Connect with us

Empat Lawang

Pendapatan Asli Empat Lawang Rendah

Published

on

RAPAT : Nampak suasana rapat penentuan target APBD 2020 yang sepi peserta di Auala Kantor BP2RD, Selasa (24/9)

* Rakor Penentuan APBD 2020 Kepala SKPD Banyak Tak Hadir

REL, Empat Lawang – Badan Pengelola Pajak Retribusi Daerah ( BP2RD), melakukan Rapat koordinasi (Rakor) penentuan target APBD tahun 2020, yang berlokasi di aula Gedung BP2RD, Selasa (24/9).

Namun dari agenda rapat tersebut, terpantau sedikit nya audien atau peserta yang mengikuti rapat pembahasan tersebut, Padahal kordinasi penentuan target APBD 2020, harus di ketahui oleh kepala OPD yang berada di Kabupaten Empat Lawang, Lantas satu pun Kepala OPD di Kabupaten Empat Lawang tidak terlihat untuk mengikuti agenda yang memang sangat responsif tersebut.

Hal tersebut sangat di sesalkan oleh Bupati Empat Lawang H joncik Muhammad melalui Staf Khsus Bupati Empat Lawang Suharli, Saat membuka secara langsung agenda pembahasan penentuan target APBD 2019.

“Yang pertama saya tidak melihat satu pun Kepala OPD yang hadir, yang kedua saya menduga presentase yang hadir pada acara ini belum mencapai 50 persen, Ini menurut saya menjadi semacam indikasi bahwa masing – masing Kepala OPD belum memiliki persepsi yang benar tentang pertemuan ini,” kata suharli, Selasa (24/9)

Lebih jelas di beberkan Suharli, Salah satu kebutuhan dalam membangun Daerah adalah dari Kedisiplinan dan Kesadaran Pemimpin.

“Untuk itu mestinya nya pertemuan kita hari ini harus di jadikan skala prioritas, Jangan-jangan Kepala OPD ini salah atau gagal dalam menentukan prioritas, mana yang di katakan penting mana yang tidak penting,” ungkapnya.

Terkait Pembahasan Presentase Retribusi Daerah, Lebih jelas di ungkapkan Suharli, Pendapatan asli Daerah Empat Lawang terbilang sangat kecil dan terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

“Faktor pemicu adalah, data yang di miliki BP2RD, masih warisan kp2kp pada tahun 2012, tidak maksimal nya upaya penggalian potensi daerah, alur prosedur masih manual, rendah kesadaran masyarakat untuk membayar pajak,” ungkapnya.

Sementara Kepala Badan Pengelola Pajak Retribusi Daerah (BP2RD) Aidil mengatakan, sejauh ini peningkatan sektor pendapatan daerah pengelolaan pajak belum menampilkan grafik peningkatan.

“Pihak BP2RD akan melakukan penguatan dalam pengawasan, di bidang pemantauan dan evaluasi kepada OPD terkait, serta berharap kedepannya agar anggaran tidak berpangku pada pusat, melainkan dapat mengelola pendapatan pajak daerah sendiri,” tukasnya. (12)

Empat Lawang

Kapolres Berjanji Membedah Rumah Nenek Rismawati

Published

on

Caption : Kapolres Empat Lawang bertemu dan berbicara langsung dengan nenek Rismawati di Kediamannya.

REL,Empat Lawang – Jajaran Polres Empat Lawang menyambangi rumah nenek Rismawati (62) yang beralamatkan di Desa Padang Tepong Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang.Sabtu (6/3).

Kedatangan orang nomor satu di wilayah Hukum Polres Empat Lawang ini,melihat kondisi kediaman nenek Rismawati dan kedua putranya yang mengalami keterbelakangan mental sekaligus memberikan bantuan berupa sembako.

Diketahui,Nenek Rismawati tinggal bersama dua anak laki lakinya di rumahnya yang terbilang tidak layak huni dan nenek Rismawati juga mengidap penyakit katarak di dua belah matanya sehingga mengakibatkan nenek Rismawati tidak bisa melihat orang orang sekelilingnya baik dari jarak dekat maupun jauh,

Kapolres Empat Lawang AKBP. Wahyu,S.IK didampingi wakapolres Empat Lawang Kompol Indarmawan mengatakan akan memberikan bantuan pengobatan operasi mata kepada nenek Rismawati.

“Insyah allah kedepan kami dari kepolisian atas izin bapak kapolda sumsel akan mengobati mata nenek Rismawati agar bisa melihat kembali,”Kata Kapolres

Bukan hanya operasi mata saja ,Kapolres juga berjanji akan membedah rumah nenek Rismawati agar menjadi layak huni.

“Secepatnya akan kita lakukan menjadi rumah layak huni ,mudah mudahan allah mengizinkan,”Tuturnya.

Sementara Saipul tetangga Nenek Rismawati mengatakan sudah banyak para dermawan yang mendatangi kediaman beliau untuk memberikan bantuan.

“Alhamdulillah sudah banyak orang mendatangi kediaman Nenek Rismawati ,Semalam Kapolsek tebing tinggi memberikan sembako dan hari ini Kapolres,”Jelasnya

Memang lanjut Saipul nenek Rismawati pengen bisa melihat lagi namun tidak ada biaya untuk berobat.

“Mudah mudahan dengan adanya bantuan kepolisian polda dan polres nenek bisa melihat lagi karena kasihan kedua anaknya itu juga mengalami keterbelakangan Mental yang hidup bersama nenek Rismawati,”Terangnya.(Dn).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Telah Beredar Uang Palsu

Published

on

FOTO : IST/REL PALSU: Tiara anak pemilik toko baju dipasar Tebing Tinggi menerima uang palsu

REL,Empat Lawang – Uang palsu sudah beredar di tangan masyarakat, terkhusus dikabupaten Empat Lawang, salah satu warga Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati telah menjadi korban.

Pedagang toko baju di Pasar Tebing Tinggi, Tiara (21), mengetahui mendapatkan satu lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu saat ingin menyetor uang ke bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi.

“kemarin (4/03) saya diminta ibu untuk menyetor uang sebesar Rp 25 jt di Bank Sumsel yang ada di pasar, nah pas di pecahan Rp 50 ribuan kato pihak bank bahwa terdapat satu lembar uang Rp50 ribu yang kami setor palsu. Langsung dicoret uangnya oleh petugas teler banknya, dan dikembalikan ke kami,” jelas Tiara kepada wartawan Harian Rakyat Empat Lawang (REL).

Dituturkan Tiara, ia tidak mengetahui kapan mendapatkannya, tapi uang tersebut dinyatakan palsu oleh pihak bank, karena warnanya yang luntur dan benang pita uangnya tidak ada tulisan angka 50 ribu.

“Kami tidak mengetahui kapan dan siapa yang memberikan uang palsu karena banyak transaksi di toko. Setelah diperhatikan dengan seksama, uang 50 ribu palsu itu ternyata uang Rp 2 ribu,

“Uangnya masih kami simpan, namun sudah dicoret oleh pihak bank, uangnya kami simpan supaya bisa membandingkan uang palsu dengan yang asli, agar tidak tertipu lagi dengan uang palsu tersebut,” tuturnya.

Kepala Bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi, Eldika Zainuddin, belum mengetahui hal tersebut, namun pihaknya akan memverifikasi pegawainya. “Nanti saya akan verifikasi,” jelasnya.

Eldika Zainuddin, menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam transaksi atau menerima uang dari pihak manapun, dan harus tau cara membedakan uang asli dengan palsu.

“Himbauan kepada masyarakat, untuk lebih berhati-hati dalam menerima uang dari pihak manapun, cara yang paling simpel untuk membedakan uang asli atau palsu cukup dengan 3D, dilihat, diraba, dan diterawang,” imbauannya (Mus/arl).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Edi Sugandi Jabat Kasi Datun

Published

on

Caption : Edi Suganti saat dilantik di Kejari Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, Sigit Prabowo SH MH, melantik Edi Sugandi sebagai Kepala Seksi ( Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (PTUN), menggantikan Andi Candra.

Sementara Andi Candra kini menjabat Kacabjari Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

“Kita berharap Edi Suganda segera menyesuaikan diri di tempat kerja baru ini,” harap Sigit Prabowo.

Ini lantaran, diakuinya, tugas Datun sangatlah penting dalam pendampingan hukum, penegakan hukum serta pelayanan hukum.( Rel)

Baca Selengkapnya

Trending