Connect with us

Empat Lawang

Noto-Kison Resmi Nomer Urut 3

Published

on

SAMBUTAN : Pasangan H Yulizar Dinoto- H Kison Syahrin saat memberikan sambutan dalam penetapan pasangan calon di kantor KPUD Empat Lawang , Selasa (3/4).
  • KPUD Tetapkan Paslon Perseorangan Ikut Dalam Pilkada

REL, Empat Lawang – Dipusatkan di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Empat Lawang pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka penetapan pasangan calon dan nomor urut Calon Bupati dan Wakil Bupati Empat Lawang dari jalur independen ini dilaksanakan sekitar pukul 11.00 wib, Rabu (4/3).

Pantauan wartawan REL saat dilokasi Ratusan masa pendukung Paslon H Yulizar Dinoto – H Kison Syahrin (Noto-Kison) ini turut mengiringi jalannya rapat pleno tersebut, namun sebanyak 20 orang saja masa pendukung yang hanya diperbolehkan masuk kedalam ruangan kantor KPU Empat Lawang mengikuti jalannya Rapat Pleno.

Tampak Aparat keamanan mulai dari gabungan Anggota Polres Empat Lawang dan Anggota polsek Tebing Tinggi 50 orang personil, serta pihak Anggota Koramil sebanyak 6 personil ikut menjaga saat prosesi Rapat Pleno Terbuka tersebut berlangsung.

Paslon dari jalur independen tersebut usai hasil rapat pleno tersebut dinyatakan secara resmi oleh KPUD Empat Lawang dapat mengikuti Kompetisi pilkada 2018-2023 pada 27 bulan juni mendatang.

Ketua KPU Empatlawang Mobius Alhazan mengatakan, rapat pleno terbuka terkait putusan PTTUN Medan atas Penetapan Calon dari jalur independen tersebut.

“Hari ini (Rabu) juga dipastikan kami menetapkan Paslon H Yulizar Dinoto – H Kison Syahrin dengan diberikan nomor urut tiga, mengingat untuk nomor urut satu dan dua sudah ada para paslon yang memiliki secara diundi kemarin, jadi ini istimewa kami memberikan nomor urut, karena paslon ini tidak diundi lagi pengambilan nomornya,”kata Mobius.

Mobius juga menyampaikan atas segala ketertinggalan baik waktu pelaksanaan kampanye maupun mengenai alat peraga harus segera dikordinasikan kepada pihak KPU dan juga pihak Panwaslu, termasuk untuk jadwal kampanye.
“Kami tetapkan bahwa pada saatnya nanti hak paslon langsung melekat kepada pasangan Yulizar dinoto dan Kison, seperti fasilitas alat peraga kampanye, paslon juga wajib mendapatkan Walpri,” ungkapnya.

Saat dibincangi Wartawan REL terkait tidak adanya penggunaan hak KPU untuk melakukan banding ataupun pengkajian ulang dalam uji layak materi putusan PTTUN, Mobius menyampaikan bahwa keputusan untuk segera melakukan rapat pleno dan tidak adanya banding dari dari KPUD karena sebelumnya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Bawaslu Provinsi, Komisioner dan juga Komisioner Pusat.

“Banyak hal yang kita pertimbangkan, untuk itulah kami dari KPUD Empat Lawang tidak melakukan Banding atas keputusan PTTUN tersebut, dan hari ini merupakan hari terakhir penetapan dikarenakan penetapan tersebut harus kita lakukan satu minggu setelah keputusan PTTUN dikeluarkan,” pungkasnya.

Sementara itu, H Yulizar Dinoto didampingi pasangannya H Kison Syahrin mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih atas prosesi Rapat Pleno Terbuka ini digelar, dan pihak KPUD Empat Lawang tidak melakukan banding.

“Sebelumnya saya ucapkan terimakasih, dan alhamdulillah nomor urut kita sudah dapat dengan nomor urut tiga, semoga kami terus diridoi melaju kedepan sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Empata Lawang,” Tandasnya.

Berita sebelumnya, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan mengabulkan tuntutan pasangan calon (Paslon) Yulizar Dinoto-Kison Syahrin.

Hal itu ditegaskan Ketua harian H Yulizar Dinoto- H Kison Syahrin Paradis Tanaka saat dikonfrimasi wartawan, Selasa (27/3).

“Hari ini (Kemarin,red) telah ditetapkan bahwa gugatan paslon Yulizar Dinoto-Kison Syahrin dikabulkan oleh PTTUN Medan,” kata Paradis.

Pihaknya, kata Paradis, mengugat Surat Keputusan (SK) KPU terkait penetapan paslon pada 12 Februari lalu.
“Jadi kami meminta KPU untuk mencabut SK penetapan paslon lalu. Berdasarkan putusan PTTUN Medan, maksimal lima hari KPU wajib mencabut SK penetapan paslon kemarin dan menerbitkan SK baru,” ungkapnya. (Mg14)

Empat Lawang

Desa Ulak Dabuk Salurkan BLT DD Tahap II

Published

on

Caption : Kades berikan BLT kepada warga yang disaksikan Camat Talang Padang

REL,Empat Lawang – Pemerintahan Desa Ulak Dabuk Kecamatan Talang Padang Kabupaten Empat Lawang kembali menyalurkan BLT dana Desa tahap II (Kedua,Red) yang sebelumnya tahap I (Satu) sudah 100 persen di salurkan kepada warga yang terkena dampak covid-19.

Hal tersebut dikatakan kepala desa (Kades) Ulak Dabuk Kasmir mengatakan untuk tahap I sudah direalisasikan sepenuhnya diberikan kepada warga.

“Hari ini penyaluran BLT DD tahap II dengan data yang sama dan penyaluran ini tanpa ada potongan apapun 100 persen diberikan kepada warga,”Jelasnya.Kamis (4/6).

Karena lanjutnya penyaluran ini diberikan kepada warga yang terdampak covid19.diberikan selama tiga bulan dengan nominal sebesar 600 perbulannya

“Bulan April sudah di berikan sebesar 600 dan untuk bulan Mei hari ini juga diberikan 600 dan untuk bulan Juni masi menunggu jadwal berikutnya,”Terangnya.

Selaku kepala desa,ia mengharapkan bantuan langsung tunai ini bisa dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari sampai wabah covid19 ini berlalu .

“Gunakan bantuan ini untuk keperluan hidup jangan dipoya poyakan dan semoga wabah virus corona ini cepat berlalu hilang di muka bumi terkhususnya di daerah yang kita cintai,”Harapnya.

Sementara Pendamping Lokal Desa ( PLD ) Eflansah mengatakan penyaluran BLT DD di Desa Ulak Dabuk sudah rampung disalurkan.

“Untuk tahap I dan II alhamdulilah sudah disalurkan semua kepada yang berhak menerima sedangkan untuk tahap III masih menunggu bulan selanjutnya,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Kenal Lebih Dekat dengan Penulis Daerah, Anita Silvia atau Dikenal dengan Nama Pena Malaikat Bersayap

Published

on

Caption : Anita Silvia

 

Menulis adalah hobi dari gadis manis yang bernama lengkap Anita Silvia. Sedari kecil ia sangat suka menulis diary. Awalnya hanya bentuk diary, seiring dengan berjalannya waktu hobi itu menjadi profesi. Ingin tahu kisah perjuangan Anita menjadi penulis tingkat daerah di Kabupaten Empat Lawang? Simak kisahnya di bawah ini.

 

 

>>> Anita – Tebing Tinggi <<<

Semangat Membuatmu Bergairah, Bersyukur Membuatmu Bahagia. Itulah prinsip hidup yang dipegang oleh gadis manis bernama lengkap Anita Silvia atau lebih dikenal dengan nama pena Malaikat Bersayap. Anita merupakan putri asli Empat Lawang, lahir di Tebing Tinggi, 9 Oktober 1993, dari pasangan suami istri bernama Lukman dan Elvi Sukaisi.

Anita mempunyai cita-cita ingin menebar kebaikan melalui tulisan. Menulis adalah satu-satunya hobi yang konsisten ia lakukan, karena hobinya itu juga kini ia menjadi salah satu Jurnalis di Surat Kabar Rakyat Empat Lawang (REL). Selain menjadi Jurnalis, Anita juga menjadi penulis tingkat daerah di Kabupaten Empat Lawang. Kemampuannya menulis dibuktikan dengan dipercayai untuk menulis buku biografi Bupati Empat Lawang periode 2016-2018, Syahril Hanafiah. Waktu itu, Anita baru saja menamatkan pendidikan S1 nya.

Bukanlah hal yang mudah untuk bisa mencapai titik itu, di akhir semester Anita memulai debut karirnya sebagai penulis pemula di kampusnya, IAIN Bengkulu. Sewaktu kuliah, ada dua buku antologi cerpen dan satu buku novel yang ia launchingkan. Antologi cerpen karya tunggalnya berjudul Cahaya di Ujung Kelam dan antologi cerpen bersama teman-temannya berjudul Satu Hati Tujuh Purnama, kemudian satu novel fiksi karya tunggalnya berjudul Putri Empat Lawang Mengawali Mimpi di Bumi Raflesia.

Prestasi berkarya di tanah rantau membawanya dipercayai untuk menulis buku biografi orang nomor satu di Empat Lawang kala itu. Sejak melaunchingkan buku biografi Syahril Hanafiah yang merupakan Bupati Empat Lawang pada masanya, nama Anita kian banyak dikenal di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

Anita juga kerap memenangkan lomba-lomba menulis fiksi seperti cerpen dan novel dalam skala nasional. Kemudian pengalaman berharga lainnya yakni, Anita diberikan kesempatan membacakan puisi tentang bencana alam di depan Menteri Sosial, Agung Kartasasmita didampingi oleh pimpinan daerah se Sumatera Selatan, serta disaksikan oleh 4.000 peserta seluruh Indonesia.

“Apa yang diraih sekarang belumlah seberapa. Masih banyak mimpi yang harus diwujudkan. Semoga ke depannya bisa menulis dalam skala nasional dan dibaca banyak orang,” kata Anita saat diwawancarai oleh media.

Saat ini, Anita menempuh pendidikan S2 di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Menurutnya, pendidikan ialah salah satu hal yang terpenting untuk keseimbangan hidup di dunia dan akhirat. Sembari berkerja dan kuliah, Anita tetap konsisten menjalani hobi menulisnya. Semangat menulisnya menggiring Anita menjadi salah satu Duta Literasi Kabupaten Empat Lawang mendampingi bunda Hepy Safriani Joncik untuk menebar virus literasi di tanah kelahirannya.

“Biasanya saya menulis buku fiksi itu dari malam Jumat sampai ke malam minggu setiap minggunya. Sekarang lagi garap novel tentang Empat Lawang yang akan duet bersama seorang teman. Doakan semoga novel kami cepat rampung,” ucapnya. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Bupati Resmikan Posko Tangkal Covid-19

Published

on

FOTO : PADRI / REL Caption : Bupati Empat Lawang saat tiba di posko tangkal covid19 ,terlebih dahulu mencuci tangan yang telah disediakan.

 

REL,Empat Lawang – Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, resmi melaunching posko Siaga Covid-19, Selasa (2/6/2020).

Posko siaga Covid-19 ini disiapkan, sebagai kampung covid di Empat Lawang, dalam rangka menuju New Normal atau kehidupan yang baru, dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Ini bagian dari menuju New Normal dan kebetulan Empat Lawang masuk dari 102 didaerah yang masuk New Normal, ini sungguh luar biasa,” ungkap Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, disela-sela launching posko siaga covid-19.

New Normal tersebut dijelaskan Bupati, merupakan kehidupan tatanan yang baru dengan menerapkan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, cuci tangan, jaga jarak.

“Saya kaget juga setelah pemerintah pusat menetapkan New Normal, karena New Normal ini di lakukan agar Ekonomi kita tidak ambruk,” jelasnya.

Pihaknya lanjut Joncik, selaku Pemerintah harus memberikan contoh kepada masyarakat, sebab New Normal ini berbeda dengan kehidupan sebelum wabah covid.

” New Normal ini adalah tatanan kehidupan kita yang baru, dengan menerapkan protokol kesehatan, dan kita harus memberikan contoh terhadap masyarakat, kalau kita minta masyarakat pakai masker kita harus pakai masker, kalau kita minta jaga jarak kita yang mulai,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending