa per sekali makan.

“Makannya alhamdulillah lancar tapi porsinya hanya 3 sendok makan orang dewasa,” kata Puspita saat diwawancarai via telepon, Kemarin (21/1/2020).

Puspita dan suaminya bernama Abdul Rahim kesehariannya berkerja sebagai petani kecil di Desa Tanjung Raye Kecamatan Pendopo Barat. Penghasilan mereka tak cukup untuk menanggung biaya pengobatan Azzam. Mereka sangat berharap uluran tangan dari orang-orang dermawan yang punya hati untuk bersimpati dan berempati kepada mereka.

Azzam sudah beberapa kali dibawa ke rumah sakit bahkan sampai dirujuk ke salah satu Rumah Sakit yang ada di kota Palembang. Namun saat ini, mereka sedang berada di kampung halaman.

Miris, hingga saat ini, Puspita mengaku belum pernah sekalipun mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. Padahal penyakit Azzam terbilang sangat lama dari umur 4 bulan hingga umurnya 2 tahun 3 bulan ini. Dan hari ini, Senin (20/1/2020) ada salah seorang guru Puspita ketika SMA memberikannya sedikit bantuan, hasil dari gurunya meminta sumbangan kepada orang-orang.

“Kecuali hari ini, dari pemerintah setempat belum ada yang memberikan bantuan,” ucapnya.

Bahkan saat Puspita dan suaminya membawa Azzam ke Puskesmas Pendopo Barat, ia mengaku dari pihak Puskesmas Pendopo Barat tak ada respon sama sekali.

Pengakuan mengagetkan terucap dari bibir Puspita. Ia mengatakan telah sampai ke telinganya beredar kabar bahwa penyakit yang diderita Azzam sengaja ditutupi oleh salah satu Puskesmas agar tidak terekspos ke media. Dengan alasan pihak Puskesmas tidak mau disalahkan dan dicap tidak peduli terhadap Azzam.

“Saya tidak tahu Puskesmas yang mana. Tapi ada terdengar sampai ke telinga kami bahwa kondisi Azzam sengaja ditutupi. Pihak Puskesmas takut disalahkan dan dan dicap tidak peduli,” tutur Puspita. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Trending