oleh

Musim Panen, Harga Kopi Turun

REL, Empat Lawang – Berkebun kopi menjadi salah satu mata pencaharian andalan masyarakat Kabupaten Empat Lawang, dan umumnya petani kopi. Lahan perkebunan kopi ini tersebar di hampir setiap kecamatan.
Namun nasib petani kopi di Empat Lawang belum sepenuhnya membaik, karena pada saat panen kopi justru harganya turun. Seperti halnya pada musim panen kopi tahun ini, harga kopi yang sebelumnya berkisar antara Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per kilogram, memasuki musim panen harga kopi turun menjadi Rp17 ribuan.

Diperkirakan pada puncak musim panen, harga kopi bisa saja turun lagi, sebab biasanya jika barang melimpah harga menjadi turun.

Berangsur turunnya harga kopi ini, disayangkan para petani kopi di Empat Lawang, apalagi kebutuhan meningkat saat ini mendekati anak masuk sekolah tahun ajaran baru, banyak kerabat atau tetangga yang menggelar hajatan, serta kebutuhan menjelang lebaran lalu.

Sehingga kebanyakan petani kopi tidak sempat menyimpan lagi hasil panen kopi menunggu harga naik, tetapi langsung menjualnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keperluan lainnya.

“Sekarang sedang geliatnya warga di desa menjemur kopi, namun yang sangat disayngkan adalah harga jualnya murah kisaran Rp 17 Ribu,” ujar Ali Murtopo Kepala Desa Talang Padang Kecamatan Talang Padang.

Bahkan lanjut Kades, bukan hanya harga jual yang murah melainkan panen kopi tahun ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

“Panen tahun turun bukan cuma harga murah,” ucap Kades.

Tentu saja masih dikatakan Kades, kondisi seperti dialami oleh para petani kopi yang di desa bahkan diseluruh Kabupaten Empat Lawang, kopi sudah kering bagi para petani langsung dijual karena kebutuhan.

“Harga jatuh dan hasil panen turun jelas meajdi obrolan par apetani kopi ditambahkan kebutuhan anak sekolah dan lain-lain membuat para petani usai kering kopi langsung dijual,” pungkasnya. (12).

BACA JUGA