oleh

Pengguna Jalan Mengaku Teraniaya

REL, Muratara – Aksi pemblokiran jalan lintas sumatera (Jalinsum) di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tentu merugikan banyak orang, terutama para pengguna jalan.

Banyak pengguna jalan mengaku teraniaya. Betapa tidak, jalinsum merupakan akses vital yang menjadi lintasan kendaraan antar provinsi tersebut justru diblokade.

Akibatnya, aktivitas transportasi menjadi terganggu hingga mengalami kemacetan yang cukup panjang. Ratusan kendaraan dari arah Kota Lubuklinggau menuju Provinsi Jambi atau pun sebaliknya tidak bisa melintas.

Sumarni misalnya, salah seorang penumpang bus antar pulau itu mengungkapkan kekesalannya terhadap aksi pemblokiran jalan yang dilakukan sejumlah caleg dan warga tersebut.

“Kami yang tidak bersalah ini kena imbasnya, kami sangat teraniaya sekali,” kata wanita yang mengaku dari Jakarta hendak pulang ke Padang itu saat dibincangi, kemarin

Senada dikeluhkan Yanto (39), salah seorang sopir bus. Dia mengaku dengan adanya kejadian pemblokiran jalan seperti ini tentu mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi dirinya.

“Kalau rugi sudah pasti mas, kita kan punya target, jam sekian harus sampai tujuan, tapi kalau seperti ini semuanya rugi, kami sopir bus rugi, penumpang juga rugi,” keluhnya.

Menurut pengendara lainnya, Amrizal yang mengaku sering melintasi wilayah Kabupaten Muratara mengatakan bahwa dirinya sudah beberapa kali terjebak dalam kondisi yang sama, yakni pemblokiran jalan.

“Kalau saya sudah beberapa kali mas terjebak seperti ini, karena saya sering lewat daerah ini, waktu penutupan jalan sebelum-sebelumnya juga saya sudah pernah,” kata pria yang mengaku warga Jambi tersebut. (16)

BACA JUGA