Connect with us

Bisnis

Pedagang Durian Panen Untung

Published

on

JAJAH : Tumpukan buah durian yang dijajahkan para penjual buah durian di ruas Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum) kawasan Talang Gunung Tebing Tinggi, Rabu (2/1/2019).

REL, Empat Lawang – Pedagang buah musiman terutama bagi para pedagang buah durian di Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, panen untung. Bagaimana tidak, musim buah durian pada tahun ini, bertepatan dengan musim libur tahun baru 2019 yang juga bertepatan dengan libur sekolah.

“Ramainya yang beli durian, itu saat banyak arus mudik melintas, sekitar tanggal 20 sampai tanggal 31 Desember 2018 lalu. Banyak kendaraan plat jawa yang mampir beli durian,” kata Frida, salah seorang penjual Durian di ruas Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum) kawasan Talang Gunung Tebing Tinggi, Rabu (2/1).

Diceritakannya, para pembeli tidak hanya membeli untuk makan di lokasi dia jualan, para pembeli juga akan memborong seluruh buah durian miliknya jika buah yang dibuka memiliki kwalitas yang bagus. “Biasanya mereka tidak terlalu peduli dengan harga yang kita tawarkan. Asal buahnya berkwalitas bagus, mereka akan beli banyak,” ucapnya.

Harga yang dia tawarkan untuk para pembeli luar daerah itu sebut dia untuk saat ini, bekisar antara Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per buah. “Karena memang buah yang saya jual di sini, dapat dijamin kwalitasnya. Beda jika kita beli di sembarang tempat, bisa di bawah harga Rp8 ribu perbuah,” ujarnya.

Dijelaskannya, para pembeli yang rata-rata para pemudik, sebut dia, akan kembali membeli di tempatnya, saat balik. “Makanya saya selalu jaga mutu buah durian yang saya jual. Sebab, saat balik nanti mereka akan singgah kembali di tempat kita ini, saat musim liburan selesai,” kata perempuan yang mengaku hampir setiap tahun musim durian berjualan di ruas Jalintengsum, itu.

Sementara Candra, salah seorang pedagang durian lain mengaku sudah dua bulan terakhir berjualan di ruas Jalintengsum kawasan Talang Gunung Tebing Tinggi. “Dari awal musim durian, saya sudah jual durian di sini, kira-kira sudah dua bulan terakhir,” aku Candra.

Musim durian di Tebing Tinggi, sebut dia, akan berakhir sekitar akhir Januari 2019. Meski demikian, pada awal Maret 2019 mendatang, ada lagi musim durian gelombang kedua, meski tidak akan sebanyak tahun saat ini.

“Saya kira, buah durian akan habis pada musim ini di Tebing Tinggi, sekitar akhir Januari ini. Tapi, beberapa pohon durian milik petani, ada yang akan kembali panen awal Maret 2019, karena memang pohon durian saat ini tidak serentak berbuahnya,” jelas dia. (12)

Bisnis

Objek Wisata Bukit Batu Butuh Perhatian Pemerintah

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : Kadis pariwisata dan masyarakat berpose bersama di pintu masuk destinasi wisata Bukit Batu desa Kota Gading

Dinas pariwisata (Dispar) Kabupaten Empat Lawang meninjau lokasi destinasi wisata bukit batu di Desa Kota Gading Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.Rabu (16/12).

 

>>PADRI SATIAWAN<<<

 

REL,Empat Lawang – Kurang lebih 80 meter dari jalan dan pemukiman warga objek wisata bukit batu itu berada dengan jarak tempuh 5 menit perjalanan kaki.

Namun,saat ini objek wisata alam tersebut belum mempunyai akses jalan yang saat ini masih berupa tanah.

Komar (47) salah satu warga desa Kota Gading berharap agar destinasi wisata yang berada didesanya bisa dikembangkan dan bisa menjadi PAD desa.

“Di buatkan akses jalan menuju lokasi yang saat ini masih berupa tanah dan di buatkan tempat tempat santai agar pengunjung bisa menikmati pesona alam dengan santai,”Harapnya.

Masih dikatakan komar,mewakili warga desa kota gading mengatakan kalau tempat tersebut memang ada harga jualnya bisa menjadi PAD dan memajukan desa diharapkan bantuan dari pihak pihak terkait.

Ditempat yang sama Pj.Kepala Desa (Kades) Kota Gading Rita mengatakan objek wisata alam didesanya itu berupa bebatuan yang besar besar dan terdapat juga air terjun yang terbentuk oleh alam itu sendiri.

“Kalau bebatuan itu terbentuk oleh proses alamiah bukan dibentuk oleh campur tangan manusia,dan ia berharap kepada pemerintah agar memberikan bantuan untuk mengembangkan wisata tersebut dan bisa mengelolanya,”Ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Dispar ) Empat Lawang Mgs.Ahmad Nawawi mengatakan objek wisata di desa Kota Gading ini adalah destinasi wisata baru yang dikenal dengan sebutan wisata Bukit Batu,

“Ini baru dilaporkan masyarakar dan kepala desa bahwa di desa kota gading ada salah satu wisata yang unik dan sehat,”Katanya.

Dijelaskannya lebih lanjut,keunikan destinasi wisata bukit batu ini dipenuhi batu batu besar yang bentuk betul asli dan alami tanpa campur tangan dalam pengaturannya.

“Dan disini juga sehat karena masih alami dan juga dipenuhi pohon yang begitu alami dan juga di ikuti suasana yang begitu alami,”Jelasnya

Untuk kedepannya Sambung Nawawi,mungkin akan ikut membantu dalam menata destinasi wisata ini dan juga ikut memasarkan.

“Mudah mudahan kedepannya akan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Empat Lawang,”Tukasnya.(*).

Baca Selengkapnya

Bisnis

Dibuka Pemesanan Tiket Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru

Published

on

FOTO : RATI/REL CAPTION : Kepala Stasiun Tebing Tinggi, Septo.

Dibuka Pemesanan Tiket Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru

 

REL, EMPAT LAWANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah membuka layanan pemesanan tiket kereta api untuk periode liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kini, masyarakat dapat memesan tiket itu melalui aplikasi KAI Access, situs resmi kai.id, dan kanal penjualan daring resmi lainnya.

Kepala Stasiun Tebing Tinggi Septo, mengimbau agar masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan menggunakan moda kereta api, pada hari libur dan cuti bersama yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Di wilayah kita [Divre III Palembang], KA Bukit Serelo relasi Kertapati-Lubuklinggau (PP) sudah bisa dipesan. Pemesanan tiket sudah dapat dilakukan masyarakat secara online,” kata Septo di Tebing Tinggi, Selasa (8/12).

Ia mengatakan, masyarakat tak perlu ragu dalam menggunakan angkutan kereta api. Pasalnya, penerapan protokol kesehatan (prokes) di PT KAI dilakukan secara ketat dan disiplin pada setiap waktu sejak di stasiun dan di atas kereta api, serta selama dalam perjalanan.

Menurutnya, penerapan prokes tidak hanya untuk penumpang tetapi juga untuk seluruh pegawai kereta api. Mulai dari melakukan self assesment, screening test secara berkala, pengecekan suhu tubuh, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), yakni sarung tangan, masker, serta faceshield.

Ia mengungkapkan, prokes yang wajib dilaksanakan pada pengguna jasa sesuai dengan arahan dari pemerintah dengan menunjukan hasil rapid test/swab/pcr menggunakan masker, faceshield, mencuci tangan sebelum masuk stasiun.

“Saat ini, fasilitas cuci tangan ditambah di area yang mudah dijangkau serta penyediaan handsanitaizer,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, untuk penerapan jaga jarak fisik, KAI memasang petunjuk jaga jarak di tempat-tempat yang memungkinkan terjadi antrean, mulai dari di depan loket, gate masuk, ataupun boarding.

“Konsistensi KAI dalam menerapkan prokes di lingkungan kereta api telah diakui. Ini dibuktikan dengan didapatkannya Safe Guard Label SIBV yang sudah mengacu pada parameter yang disusun oleh ahli dan auditor Kantor Pusat BV, international best practices, WHO (World Health Organization), regulasi Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” ungkap septo.

Pada masa pandemi, sambung dia, pihaknya berkomitmen menjual tiket KA hanya 70% dari kapasitas tempat duduk yang tersedia untuk menciptakan physical distancing sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor SE 14 Tahun 2020 pada 8 Juni 2020 lalu.

Ia menambahkan, sebagai upaya peningkatan pelayanan dalam menerapkan prokes, KAI Divre III Palembang menyediakan layanan rapid test dengan harga terjangkau sebesar Rp85.000/Orang.

“Layanan itu (rapid test) tersedia di Stasiun Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi, dan Lubuk Linggau. Kalau dilakukan di stasiun, masyarakat diimbau untuk melakukan rapid test setidaknya H-1 tanggal keberangkatan. Tujuannya untuk menghindari antrean dan terburu-buru pada hari keberangkatan,” ucapnya (Mg24).

Baca Selengkapnya

Bisnis

Dispar Bagikan 1500 Buah Masker Kepada Pelaku Usaha

Published

on

Foto : Pariwisata for REL Caption : Dinas pariwisata membagikan masker kepada sejumlah pelaku wisata dan pelaku usaha ekonomi kraatif di Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Guna memutuskan penyebaran wabah covid-19 di era tantanan kebiasaan hidup baru (New Normal Life),

Pemerintahan Kabupaten Empat Lawang melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Empat Lawang membagikan masker secara gratis kepada pelaku wisata dan pelaku usaha Ekonomi kreatif di Kabupaten Empat Lawang

Pembagian masker dilakukan dengan cara menerapkan protokol kesehatan (Prokes),dengan menjaga jarak antara satu sama lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Mgs.Ahmad Nawawi mengatakan,pembagikan masker ini ,bantuan dari kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif bagi pelaku wisata dan usaha ekonomi kreatif yang mendukung usaha kepariwisataan di kabupaten Empat Lawang.

“Ada sebanyak 1500 buah masker yang dibagikan secara gratis kepada pelaku wisata dan pelaku usaha ekonomi kreatif di Empat Lawang,”Ujarnya.Selasa (21/7)

Dan hari ini lanjutnya ,pembagian masker dibagikan secara keliling oleh staf pariwisata yang pembagiannya menyebar di bumi saling kruani sangi krawati.

“Terkhusus bagi pengelola pariwisata, usaha ekonomi kreatif dan pendukungnya,”Ucapnya.

Pembagian masker ini Sambungnya bertujuan, untuk mengantisipasi dan memutuskan penyebaran wabah covid-19,khususnya di kabupaten Empat Lawang serta memberikan pembelajaran kepada masyarakat untuk tetap memakai masker di era new normal life.Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending