oleh

Pelanggaran Didominasi Pengendara Bermotor

REL,Empat Lawang – Kapolres Empat Lawang AKBP.Wahyu.S.IK memimpin langsung upacara gelar pasukan personil dalam rangka Ops Patuh Musi 2020.

Dalam kesempatan itu,Selaku orang nomor satu di wilayah hukum mapolres Empat Lawang menyampaikan jumlah data kecelakaan lalulintas di wilayah Polda Sumatera Selatan

“Tahun Lalu dalam rangka ops patuh musi 2019 tercatat mengalami kenaikan sebanyak 33 kejadian dibandingkan priode tahun 2018 sebanyak 17 kejadian dengan kenaikan menvapai 94 persen,”Kata Kapolres Empat Lawang saat menjadi Irup Gelar pasukan Ops patuh Musi tahun 2020.Kamis (23/7).

Dijelaskannya lebihlanjut,jumlah korban meninggal dunia ops patuh musi 2019 mengalami kenaikan sebanyak 23 orang dibandingkan priode tahun 2018 sebanyak 12 orang dengan kenaikan mencapai 91 oerden

“Sedangkan jumlah luka berat ops patuh musi 2019 yang mengalami kenaikan sebanyak 11 orang dibandikan priode tahun 201i sebanyak 5 orang dengan kenaikan mencapai 120 persen,”Ungkapnya.

Sementara lanjutnya,Jumlah pelanggaran lalulintas ops patuh musi tahun 2019 sebanyak 13.637 lembar meningkat 37 persen dari tahun 2018 dengan jumlah tilang sebanyak 9.911 lembar dan tegur an sebanyak 2.063.

“Secara umum dari hasil evaluadi itu bahwa dominasi pelanggaran yang terjadi sepeda motor yang tidak menggunakan Helm SNI,pengemudi ranmor yang melawan arah dan menggunkan HP saat mengemudi ranmor,”Terangnya.

Dan Besok polri telah menetapkan untuk ops patuh musi 2020 yang dilaksanakan secara serentak seluruh indonesia yang akan dimulai pada tanggal 23 juli hingga 25 agustus 2020 selama 14 hari.

“Khusus di Sumatera Selatan dengan sandi operasi “Patuh Musi 2020″yang bertujuan menurunkan titik lokasi kemacetan,pelanggaran,kecelakaan lalulintas dan meningkatkan keoatuhan masyarakat terhadao protokol kesehatan berkaitan dengan masih mewabahnya virus covid-19,”Paparnya.

Masih dikatakannya ,Sesuai dengan karakteristik wilayah masing masing (Tematik) Khusus Tematik wilayah polda sumsel dengan beberapa pelanggaran.y

“Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm,pengemudi ranmor tidak memakai Safety Belt,mengendarai kendaraan dengan melawan arus,”Ucapnya.

Namun kendati,tetap mempedomani prokes guba memutuskan mata rantai penyebaran wabah covid-19 secara preemtig,preventif dan persuasif dan dengan humanis.Tukasnya.(Mg20).

BACA JUGA