Connect with us

Bisnis

Pendopo Penghasil Lada Putih Berkualitas

Published

on

LADA : kwalitas lada putih di Pendopo tak Kalah dengan Kwalitas Lada Putih Di daerah lain.

REL,Empat Lawang – Ternyata Kabupaten Empat Lawang menjadi salah satu penghasil lada(sahang) putih berkualitas. Walaupun sistem budidayanya masih menjadi tanaman sela di antara tanaman kopi, namun produksinya cukup menjanjikan.

Tanaman lada dibudidayakan petani di daerah Pendopo dan sebagian Lintang Kanan dan Muara Pinang. Saat ini harga lada putih di tingkat petani dihargai Rp 40 ribu perkilogram sedangkan lada hitam hanya dihargai Rp 20 ribu perkilogram. Namun sayang saat ini hasil produksi biji lada milik petani hanya dijual di pedagang pengumpul dengan harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan menjual hasil langsung ke luar daerah seperti Palembang.

“Setelah biji lada kami petik dikebun dan dikeringkan dengan cara sederhana yakni menggunakan sinar matahari, barulah biji lada atau yang kami sebut Sa-ang kami jual pada pedagang pengumpul atau tauke. Biasanya mereka langsung mendatangi rumah setelah lada siap jual,” ungkap Yamin, petani lada di kasawan Pendopo.Rabu (13/2).

Menurut Yamin, jika hasil kebunnya dijual langsung atau dibawa ke sentra perdagangan di Palembang, harganya akan lebih tinggi. Namun karena keterbatasan jangkauan maka terpaksa dijual langsung pada pedagang. Bahkan ketika kondisi ekonomi mendesak, petani menjual lada dengan ijon atau langsung di batangnya. Namun harganya jauh lebih murah yakni hanya diharga Rp 10 ribu perkilogram.

“Sebenarnya hasil yang dicapai dari bertani tanaman lada cukup tinggi, namun karena terbatas cara membudidayakannya maka saat ini tanaman lada masih menjadi usaha sampingan kami yakni kami tanam di sela-sela tanaman kopi dengan memanfaatkan unjar atau kayu pelindung tanaman kopi untuk dijadikan tempat merambat tanaman lada,” ungkapnya. (Mg20).

Bisnis

Kesadaran Membayar Pajak Meningkat

Published

on

REWORD : Tiga Kecamatan di Empat Lawang mendapatkan Reword,

REL, Empat Lawang – Para Kepala Desa, Lurah dan Camat di Bumi saling Kruani sangi krawati menghadiri acara Realisasi pencapaian Desa dan kelurahan dengan persentase 0, berlokasi di lapangan pemkab Empat Lawang.Kamis (24/10/19) sekira pukul 09 : 00 Wib.

Melalui Bulan Bakti Pelunasan  PBB-P2  kita tingkatkan  kesadaran membayar pajak untuk Empat Lawang madani

Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad melalui Sekda Empat Lawang H Edison Jaya, mengatakan capaian PAD PBB-P2 tahun 2019 mengalami peningkatan dibandingkan capaian target PAD PBB-P2 tahun 2018 dimana dari target Rp 911.831.941 juta.

“Target penerimaan PAD Tahun 2019, dari sektor PBB-P2 pada tahun 2019 adalah Rp 911. 831. 941 juta. Dari target tersebut sampai bulan September, realisasi penerimaan PAD dari sektor PBB-P2 adalah Rp 918.639.696 juta atau 100,57 persen ini cukup membanggakan, sudah oper target,” kata Edison saat dibincangi wartawan usai membuka bulan bakti pelunasan PBB -P2 tahun 2019 dilapangan Pemkab Empat Lawang, Kamis (24/10/19).

Dan acara realisasi pencapaian Desa dan kelurahan dengan persentase 0,berjalan sebagaimana mestinya dan bagi kades lurah serta camat yang mencapai target di berikan penghargaan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah.

Masih dikatakan Edison, menyakini jika sampai bulan Desember nanti, capaian PAD Empat Lawang dari sektor PBB-P2 tahun 2019 diatas Satu (1) Miliyar.

“Ini baru sampai September sudah oper target  dan saya berkeyakinan sampai bulan Desember capaian PAD dari sektor PBB-P2 bisa sampai diatas 1 Miliyar. Dan mudah-mudahan tahun depan lebih meningkat lagi,” ujarnya.

Untuk yang masih nol persen sambung Edison, dirinya menghimbau, agar segera melunasi kewajiban pajaknya di Desanya masing-masing.

“Untuk yang masih nol persen, kita himbau kepada Camat dan Kades nya, untuk mengajak masyarakat agar bersama-sama untuk melunasi kewajiban membayar pajak di Desanya masing-masing,” tukasnya. (Mg20).

Baca Selengkapnya

Bisnis

Harga Lada Turun Dratis

Published

on

TURUN : Salah seorang pengumpul lada di Desa Landur Kecamatan Pendopo tengah melihatkan lada putih yang saat ini turun harga, Rabu (16/10)

REL, Empat Lawang – Harga lada putih dan lada hitam di tingkat petani di Kabupaten Empat Lawang, mengalami penurunan. Hal ini tentu menjadi keluhan para petani lada di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

Informasi yang berhasil dihimpun, harga jual lada pernah mengalami puncak harga tertinggi, yakni di angka Rp100 ribu hingga Rp130 ribu perkilogram. Sementara harga saat ini hanya Rp35 ribu perkilogram untuk harga lada putih sedangkan harga lada hitam kisaran Rp20 ribu perkilogram-nya.

“Harga lada putih dan hitam beda, sekarang harganya Rp35 ribu untuk lada putih dan Rp20 ribu lada hitam,” ujar Syahril, salah seorang pengumpul lada di Desa Landur Kecamatan Pendopo, kepada wartawan, Rabu (16/10).

Harga tersebut menurut Syahril, sudah mengalami penurunan dari harga sebelumnya, untuk lada putih sudah satu bulan ini mengalami penurunan harga jual sedangan lada hitam sudah dua bulan masih bertengger di angka Rp20 ribu.

“Harga lada putih itu kisaran Rp40 ribuan itu satu bulan yang lalu, kalau lada hitam Rp27 ribu sebelumnya, sekarang sudah diangka Rp20 ribu,” jelasnya.

Oleh karena itulah dikatakan Syahril, petani lada saat ini mengeluh dengan harga yang turun drastis tersebut, padahal di 2016 harga lada pernah mencapai Rp100 ribu sampai Rp130 ribu perkilogram.

“Sekarang ini banyak lada yang dijual warga bukan dari hasil panen melainkan lada simpanan mereka, namun yang jelas kendala diharga jual itulah,” paparnya.

Pihaknya selaku pengepul, menjual lada dari petani ke luar daerah. Yakni ke Lampung dan Surabaya. “Saat ini stok banyak, tinggal harganya saja,” tukasnya. (12)

Baca Selengkapnya

Bisnis

Tingkatkan Kapasitas UMKM Melalui BDS

Published

on

REL, Empat Lawang – KPP Pratama Lahat & AMP KP2KP Tebing Tinggi menggelar BDS bertemakan UMKM Naik Kelas, yang bertempat di Hotel Kito,Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Kamis (10/10).

Acara tersebut bekerjasama langsung dengan Rumah Kreatif BUMN Empat Lawang (RKB-BRI), dan diikuti oleh 40 pelaku UMKM se-Kabupaten Empat Lawang.

Dalam acara tersebut, dilakukan pelatihan digital marketing  dengan menghadirkan narasumber Rahmad Priadi, Penggerak Pelapak dari Bukalapak.

Sementara narasumber dari Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, Fadul, menyampaikan pentingnya pelaku usaha untuk melakukan pencatatan atas transaksi kegiatan usahanya.

“Sehingga nantinya para pelaku usaha tersebut mengetahui apakah kegiatannya menghasilkan keuntungan atau menderita kerugian. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan kategori usaha yang secara kuantitas mendominasi perekonomian Indonesia. Sejak tahun 2015, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak menjalankan program Business Development Services (BDS) dengan memberikan pelatihan dan bimbingan yang bertujuan untuk mendorong pengembangan UMKM di Indonesia” ungkap Fadul dalam paparannya.

Kepala KPP Pratama Lahat, Moersalin Ananda Putra, mengatakan, KPP Pratama Lahat telah melaksanakan program tersebut di wilayah kerja yang meliputi Kabupaten Lahat, Kota Pagar Alam, dan Kabupaten Empat Lawang.

“Bekerjasama dengan Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI, telah dilakukan BDS di Kota Pagar Alam dan yang terbaru ini dilaksanakan di Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang dengan menggandeng Bukalapak sebagai perusahaan e-commerce/online marketplace di Indonesia sebagai narasumber pelatihan. Sampai saat ini, total UMKM yang masuk dalam program pembinaan melalui program BDS, semakin bertambah,” ungkapnya.

Moersalin juga mengatakan keterkaitan akan tujuannya dari pada BDS ini sendiri adalah meningkatkan kesadaran (awareness), keterikatan (engagement) dan kepatuhan (compliance) terhadap pajak.

“Program ini merupakan salah satu upaya mengenalkan kepada masyarakat dan pelaku UMKM bahwa DJP memiliki kepedulian dalam hal pembinaan dan pengawasan terhadap UMKM agar semakin tumbuh dan berkembang,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Kepala KP2KP Tebing Tinggi, Agus Atiq, menyatakan program BDS ini akan dilakukan berkesinambungan, tentunya dengan pelatihan yang berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan para pelaku UMKM.

” Saat ini DJP dan Business Development Services (BDS) sudah menjadi program unggulan penyuluhan DJP dengan manajemen dan administrasi perencanaan serta pelaksanaan yang distandarkan serta dibuat pelaporan secara periodik, sehingga diharapkan kerja sama yang sudah terjalin dengan RKB BRI Empat Lawang, semoga semakin kuat, dan bisa bersinergi dengan dinas terkait di Pemkab Empat Lawang,” pungkasnya. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Trending