Connect with us

Empat Lawang

Panitia Temukan Kendala Peserta Tes CPNS

Published

on

PANITIA : Tampak Kepala BPKSDM Empat Lawang Januarsyah Hambali dengan salah seorang panitia seleksi tes CPNS 2018. Rabu (31/10)

REL, Lubuklinggau – Hari ke dua pelaksanaan test Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi peserta dari Kabupaten Empat Lawang yang berlokasi di Gedung Auditorium Eks Kantor Musi Rawas terlihat semua begitu bersemangat. Rabu (30/10).

Tak kurang dari 1600 orang di jadwalkan oleh panitia pelaksana CPNS 2018 yang terbagi dalam Lima Season. Dimulai sejak pukul 07.00 Wib. Hingga pada season yang terakhir yakni pukul 16.30 Wib.

Pantauan REL saat tengah berada di lokasi pelaksanaan test. Penjagaan petugas baik dari panitia pelaksana maupun petugas SatPolP Lubuk Linggau tampak penjagaan begitu ketat disetiap sudut batas antara para peserta dan pihak keluabbfďrga yang hendak mengantar mereka.

Hal ini dikarenakan pelaksanaan test tersebut, para peserta tak boleh membawa barang apapun kecuali nomor test dan juga KTP sebagai identitas diri.

Kepala Badan Kepegawaian dan pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Empat Lawang, Januarsyah Hambali mengatakan bahwa selama dua hari pelaksanaan tes CPNS tahun 2018 tak ada kendala yang begitu berarti ditemukan oleh panitia maupun peserta, semua berjalan semestinya.

“Alhamdulillah, semua berjalan lancar sampai hari ini, peserta kita tampaknya sudah mengerti tata cara pelaksanaan dan aturan yang sudah diberlakukan,” kata Januarsyah Hambali saat dibincangi REL di lokasi. Rabu (31/10).

Januarsyah juga menyampaikan, kendala yang biasanya dialami para peserta tes ini hanyalah kelalaian ringan saja dan masih dapat diberikan toleransi oleh panitia jika itu bukan yang menyalahi aturan.

“Ada satu peserta yang lupa membawa KTP Aslinya, akan tetapi ia memiliki fotocopy KTP dirinya, itu masih bisa diberikan kebijakan oleh pihak panitia mengingat kondisi peserta tes dari Kabupaten Empat Lawang tersebut beralamatkan di Kabupaten Lahat,” ungkapnya.

Dirinya juga menghimbau kepada para peserta yang mendaftar melalui jalur wilayah Kabupaten Empat Lawang atau yang tempat tinggalnya jauh dari lokasi pelaksanaan test. Agar dapat mempersiapkan diri sebelum pelaksanaan dimulai.

Artinya jangan sampai datang dengan keadaan terburu buru, karena di khawatirkan dapat merugikan atau bahkan malah dapat membahayakan keselamatan diri sendiri saat diperjalanan.

“Ada baiknya jika jadwal tes itu datang lebih awal. Misalnya satu hari sebelum jadwal kita tes sudah ada di Lubuk Linggau, khususnya dari Kabupaten kita (Empat Lawang, red) agar bisa mempersiapkan diri terdahulu,” tuturnya.

Untuk itu, sambung Januarsyah. Bagi para peserta tes CPNS 2018, ikutilah aturan dab tata tertib sesuai apa yang telah di tetapkan oleh panitia pelaksana test tahun 2018 ini dengan tertib.

“Jalankanlah dengan tertib, ikuti aturan yang berlaku dan persiapkan diri dengan belajar sebelum memulai tes nya. Dan satu lagi selain usaha jangan lupa juga untuk berdoa,” pungkasnya. (14).

Empat Lawang

Kades Semprot Cairan Disinfektan

Published

on

Caption : Kades sedang meracik cairan disinfektan

 

REL,Empat Lawang – Tak ingin warga nya terpapar virus covid Nineteen atau virus corona yang saat ini tengah mewabah di segala penjuru wilayah indonesia

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintahan Desa Padu Raksa Kecamatan Sikap Dalam agar penyebaran wabah virus covid nineteen tidak masuk ke wilayah desanya.

Dari mensosialisasikan bahayanya virus corona maupun menyemprotkan cairan disinfenktan.

Kepala Desa Padu Raksa Alex Xander Hek mengatakan hari ini bersama unsur terkait melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan di wilayah desaanya.

“Tujuannya memberantasan penyebaran wabah viru covid 19,mulai dari kadus satu sampai kadus tiga di wilayah setempat,karena mencegah lebih baik dari pada mengobati,”Ungkapnya.Jum’at (3/3/20).

Iapun menghimbau kepada warganya agar kiranya yang baru pulang dari luar kota dapat melaporkan diri ke pemerintah setempat.

“Ada beberapa warga yang baru pulang kampung dari plau jawa disemprot seluruh dalam rumah dan tamu yang datang dari luar daerah dikarangtina terlebih dahulu dengan jangka waktu 14 hari,”Ujarnya.

Sementara Heral (25) warga Desa Padu Raksa mendukung apa yang telah dilakukan kepala desanya terkait untuk memutuskan mata rantai penyebaran wabah virus covid19 ini.

“Ini salah satu bentuk tanggung jawab kades kepada warganya,kami sangat mendukung hal tersebut,kalau bukan mulai dari kita siapa lagi,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Cek Posko Pemantauan Covid19

Published

on

Caption : Polisi Satuan Lalulintas mengecek posko pemantauan covid19

 

REL,Empat Lawang – Polisi satuan lalulintas polres Empat Lawang mengecek posko pemantauan covid19 di perbatasan kabupaten Empat Lawang.

Adapun posko yang di cek antaranya posko pemantauan covid19 di perbatasan Kecamatan Tebing Tinggi dengan Kabupaten Lahat.

Sedangkan KBO Lalulintas bersama anggota mengecek posko pemantauan covid19 di Kecamatan Ulu Musi menuju Kabupaten Kepahiyang.

Kapolres Empat Lawang AKBP.Eko Yudi Karyanto,S.IK melalui Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) polres Empat Lawang IPTU M.Yusuf Lubis mengatakan diri bersama anggota mengecek langsung posko pemantauan yang ada di perbatasan perbatasan.

“Ya kita cek posko posko pemantauan di setiap perbatasan di Empat Lawang ,”Ungkap Lubis.Kamis (3/4/20).

Masih dikatakan Lubis,selain mengecek pihak nya pun juga memantau langsung kesiapan diposko posko dan Lubis juga menambahkan sejauh ini setiap kendaraan angkutan umum maupun lintas kota dicek.

“Kita cek satu persatu penumpang yang turun ke Empat Lawang,baik itu dari penumpang luar kota maupun lokal,”Jelasnya.

Meski demikian,iapun menghimbau masyarakat terutama yang baru pulang dari luar kota agar kira nya memeriksakan dan/ melaporkan diri ke tim gugus tugas covid19.

“Tetap jaga kesehatan serta kebersihan ,untuk masyarakat yang baru pulang dari kota di harapkan melaporkan diri ke pemerintah setempat guna mencegah masuk dan menyebarnya wabah covid19 ini,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Usai Bunuh Kekasih,Hengki Lari Ke Kampung

Published

on

Caption : Hengki menyerahkan diri di Mapolres Empat Lawang

 

RELEmpat Lawang – Setelah Sempat Kabur selama 5 hari pulang ke desanya, Hengki (36) buruh bangunan, seorang pria berstatus duda, warga desa Batu Raja Baru, Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, dengan diantar pihak keluarga menyerahkan diri ke Mapolres Empat Lawang, Rabu (01/04/20).

Dihadapan Polisi, Hengki mengaku bahwa dirinya telah melakukan pembunuhan terhadap seorang wanita bernama Nia Paramitha (40) janda, warga kota Banjarmasin Propinsi Kalimantan Selatan, yang tak lain merupakan kekasihnya, pada Jumat (27/03/20) lalu disebuah kontrakan di kawasan jalan Kemuning 3 babakan Mustika Sari 1 kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi.

Pengakuannya, sebelum terjadinya peristiwa pembunuhan itu, korban Nia Paramitha datang ke kontrakannya sekitar pukul 16.00 WIB, dengan maksud meminta sejumlah uang, karena tidak ada uang pelaku tidak bisa memenuhi permintaan korban, merasa permintaannya tidak dipenuhi tiba tiba korban langsung menampar dan menendang pelaku hingga membuatnya emosi.

“Saat itu saya lagi makan dikontrakan, Dia (Nia Paramitha) datang bermaksud meminta uang sebesar 1 juta rupiah, karena tidak ada uang saya pun tak bisa memenuhi permintaannya, tiba tiba dia (korban) langsung menampar dan menendang, karena emosi dan khilaf saya ambil kain yang dipakai korban dan langsung saya lilitkan kelehernya, hingga korban tewas,”akunya.

Menyadari kekasihnya tewas ditangannya, pelaku pun panik dan pada hari sabtu (28/03/20), sekitar pukul 05.00 pagi pelaku kabur pulang ke desanya di kabupaten Empat Lawang.

Namun sebelum kabur pelaku sempat meninggalkan secarik kertas bertuliskan nomor telepon keluarga korban.

“Semalaman aku menangis di samping jenazahnya, menyesali apa yang sudah terjadi, sebelum pulang ke desa aku tuliskan nomor telepon keluarganya di secarik kertas disamping jenazah korban,”sesal Hengki

Diceritakan pelaku awal mula berkenalan dengan korban Nia Paramitha lewat media sosial facebook, sekitar bulan maret 2019 lalu.
Dari seringnya chating di medsos akhirnya keduanya bersepakat untuk bertemu dan dengan dibiayai pelaku pada bulan agustus 2019, korban pun pergi bertolak dari banjarmasin menuju jakarta.

“Aku kenal korban lewat facebook, berawal dari seringnya chating chatingan akhirnya kami berdua sepakat ingin berjumpa dan disepakatilah pada bulan agustus 2019 untuk bertemu di Jakarta, dengan sebelumnya saya transfer uang sebesar 3,3 juta rupiah untuk tiket pesawatnya,”kenang Hengki

Kini sambil menunggu proses hukum selanjutnya karena TKP nya berada di Kota Bekasi, Pelaku untuk sementara waktu diamankan di Mapolres Empat Lawang.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending