oleh

Pengguna Jalan Diminta Waspada Lewati Jalintengsum

REL, Empat Lawang – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU Pera) melalui Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Direktorat Jenderal Bina Marga, menghimbau pengguna Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum), agar dapat hati-hati saat melintas di Jalintengsum Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas hingga ke perbatasan Kabupaten Empat Lawang dengan Kabupaten Lahat.

Hal ini menyusul sedang dilaksanakannya rekonstruksi sejumlah ruas Jalintngsum di sepanjang jalan kawasan itu, oleh pihak rekanan Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

“Terutama di kawasan Sungai Payang perbatasan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang dengan Kecamatan Kikim Barat Kabupaten Lahat. Karena ada longsor sepanjang 50 meter yang saat ini sedang dikerjakan rekonstruksinya,” ungkap Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Empat Lawang, Syarkowi Rasyid melalui Sekretaris Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Empat Lawang, M Mauluddin kepada wartawan, di ruang kerjanya, Senin (30/7).

Dikatakan Mauluddin, himbauan pihak kementerian tersebut, disampaikan melalui surat bernomor HM.04.02/PJN-MTL/129.3 tanggaln19 Juli 2018, ke Bupati Empat Lawang yang ditembuskan ke Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Empat Lawang, untuk di sampaikan ke masyarakat di Kabuoaten Empat Lawang dan sekitarnya.

“Surat itu ditandatangani Pelaksana Jalan Nasional Muara Beliti-Tebing Tinggi-Batas Kota Lahat, PPK 10, Mohammad Alex Setiadharma,” beber Mauluddin.

Disampaikannya, dalam surat tersebut dijelaskan, adanya perbaikan jalan Nasional yang mengalami longsoran, terutama pada titik terpanjang longsoran sepanjang 50 meter berada di Km 287+000 atau tepatnya di kawasan Sungai Payang, perbatasan Kabupaten Empat Lawang – Kabupaten Lahat, pihak kementerian meminta para pengguna jalan agar hati-hari dan memperlambat laju kendaraan di kawasan tersebut.

“Sebab, jalan di kawasan Sungai Payang, terjadi penyempitan, hanya satu jalur saja yang bisa dilewati, karena ada proses rekonstruksi di sebelah sisi jalan lainnya,” ujar Mauluddin.

Dengan adanya rekonstruksi jalan, lanjut dia, bearti hanya ada satu jalur saja yang bisa dilewati, ini artinya ada pelambatan arus lalulintas. “Kita imbau pengguna jalan wasapada dan hati-hati lewat di sana,” tukasnya. (12)

BACA JUGA