Connect with us

Empat Lawang

Oknum Kelurahan “Sunat” Gaji RT

Published

on

REL, Empat Lawang – Sejumlah Ketua RT di Kelurahan Pagar Tengah Kecamatan Pendopo, mengeluhkan pemotongan gaji tanpa rapat dan koordinasi yang dilakukan oknum di kelurahan tersebut, sehingga menyebabkan seluruh Ketua RT tidak full menerima besaran gaji mereka, yang dibayar per-triwulan tersebut.

“Kami mengeluhkan itu, besaran gaji yang kami terima hanya Rp 500 ribu per-bulan. Padahal, total gaji yang seharusnya kami terima itu kisaran Rp 600 ribuan lebih per-bulan,” ungkap salah seorang Ketua RT di kelurahan itu, yang meminta namanya dirahasiakan kepada wartawan, Selasa (12/3/2019).

Dikatakannya, hampir seluruh Ketua RT di kelurahannya itu, menyayangkan adanya pemotongan gaji mereka secara sepihak itu. Selain tanpa koordinasi, pemotongan yang dilakukan juga memiliki alasan yang tidak jelas. “Alasan oknum itu macam-macam. Untuk biaya SPJ-lah, biaya operasionallah, buat beli gorengan dan sebagainya yang alasannya sulit kami terima,” ujar dia.

Sementara sebut dia, semua orang tahu jika kelurahan memiliki anggaran sendiri untuk operasional dari APBD. Bukan dari memotong gaji RT.

“Kelurahan Pagar Tengah memiliki 3 RW dan sekitar 15 RT. Pemotongan gaji ini bukan kali pertama, tapi sejak tahun (2018) lalu demikian juga. Kami berharap kedepannya tidak terjadi lagi, itu saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabag Tata Pemerintahan Setda Empat Lawang, RM Sobri mengatakan, penganggaran gaji Ketua RT dan RW se Kabupaten Empat Lawang, dilakukan di tingkat kecamatan masing-masing. Di Kabupaten Empat Lawang sebut dia, kelurahan cuma ada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tebing Tinggi dan Kecamatan Pendopo.

“Di Tebing Tinggi ada enam kelurahan dan di Pendopo ada tiga kelurahan. Untuk persoalan gaji RT, besarannya untuk saat ini saya tidak tahu, karena dikelolah di tingkat kecamatan,” sebut Sobri.

Pada awalnya sebut Sobri, Ketua RT dan RW tidak memiliki insentif/gaji. Namun pada 2006, saat wilayah Kabupaten Empat Lawang masih bergabung dengan Kabupaten Lahat, keluar peraturan daerahnya yang mengatur masalah insentif ketua RT dan RW, sehingga setiap bulan ketua RT dan RW menerima insentif, termasuk di kelurahan yang ada di Tebing Tinggi dan Pendopo, yang dulunya memang merupakan wilayah Kabupaten Lahat.

“Jadi, untuk urusan gaji Ketua RT dan RW, itu ada pada ranah camat. Kita tidak tahu menahu tentang itu,” jelasnya. (12).

Empat Lawang

Satu Desa Masuk Penyelidikan Kejakasaan

Published

on

STIKER : Pembagian stiker pesan anti korupsi di jalan raya depan kantor Kejari Empat Lawang, Senin (9/12).

REL, Empat Lawang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, sedang melakukan penyelidikan dugaan kasus penyalahgunaan Dana Desa di Kabupaten Empat Lawang. Setidaknya satu desa di Kecamatan Tebing Tinggi, masuk dalam tahap penyelidikan pihak Kejari Empat Lawang.

Selain perkara dugaan korupsi Dana Desa, Kajari Empat Lawang juga terus melakukan penyelidikan dugaan kasus korupsi talas Bantaeng yang saat sedang dalam proses perhitungan kerugian keuangan negara dan tinggal menunggu hasil audit BPKP.

“Pada tahun 2019 ini, kami juga berhasil eksekusi putusan kasasi terhadap perkara pekerjaan dan pengadaan peningkatan produk, produktivitas dan mutu produk pertanian, produk perkebunan, perluasan areal sawah di Desa Padang Gelai Kecamatan Paiker. Eksekusinya, April 2019 lalu atas nama Yayan,” kata Kajari Empat Lawang, Ronaldwin SH melalui Kasi Pidsus, Sazili SH saat dibincangi wartawan, usai pelaksanaan kegiatan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di lingkungan Kejari Empat Lawang, Senin (9/12).

Dijelaskan Sazili, kasus korupsi yang melibatkan Yayan tersebut, merupakan kasus perkara anggaran 2010. “Dalam kasus ini, kita berhasil menyelamatkan keuangan negara dari perkara Yayan sebesar Rp 18 juta dan menerima pembayaran denda Rp 50 juta,” terangnya.

Disampaikannya, dalam peringatan hari anti korupsi pada tahun ini, Kejari Empat Lawang, menggelar berbagai kegiatan, antara lain, upacara yang diinspekturi Kajari Empat Lawang yang membacakan amanat Kajagung RI. “Peserta upacara, merupakan kaum milenial. Kita ajak anak-anak SMK Negeri 1 Empat Lawang untuk ikut upacara,” terangnya.

