oleh

Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Gedung

REL, Muratara – Dinas perindustrian, perdagangan dan koperasi.(Disperindakop) Muratara mensosialisasikan masalah perda No (2) tahun 2017. Tentang distribusi harian, terhadap pedagang pasar.

Hal tersebut dilakukan adanya keluhan dari pedagang mahalnya sewa ruka yang disediakan pemda setempat.

Kepala Dinas perindustrian,perdagangan dan koperasi(Disperindakop), melalui sekretaris Novhendry mengatakan, kepada pedagang tradisional, atau memberi pengarahan  kepada pedagang-pedagang yang belum tahu tentang perda No 2 tahun 2017.

Ada beberapa  masyarakat yang merasa keberatan  terhadap  peraturan yang sudah di buat oleh pemerintah daerah Muratara, distribusi yang memberatkan atas pembayaran sewa ruko sebesar 900 ribu perbulan nya atau di hitung perhari nya , 30 ribu rupiah.

Dalam hal ini masyarakat banyak yang komplen, karena keadaan ekonomi masyarakat sekarang ini kan lemah.

“ya otomatis pendapatan pedagang-pedagang yang berjualan di pasar tersebut kadang tidak setabil, seperti yang di harap kan,”ujarnya

“Kami tidak bisa memutuskan terhadap keberatan-keberatan  dari masyarakat, atau pun dari kepala desa setempat, yang bisa memutuskan segala nya itu kepala dinas nya sendiri, berhubung kepala dinas nya ada tugas mendadak keluar kota, acara tersebut terpaksa kami  yang menjalankan kan nya,”sambungnya.

Ia mengatakan,  kepala dinas mengajukan kepada bupati,langsung meneruskan kepada  DPRD  Muratara supaya di putuskan.

“Kita harapkan semoga ada keputusan yang tidak saling merugikan, baik itu dari pihak pedagang ataupun dari pihak pemerintah daerah muratara,” jelasnya.

Sementara itu kepala desa Lawang agung Kecamatan Rupit,  Kaharudin Az, mengatakan, akan memperjuangkan hak-hak pedagang.

“Semoga dengan keberatan-keberatan dari masyarakat, nanti nya ada solusi terbaik dari pemerintah daerah Muratara,” katanya singkat (16)

BACA JUGA