Connect with us

Empat Lawang

Pandi Bakar Rumah Wahidin,Tak Terima Anak Perempuannya di Tinggalkan

Published

on

Foto : Ist Caption : Tampak Rumah Wahidin yang dibakar oleh Pandi.

REL,Empat Lawang – Tak terima anak perempuannya ditinggalkan,pelaku datangi rumah korban dan membakarnya.

Diketahui Pelaku pembakaran rumah atas nama Wahidin (55) warga Desa Penantian Kecamatan Paiker dilakukan oleh Pandi (46) Warga Desa Padang Gelai Kecamatan Paiker

Informasi yang didapat Pembakaran rumah Wahidin oleh Pandi terjadi sekira pukul 22.00 wib,Kamis (23/7) Kemarin malam dan api dapat dipadamkan oleh warga sekitar TKP.

Dari Keterangan Camat Pasemah Air Keruh (Paiker) Noperman Subhi mengatakan dari informasi yang ia dapat dari kepala desa Penantian,
kronologis pembakaran rumah wahidin antara yang pembakar diperkirakan terjadi masalah anak.

“Masalahnya anak pandi (Ayah dari Perempuan ) ini nikah sama anak Wahidin,terus sesudah nikah beberapa hari itu anak wahidin itu lari,Nah,marah soal itulah,”Ungkap Camat Paiker saat dihubungi melalui Via Telepon.Jum’at (24/7).

Untung, Lanjutnya,pada saat itu orang masih ramai dan api cepat segara dipadamkan.

“Cuma bagian depan rumah wahidin yang sedikit terbakar dan api belum sempat besar,Cuma sekali lewat,”Ucapnya.

Sementara Kapolres Empat Lawang AKBP.Wahyu,S.IK melalui Kapolsek Pasemah Air Keruh (Paiker) IPDA.Salfia Wardi dikompirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Ya benar kejadiannya malam jumat,kemarin (23/7),”Kata Kapolsek saat di hubungi via Telepon.

Dijelaskan lebih lanjut oleh kapolsek,kronologi kejadian berawal
anak Wahidin (Pria,Red) menikahi anak Pandi (Perempuan,Red) dan setelah menikah,berselang waktu tiga hari anak Wahidin lari meninggalkan anak Pandi. Melihat anak perempuannya ditinggalkan Pandi marah dan mendatangi rumah wahidin.

“Pandi bersama temannya mendatangi rumah wahidin terus membakar rumahnya,untung api bisa dipadamkan oleh warga dan rumah wahidin tidak terbakar hanya saja kursi yang berada di depan rumah yang terbakar,”Jelasnya.

Untuk saat ini lanjutnya,korban telah melapor dan pelaku sedang dalam pengejaran karena melarikan diri pada malam kejadian

“Pelaku melarikan diri pada malam hari itu juga.untuk saat ini korban sudah diamankan diungsikan dirumah keluarganya dan kami telah meminta kepala desa Padang Gelai agar pelaku dapat menyerahkan diri,”Tukasnya.(Mg20).

Empat Lawang

Kapolda Sumsel Apresiasi Kinerja Pemkab Empat Lawang

Published

on

foto : Ist Caption : Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof DR Eko Indra Heri S setibanya di Mapolsek Paiker

REL,Empat Lawang – Dalam rangka monitor kamtibmas diwilayah hukum kabupaten Empat Lawang kapolda Sumsel Irjen Pol Prof DR Eko Indra Heri S yang didampingi Bupati Empat Lawang, pejabat utama polisi dan kapolres Empat Lawang AKBP Wahyu SIK berkunjung ke Pasemah Air Keruh.Kemarin (7/8).

Selain berkunjung ke kantor Polsek Paiker, kapolda Sumsel juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam sambutannya, kapolda Sumsel Irjen Pol Prof DR Eko Indra Heri S memuji keberhasilan pemerintah Empat Lawang memberikan rasa aman kepada warganya,

“Semua ini karena peran aktif pihak kepolisian dan juga karena dibentuknya PolPPDes,”Katanya.

Selain itu, beliau juga bernostagia, karena pada tahun 2004 pernah bertugas,menjabat sebagai kapolres Lahat dan iapun sering berkunjung ke kecamatan Paiker, beliau masih ingat dengan kondisi kantor maupun peristiwa yang pernah terjadi seperti kantor polsek pernah dibakar warga.

Kapolda dan bupati serta rombongan menyempatkan diri melaksanakan sholat Jumat di masjid di desa Nanjungan dan memberikan sumbangan kepada pengurus masjid.
Disela adanya kunjungan kapolda beserta rombongan,

Petugas dari puskesmas sibuk melaksanakan tugas protokol kesehatan seperti mengecek suhu tubuh dan melakukan cuci tangan semua peserta yang mengikuti kegiatan monitoring kamtibmas, termasuk kapolda sumsel dan bupati Empat Lawang.

Kepala Puskesmas Nanjungan Paiker Siti Khodijah mengatakan diminta atau tidak diminta setiap ada kegiatan di Paiker guna mengumpulkan orang banyak walaupun dibatasi jumlahnya harus diperiksa.

“Yang utama diperiksa kesehatannya demi menghindari penyebaran covid 19,”Ucapnya.

Sementara itu ,Camat Paiker Noperman Subhi,sangat bangga dengan adanya kunjungan kapolda ke Paiker,

“Mungkin baru kali ini ada yang mau masuk dan melakukan monitoring ke Paiker dan berharap dampaknya dapat menggugah masyarakat untuk lebih sadar mentaati protokol kesehatan. serta sadar untuk selalu memakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak dan tidak bersentuhan,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Niat Kades dan Masyarakat Bangun Masjid

Published

on

Foto : Kades For REL Caption : Kepala Desa Karang Anyar meletakan batu pertama pembangunan masjid Al-Ikhlas.

REL,Empat Lawang – Peletakan batu pertama pembangunan masjid di Desa Karang Anyar Kecamatan Sikap Dalam langsung dilakukan oleh kepala desa Karang Anyar Abdul Mumid.

Dengan menggunakan dana bantuan swadaya masyarakat serta dengan niat hati yang tulus sehingga pembangunan masjid tersebut dapat dibangun dan dilakukan peletakan batu pertama bertandanya pembangunan akan segera dimulai.

Peletakan batu pertama pun turut di hadiri seluruh Kepala Desa se -Sikap Dalam,tokoh masyarakat Desa Karang Anyar yang datang dari bengkulu.

Kepala Desa Karang Anyar Abdul Mumid mengatakan niat pembangunan masjid ini sudah dari dahulu namun ditahun ini baru terlaksana.

“Niat masyarakat Dari dulu dan niat saya pribadi selama jadi kepala desa sejak dari saya dilantik sudah berniat Alhamdulillah ditahun 2020 insya Allah terwujud,”Katanya.

Dikatakannya lebih lanjut pembangunan masjid ini nantinya berukuran 11 Meter x 14 Meter yang akan diberi nama Masjid Al-Ikhlas.

Dengan pembangunan masjid ini,Iapun berharap agar kedepannya dapat mempersatukan masyarakat Desa Karang Anyar dan Masyarakat Desa Martapura.

“Dapat mempersatukan masyarakat Desa Karang Anyar dan masyarakat Desa Martapura Kecamatan sikap Dalam,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Oknum Pol-PP Desa Gagahi Adik Ipar

Published

on

Caption : Ilustrasi

REL,Empat Lawang – Sepandai pandainya menyimpan bangkai suatu saat akan tercium juga baunya,

ungkapan pepatah lama ini pantas di gambarkan kepada Herman Cepal (42) warga Desa Talang Padang Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) Kabupaten Empat Lawang yang melakukan perbuatan kejinya dengan menggagahi adik iparnya sendiri.

Diketahui Korban KT (12) warga Desa Talang Padang Kecamatan Paiker yang masih duduk dibangku sekolah dasar (Kelas 5) yang tidak lain adik kandung dari istri Herman Cepal.

Informasi yang didapat,perbuatan kejinya diketahui berawal saat kakak dari Korban,istri Herman Cepal yaitu PR (30) mengajak korban untuk bermalam dirumahnya,namun korban tidak mau dan menolak sambil menunjukan rasa ketakutannya,

Dengan melihat kondisi adiknya seperti terancam, PR pun bertanya kepada adiknya dan Dengan nada lugu dan polos KT pun menjawabnya dengan rasa ketakutnya,

Sehingga korban mengaku telah dua kali digagahi oleh pelaku,pada Rabu pagi tanggal 15 bulan Maret sebelum puasa Ramadhan Tahun 2019 sekira pukul 09 : 00 wib

Dan peristiwa kedua terjadi dihari Senin tanggal 24 April 2019 saat pukul 04.00 wib.

Ketika pelaku melakukan perbuatan kejinya,korban dalam keadaan sadar dan selanjutnya korban tidak sadarkan diri,jawabnya KT saat ditanya kakaknya.

Sontak,mendengar pengakuan dari adiknya yang telah digagahi oleh suami Kakaknya ,pihak keluarga korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepihak yang berwajib

Camat Pasemah Air Keruh (Paiker) Noperman Subhi diketika dikompirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut.

“Ya Benar ada warga Desa Talang Padang,sekarang sudah ditangaini oleh kepolisian,”Ungkapnya saat dihubungi melalui via pesan singkat whatsapp.Jum’at (7/8)

Dikatakannya lebih lanjut,pelaku Herman Cepal adalah salah satu anggota pol-pp desa yang bertugas di Desa Talang Padang

“Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan laporan dari anggota pol-pp desa bahwa ada anggota mereka yang melakukan pemerkosaan kepada adik iparnya dan kasusnya sudah dilaporkan ke polsek paiker,”Jelasnya

Masih dikatakan Noperman,pelaku saat ini telah melarikan diri dan sudah tidak ada lagi di Desa Talang Padang

“Belum ditangkap atau belum menyerahkan diri,masih bebas, tapi sudah tidak bermukim lagi di Talang padang,pelaku sudah lari,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending