oleh

Pemerintah Kabupaten Empat Lawang Keluarkan Surat Edaran, Tentang Pelaksanaan Resepsi Pernikahan dan Penggunaan OT

REL,Empat Lawang – Kabar gembira bagi masyarakat di bumi saling kruani saling krawati, terkhusus bagi yang ingin melaksanakan resepsi pernikahan.

Pasalnya pemerintahan Kabupaten Empat Lawang telah memperkenankan bagi masyarakat yang ingin menggelar acara resepsi pernikahan dan acara soail lainnya.

Dikutip dari surat edaran bupati Empat Lawang yang dikeluarkan pada 13 agustus 2020,dengan nomor 360 /254/SE/BPBD/2020 tentang “Surat edaran pelaksanaan resepsi pernikahan,akad nikah dan acara sosial lainya”

Walaupun sudah diperkenankannya menggelar acara resepsi pernikahan dan penggunaan orgen tunggal,namun harus tetap memenuhi ketentuan ketentuan yang telah ditetapkan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Menindak lanjuti surat edaran bupati Empat Lawang dengan nomor :360/233/BPBD/2020 tentang pencegahan dan penularan infeksi corona virus disease 2019 (Covid-19) dalam penerapan kebiasaan hidup baru (New Normal) di Kabupaten Empat Lawang pada huruf E angka 9,bahwa penggunaan orgen tunggal belum diperkenankan sampai ketentuan yang lebih lanjut.

Sehubungan Hal tersebut,maka penggunaan orgen tunggal sudah diperkenankan dengan ketentuan ketentuan yang berlaku.ada beberapa poin yang harus ditaati bagi penggunaan orgen tunggal,

“Masyarakat yang ingin menggelar acara resepsi pernikahan dan sosial lainnya sudah diperbolehkan,namun dengan prosedur prosedur dan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,”Kata Bupati Empat Lawang melalui kepala BPBD Kuswinarto,Sabtu (15/8).

Masih dikatakan Kuswinarto Selain diperbolehkannya menggelar resepsi pernikahan dan sosial lainnya,penggunaan orgen tunggal juga sudah diperbolehkan,namun dengan mengikuti aturan aturan yang tertera di dalam surat edaran ini.

“Salah satunya,pengunaan orgen tunggal dibatasi hingga pukul 13.00 siang, bagi yang punya hajatan wajib menghadirkan unsur babinsa Babinkantibmas dan Dinas Kesehatan. Wajib protokol pencegahan COVID-19 dengan  menyediakan tenpat cuci tangan, handsanitizer,memakai masker, penyemprotan disinfektan disekitar lokasi hajatan sebelum acara dimulai. Pelaksanaan acara dimulai daei pukul 08.00 wib hingga pukul 13.00 WIB,” jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, mengatur pola sistem makan (nasi kotak) dan pemberian nasi secara social distancing jaga jarak.

“Tidak diperkenakan bersalaman,cukup hanya menyapa dan penyelengara wajib mengatur jarak satu meter dengan wajib mengatur duduk tamu undangan. Hiburan (menyanýi) diatas panggung tidak boleh lebih dari empat orang. Tidak boleh melakukan antri untuk bersalaman berpamitan kepada yang punya hajatan,” paparnya.

Selain itu juga,lanjut Kuswinarto, wajib memilik surat izin keramaian dari polsek setempat dengan menyertakan surat pengantar RT, lurah dan Kades. Acara hajatan diatur satu hari satu kali hajatan disetiap kecamatan dan hal ini harus berkordinasi dengan pihak penerbit izin keramaian.

“Surat izin keramaian wajib ditembuskan ke camat, lurah kades dan gugas COVID-19 Kabupaten. Wajib membatasi undangan jika dalam gedung jumlah tamu setengah dari kapasitas gedung, begitu juga dalam tenda kapasitas tamu setengah kapisitas dari tenda,” katanya.

Bagi masyarakat sambung Kuswinarto yang tidak mematuhi protokol kesehatan sesuai surat edaran ini akan dapat diberikan sanksi.

“Bagi yang melanggar sanksinya akan diberikan teguran oleh pihak berwajib bahkan penghentian pelaksanaan acara oleh pihak berwajib,”Tukasnya.(Mg20).

BACA JUGA