Connect with us

Empat Lawang

Miris, Warga Terpaksa Timbun Jalan Negara

Published

on

REL, Empat Lawang – Kerusakan Jalan Lintas tengah Sumata (Jalintengsum) yang berada di Pasar Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang,

kerusakan jalan tersebut kian memprihatinkan, selain banyak yang berlubang saat hujan tiba Jalan Negara tersebut layaknya seperti kubangan kerbau. Mirisnya lagi sampai saat ini belum ada perbaikan dari pemerintah terkait.

Pantauan dilokasi, selain tergenang air Jalintengsum tersebut juga banyak yang berlobang, sehingga membuat pengendara yang melintas di jalur ini harus ekstra hati-hati.

Kali ini terpaksa warga kelurahan Pasar Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, menimbun Jalan Negara tersebut dengan serpihan sisa matrial bekas bangunan rumah warga.

“Ini hanya Inisiatif saja, saya menimbun jalan ini, jarna kami tinggal disini, sebab kalau tidak ditimbun saat kendaraan melintas disini cipratan airnya sampai kedepan tokoh kami, dan juga kita takutnya ada pengendaran yang celaka akibat lobang yang di penuhi air ini,” kata Ardian salah satu warga kelurahan Pasar Kecamatan Tebing Tinggi, ketika dibincangi Wartawan REL sembari menimbun Jalintengsum tersebut, Selasa (20/2).

Menurutnya, kondisi kerusakan jalan tersebut pernah diperbaiki oleh Polisi dengan menutup lubang jalan dengan krokos, namun sekarang kondisi jalan sudah kembali berlubang.

“Lihat saja Jalintengsum yang ada di Pasar Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang ini, Mana becek, seperti tidak ada perhatian saja dengan jalan ini,” ketusnya

Jika sebelumnya pihak Satlantas Polres Empat Lawang pernah menimbun Jalan Lintas tengah Sumatra yang tepatnya jalan Negara tersebut berada di Pasar Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

“Sekitar April 2017 lalu pihak kami (Satlantas Polres Empat Lawang red) pernah Kami timbun dengan batu Koran,”Terang kasatlantas Polres Empat Lawang, AKP Budi Harto.

Dituturkan Budi, saya prihatin dengan kondisi jalan lintas di Pasar Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang,apalagi jalan ini tepatnya didepan Mapolres Empat Lawang.

“Kalau Jalan sudah rusak parah begini bisa menimbulkan Lakalantas, hendaknya pihak terkait memperhatikan Jalan ini,” tukasnya (Mg14)

Empat Lawang

Desa Ulak Dabuk Salurkan BLT DD Tahap II

Published

on

Caption : Kades berikan BLT kepada warga yang disaksikan Camat Talang Padang

REL,Empat Lawang – Pemerintahan Desa Ulak Dabuk Kecamatan Talang Padang Kabupaten Empat Lawang kembali menyalurkan BLT dana Desa tahap II (Kedua,Red) yang sebelumnya tahap I (Satu) sudah 100 persen di salurkan kepada warga yang terkena dampak covid-19.

Hal tersebut dikatakan kepala desa (Kades) Ulak Dabuk Kasmir mengatakan untuk tahap I sudah direalisasikan sepenuhnya diberikan kepada warga.

“Hari ini penyaluran BLT DD tahap II dengan data yang sama dan penyaluran ini tanpa ada potongan apapun 100 persen diberikan kepada warga,”Jelasnya.Kamis (4/6).

Karena lanjutnya penyaluran ini diberikan kepada warga yang terdampak covid19.diberikan selama tiga bulan dengan nominal sebesar 600 perbulannya

“Bulan April sudah di berikan sebesar 600 dan untuk bulan Mei hari ini juga diberikan 600 dan untuk bulan Juni masi menunggu jadwal berikutnya,”Terangnya.

Selaku kepala desa,ia mengharapkan bantuan langsung tunai ini bisa dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari sampai wabah covid19 ini berlalu .

“Gunakan bantuan ini untuk keperluan hidup jangan dipoya poyakan dan semoga wabah virus corona ini cepat berlalu hilang di muka bumi terkhususnya di daerah yang kita cintai,”Harapnya.

Sementara Pendamping Lokal Desa ( PLD ) Eflansah mengatakan penyaluran BLT DD di Desa Ulak Dabuk sudah rampung disalurkan.

“Untuk tahap I dan II alhamdulilah sudah disalurkan semua kepada yang berhak menerima sedangkan untuk tahap III masih menunggu bulan selanjutnya,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Kenal Lebih Dekat dengan Penulis Daerah, Anita Silvia atau Dikenal dengan Nama Pena Malaikat Bersayap

Published

on

Caption : Anita Silvia

 

Menulis adalah hobi dari gadis manis yang bernama lengkap Anita Silvia. Sedari kecil ia sangat suka menulis diary. Awalnya hanya bentuk diary, seiring dengan berjalannya waktu hobi itu menjadi profesi. Ingin tahu kisah perjuangan Anita menjadi penulis tingkat daerah di Kabupaten Empat Lawang? Simak kisahnya di bawah ini.

 

 

>>> Anita – Tebing Tinggi <<<

Semangat Membuatmu Bergairah, Bersyukur Membuatmu Bahagia. Itulah prinsip hidup yang dipegang oleh gadis manis bernama lengkap Anita Silvia atau lebih dikenal dengan nama pena Malaikat Bersayap. Anita merupakan putri asli Empat Lawang, lahir di Tebing Tinggi, 9 Oktober 1993, dari pasangan suami istri bernama Lukman dan Elvi Sukaisi.

Anita mempunyai cita-cita ingin menebar kebaikan melalui tulisan. Menulis adalah satu-satunya hobi yang konsisten ia lakukan, karena hobinya itu juga kini ia menjadi salah satu Jurnalis di Surat Kabar Rakyat Empat Lawang (REL). Selain menjadi Jurnalis, Anita juga menjadi penulis tingkat daerah di Kabupaten Empat Lawang. Kemampuannya menulis dibuktikan dengan dipercayai untuk menulis buku biografi Bupati Empat Lawang periode 2016-2018, Syahril Hanafiah. Waktu itu, Anita baru saja menamatkan pendidikan S1 nya.

Bukanlah hal yang mudah untuk bisa mencapai titik itu, di akhir semester Anita memulai debut karirnya sebagai penulis pemula di kampusnya, IAIN Bengkulu. Sewaktu kuliah, ada dua buku antologi cerpen dan satu buku novel yang ia launchingkan. Antologi cerpen karya tunggalnya berjudul Cahaya di Ujung Kelam dan antologi cerpen bersama teman-temannya berjudul Satu Hati Tujuh Purnama, kemudian satu novel fiksi karya tunggalnya berjudul Putri Empat Lawang Mengawali Mimpi di Bumi Raflesia.

Prestasi berkarya di tanah rantau membawanya dipercayai untuk menulis buku biografi orang nomor satu di Empat Lawang kala itu. Sejak melaunchingkan buku biografi Syahril Hanafiah yang merupakan Bupati Empat Lawang pada masanya, nama Anita kian banyak dikenal di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

Anita juga kerap memenangkan lomba-lomba menulis fiksi seperti cerpen dan novel dalam skala nasional. Kemudian pengalaman berharga lainnya yakni, Anita diberikan kesempatan membacakan puisi tentang bencana alam di depan Menteri Sosial, Agung Kartasasmita didampingi oleh pimpinan daerah se Sumatera Selatan, serta disaksikan oleh 4.000 peserta seluruh Indonesia.

“Apa yang diraih sekarang belumlah seberapa. Masih banyak mimpi yang harus diwujudkan. Semoga ke depannya bisa menulis dalam skala nasional dan dibaca banyak orang,” kata Anita saat diwawancarai oleh media.

Saat ini, Anita menempuh pendidikan S2 di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Menurutnya, pendidikan ialah salah satu hal yang terpenting untuk keseimbangan hidup di dunia dan akhirat. Sembari berkerja dan kuliah, Anita tetap konsisten menjalani hobi menulisnya. Semangat menulisnya menggiring Anita menjadi salah satu Duta Literasi Kabupaten Empat Lawang mendampingi bunda Hepy Safriani Joncik untuk menebar virus literasi di tanah kelahirannya.

“Biasanya saya menulis buku fiksi itu dari malam Jumat sampai ke malam minggu setiap minggunya. Sekarang lagi garap novel tentang Empat Lawang yang akan duet bersama seorang teman. Doakan semoga novel kami cepat rampung,” ucapnya. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Bupati Resmikan Posko Tangkal Covid-19

Published

on

FOTO : PADRI / REL Caption : Bupati Empat Lawang saat tiba di posko tangkal covid19 ,terlebih dahulu mencuci tangan yang telah disediakan.

 

REL,Empat Lawang – Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, resmi melaunching posko Siaga Covid-19, Selasa (2/6/2020).

Posko siaga Covid-19 ini disiapkan, sebagai kampung covid di Empat Lawang, dalam rangka menuju New Normal atau kehidupan yang baru, dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Ini bagian dari menuju New Normal dan kebetulan Empat Lawang masuk dari 102 didaerah yang masuk New Normal, ini sungguh luar biasa,” ungkap Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, disela-sela launching posko siaga covid-19.

New Normal tersebut dijelaskan Bupati, merupakan kehidupan tatanan yang baru dengan menerapkan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, cuci tangan, jaga jarak.

“Saya kaget juga setelah pemerintah pusat menetapkan New Normal, karena New Normal ini di lakukan agar Ekonomi kita tidak ambruk,” jelasnya.

Pihaknya lanjut Joncik, selaku Pemerintah harus memberikan contoh kepada masyarakat, sebab New Normal ini berbeda dengan kehidupan sebelum wabah covid.

” New Normal ini adalah tatanan kehidupan kita yang baru, dengan menerapkan protokol kesehatan, dan kita harus memberikan contoh terhadap masyarakat, kalau kita minta masyarakat pakai masker kita harus pakai masker, kalau kita minta jaga jarak kita yang mulai,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending