Connect with us

Pagaralam

Pagaralam Raih Penghargaan Kota Terbaik II Se Sumsel

Published

on

SERAHKAN : Walikota Pagaralam Alpian Maskoni saat menerima penghargaan dari Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, sebagai Kota Terbaik se Sumsel dalam perencanaan pembangunan Tahun 2019.

REL, Pagaralam – Pemerintah Kota Pagaralam kembali meraih penghargaan pembangunan daerah kategori Kota terbaik II se-Sumatera Selatan, dalam penyusunan perencanaan pembangunan tahun 2019.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru kepada Walikota Pagaralam Alpian Maskoni, pada kegiatan Musrenbang RKPD Provinsi Sumsel 2020, di Hotel Santika Premiere Bandara Kota Palembang.

Musrenbang RKPD Provinsi Sumsel ini turut dihadiri oleh Kapolda Sumsel, Pangdam II Sriwijaya, seluruh Bupati/Walikota se Sumatera Selatan, Kepala Bappeda se-Sumsel, Dirjen Keuangan Kemendagri, Deputi Bidang Pengembangan Sumberdaya Daerah Bappenas, dan Staf Ahli Mensos RI.

Walikota Pagaralam Alpian Maskoni, SH menuturkan, dirinya bersyukur karena Kota Pagaralam kembali mendapatkan penghargaan dari Gubernur Sumsel sebagai Kota Terbaik ke II dalam penyusunan perencanaan Pembangunan.

“Alhamdulillah, Penghargaan ini merupakan apresiasi pemerintah Provinsi dalam perencanaan pembangunan Kota Pagaralam 2019 ini,” ujarnya.

Selain itu, Alpian sangat mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam penyusunan rencana pembangunan di Pagaralam. Hal ini harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan agar semua pembangunan di Pagaralam ini merata dan dirasakan semua lapisan masyarakat Pagaralam.

“Saya mewakili masyarakat dan Pemkot Pagaralam mengapresiasi tim penyusunan rencana pembangunan untuk Kota Pagaralam yang telah bekerja maksimal menyusun rencana pembangunan tersebut,” pungkasnya (17).

Kabar Sumsel

Kakorlantas Cek TKP dan Korban

Published

on

 

REL, Pagaralam – Kakorlantas Mabes Polri Irjen Pol Istiono mengecek lokasi Bus jatuh kejurang, Selasa sore (24/12). Selanjutnya mengecek keberadaan korban di RSUD Besemah.

Ditemui di RSUD Besemah, Jenderal bintang dua ini mengungkapkan bahwa data sementara ada 28 korban tewas dan 13 korban selamat.

Terkait Kronologis kecelakaan, diungkapkannya bahwa Bus Sriwijaya sebelumnya dari Bengkulu- Palembang mengangkut 31 penumpang.

“Hasil kroscek kita dengan PO di bengkulu mengakut 31 penumpang,” ujarnya didampingi Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Juni dan Kabid Dokes Kombea Pol sr Syamsul, Bahar, Selasa (24/12) sekitar pukul 18.00 WIB.

Lalu dalam perjalanan dari keterangan kernet dan penumpang yang masih hidup bahwa mengangkit penumpang lain mencapai 50 orang. “Jadi masih ada penumpang yang belum ditemukan karena baru 41 korban tewas dan selamat yang diketahui,” tambahnya.

Lanjutnya, sopir dalam perjalanan jugavmelaku dengan kecepatan agak tinggi. Selain itu sempatcmengalamindua insiden, yakni serempetan dengan mobil lain dan masuk siring. Jadi sudah ada gejala sebelumnya.

Lalu di TKP dengan kemiringan sekitar 45 derajat, mobil langsung melaju masuk ke dalam jurang.

“Untuk penyebab tin akan melakukan olah TKP untuk mengetahui sebab utama apakah faktor manusia, kendaraan, jalan dan cuaca,” ungkapnya.

Lalu untuk himbauan diharapakan dipasang warning rambu- rambu.

Ditambahkan Kabid Dokes Polda Sumsel Kombes Poldr Syamsul Bahar Mkes bahwa hingga pukul 20.00 WIB, Selasa (24/12) bahwa dari 28 korban tewas satu belum teridentifikasi. Lalu ubtuk laporan orang hilang ada 5 penumpang yang belum diketahui. (gti/rls).

Baca Selengkapnya

Pagaralam

Peserta JPD Dipersilahkan Nikmati Keindahan Kota

Published

on

TINJAU : Walikota Pagaralam Alpian Maskoni, SH saat meninjau salah satu Stand peserta JPD 2019, Kemarin.

REL, Pagaralam – Peserta Jambore Pemuda Daerah (JPD) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang berasal dari 15 Kabupaten / Kota se Sumsel di persilahkan menikmati keindahan Alam dan Wisata Kota Pagaralam. Hal ini di sampaikan Walikota Pagaralam Alpian Maskoni saat membuka kegiatan tersebut yang di gelar di kawasan Eks Villa MTQ Gunung Gare, Rabu (19/6)

Dari 17 Kabupaten / Kota se Sumatera Selatan hanya 15 Kabupaten / Kota yang mengirim utusan. Sedangkan 2 Kabupaten Kota yang tidak mengirim utusan adalah Kota Lubuk Linggau dan Ogan Ilir.

Walikota Alpian Maskoni saat mewakili Gubernur Sumatera Selatan membuka kegiatan JPD Sumsel, mengatakan, peran pemuda ini sangat penting, bahkan kemerdekaan Indonesia pun tidak lepas dari peran pemuda. Untuk itulah kegiatan JPD ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi pemuda Sumsel dalam berkompetisi dan berkreativitas.

“Sebagai tuan rumah kegiatan JPD 2019, saya minta peserta JPD untuk bisa menikmati suasana alam yang ada di Pagaralam, dan mengunjungi sejumlah objek wisata yang ada,” pungkasnya

Walikota juga berpesan kepada para peserta JPD untuk berkompetisi dengan menjunjung tinggi sportivitas.

“Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi tempat transformasi budaya antar sesama peserta yang berasal dari kabupaten/kota yang ada di Sumsel,” katanya (17).

Baca Selengkapnya

Pagaralam

Stop Wahana Hiburan Tidak Kantongi Izin

Published

on

STOP : Kepolisian Resort (Polres), Kota Pagaralam, menghentikan paksa wahana hiburan dan permainan rakyat di arena Besemah Expo.

REL, Pagaralam  – Kepolisian Resort (Polres), Kota Pagaralam, menghentikan paksa wahana hiburan dan permainan rakyat di arena Besemah Expo menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pagaralam ke-18 di Alun- alun, Utara.

Kapolres AKBP Trisaksono Pospo Aji SIK Msi didampingi Kapolsek Pagaralam Utara, AKP Herry Widodo SH,  memimpin langsung proses penghentian wahana hiburan di halaman Rumah Sakit DKT, Kemarin.

Menurut Trisaksono, semua harus ikuti aturan termasuk izin, untuk menggelar berbagai kegiatan di arena Besemah Expo agar tidak terkesan pilih kasih.

“Saya minta semua aktifitas wahana permainan dan hiburan distop mengingat tidak memiliki izin,” kata dia.

Menurut dia, memang setiap kegiatan di arena Besemah Expo harus memiliki izin, mengingat ada aturannya termasuk laik atau tidak semua peralatan yang digunakan.

“Hal inilah yang menjadi pertimbangan untuk memberikan izin, kalau terjadi apa-apa siapa yang tanggung jawab,” kata dia.

Ia mengatakan, jangan sampai ketika muncul persoalan pihak EO Besemah Expo yang harus bertanggungjawab, mengingat izin kegiatan wahana hiburan terpisah dengan penyelenggaraan kegiatan lainya.

“Kegiatan izin Besemah Expo saja yang mengajukan izin, sementara diluar itu tidak ada isinya,” ujar dia.

Lanjutnya, kalau pihak pengelola wahana hiburan masih bandel akan diberikan tindakan tegas dengan penutupan paksa.

“Saya minta kegiatan wahana hiburan distop karena tidak memiliki izin, kalau masih bandel akan ditindak tegas,” ujar dia.

Sementara itu Plt Kepala Disperindagkop UKM dan PP Kota Pagaralam, Gindo Simanjuntak SSt MM, didampingi Dian mengatakan memang belum ada isinya untuk kegiatan hiburan keculai bazar.

“Memang belum ada izin untuk hiburan keculali kegiatan bazar dan Besemah Expo,” kata dia. (17)

Baca Selengkapnya

Trending