Pada peringatan hari anti korupsi tahun ini, tema bersama adalah melawan korupsi mewujudkan Indonesia maju. Kajari Empat Lawang, lanjut dia, mengingatkan kepada seluruh pegawai, agar menjaga integritas dalam menjalan tugas dan wewenang yang dimiliki.

“Setelah upacara Kajari serta pegawai dan anak SMK membagikan stiker himbauan anti korupsi yang dibagikan kepada masyarakat di depan halaman kantor Kejari,” imbuhhya.

Sementara itu, di Bidang Datun sendiri berhasil menyelamatkan kerugian negar sebesasr Rp 182 juta yakni Tagihan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenegakerjaan dan Penarikan kendaraan dinas milik PDAM Empat Lawang.

“Total uang negara yang berhasil diselamatkan di bidang Datun sebesar Rp 182 juta termasuk penarikan kendaraan dinas PDAM,” kata Kasi Datung Adi Candra. (12)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Wabup dan Kepala OPD Adu Keahlian Memasak

Published

on

CICIP : Ketua Tim Penggerak PKK Empat Lawang Hj Hept Safriyani Joncik mencicipi salah satu masakan peserta, Senin (9/12).

REL, Empat Lawang – Para Kepala OPD di jajaran Pemerintahan Kabupaten Empat Lawang, mengikuti lomba masak pindang patin Musi, dihalaman parkir Kantor Bupati Empat Lawang, Senin (9/12/2019).

Kegitan yang merupakan rangkaian hari Ibu dan HUT Dharma Wanita persatuan tersebut, juga dikuti Wakil Bupati Empat Lawang Yulius Maulana dan Forumkopinda Kabupaten Empat Lawang.

Ketua Tim Penggerak PKK Empat Lawang Hj Hept Safriyani Joncik mengaku, tujuan digelarnya lomba pindang ini tidak lain untuk menjalin keakraban antara OPD.

“Kenapa dibuat pindang biasanya lomba masak nasi goreng, nasi goreng itukan sudah biasa jadi hari ini kita mau mencari yang luar biasa,” ungkap Ibu Bupati Empat Lawang tersebut.

Untuk ikannya sendiri lanjut Happy, pihaknya mengambil keseragaman yaitu ikan patin Musi, yang merupakan ikan asli dari sungai Musi Empat Lawang.

Kedepan jika ada lomba masak pindang ditingkat Sumsel, pindang Empat Lawang ini akan ditampilkan, karena pindang Empat Lawang ini memiliki ciri khas tersendiri.

“Kenapa kita pilih masakan pindang, ini kita lakukan agar masyarakat dan OPD tahu pindang Empat Lawang itu seperti apa. Tapi sebagian sudah ada yang tahu,” jelasnya.

Sementara Wakil Bupati Empat Lawang Yulius Maulana, sangat mengapresiasi dan mendukung lomba masak pindang patin musi tersebut.

“Saya mendukung lomba masakan Daerah ini. Karena jangan sampai generasi penerus bangsa ini, khususnya generasi Empat Lawang tidak ada yang tahu masakan Daerah, jangan cuma tahunya KFC dan makanan siap saji saja,” kata Wakil Bupati Empat Lawang.

Dirinya berharapan, Kedepan masakan khas Daerah seperti masakan pindang ini tetap dilestarikan, dan masyarakat tahu kalau ada masakan khas Empat Lawang yang enak dan tidak kalah dengan masakan dari luar. (mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Hasil Sementara 1875 Pelamar Lulus Administrasi

Published

on

Hendrawan Rizqi

REL, Empat Lawang – Plt Kepala BKPSDM Empat Lawang melalui Kasubid Pengadaan dan Pemberhentian Aparatur, Hendrawan Rizqi memastikan lokasi tes pelamar CPNS Kabupaten Empat Lawang di Opi Mall Palembang. Tak hanya Empat Lawang,  Kabupaten/kota seperti Ogan Ilir. OKU Timur, OKU Selatan, Ogan Komring Ilir, Prabumulih, Banyuasin juga diagendakan di tempat yang sama.

“Hal tersebut berdasarkan hasil rapat di BKN kemarin,” kata Hendrawan saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Kamis (5/12/2019).

Pada tanggal 12 Desember 2019 mendatang, lanjut Hendrawan, pengumuman administrasi akan ditampilkan di website Empat Lawang. Hingga saat ini tercatat ada 1875 pelamar CPNS yang lulus administrasi dari 2037 pelamar. Namun hal tersebut masih bersifat sementara. Sedangkan yang diperlukan di Empat Lawang hanya 95 kuota saja.

“Ada kemungkinan akan bertambah karena mungkin akan ada peraturan baru dari pusat. Verifikasi berkas administrasi sampai tanggal 12 Desember 2019 nanti,” ucapnya.

Hendrawan menambahkan tercatat yang paling banyak diminati pelamar ialah formasi Pendataan Laporan Keuangan yakni sebanyak 236 pendaftar, sementara yang diambil hanya 2 orang. Paling sepi ialah formasi Pengelola Retribusi Terminal yakni 1 pendaftar.

Sedangkan untuk jadwal tes sendiri masih belum bisa dipastikan dikarenakan masih menunggu arahan dari pusat.

“Jadwal belum ada, masih menunggu dari pusat. Perkiraan di bulan Februari 2020. Sampai saat ini masih ada kementerian yang buka pendaftaran sampai tanggal 7 Desember 2019,” tutur Hendrawan. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Trending