Connect with us

Empat Lawang

Mgs Muhammad Azzam Bocah 2 Tahun yang Sangat Butuh Bantuan

Published

on

Mgs Muhammad Azzam terbaring ditempat tidur

 

 

 

REL,Empat Lawang – Mgs Muhammad Azzam, seorang bocah berumur 2 tahun 3 bulan ini hanya bisa berbaring lemah di tempat tidur, bahkan untuk duduk saja harus dibantu dikarenakan penyakit yang dideritanya. Sungguh menyakitkan, bocah yang seharusnya menikmati masa kanak-kanak justru harus menahan sakit luar biasa.

Pantauan wartawan Rakyat Empat Lawang (REL) saat menghubungi ibunya yakni Puspita Sari melalui via telepon, mengatakan Azzam menderita penyakit anemia, gizi buruk, dan Hydrosefalus.

Puspita mengatakan tanda-tanda tidak sehat memang sudah terlihat sejak awal kelahiran. Ditandai dengan kulit Azzam yang berwarna kuning. Lalu beberapa kali melakukan pengobatan ke Puskesmas dan sampai sekarang kondisinya semakin memprihatinkan.

Berat badan Azzam hanya 7,4 Kg. Hal tersebut dikarenakan kurangnya porsi makan. Puspita mengatakan porsi makan Azzam hanya sebanyak 3 sendok makan orang dewasa per sekali makan.

“Makannya alhamdulillah lancar tapi porsinya hanya 3 sendok makan orang dewasa,” kata Puspita saat diwawancarai via telepon, Kemarin (21/1/2020).

Puspita dan suaminya bernama Abdul Rahim kesehariannya berkerja sebagai petani kecil di Desa Tanjung Raye Kecamatan Pendopo Barat. Penghasilan mereka tak cukup untuk menanggung biaya pengobatan Azzam. Mereka sangat berharap uluran tangan dari orang-orang dermawan yang punya hati untuk bersimpati dan berempati kepada mereka.

Azzam sudah beberapa kali dibawa ke rumah sakit bahkan sampai dirujuk ke salah satu Rumah Sakit yang ada di kota Palembang. Namun saat ini, mereka sedang berada di kampung halaman.

Miris, hingga saat ini, Puspita mengaku belum pernah sekalipun mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. Padahal penyakit Azzam terbilang sangat lama dari umur 4 bulan hingga umurnya 2 tahun 3 bulan ini. Dan hari ini, Senin (20/1/2020) ada salah seorang guru Puspita ketika SMA memberikannya sedikit bantuan, hasil dari gurunya meminta sumbangan kepada orang-orang.

“Kecuali hari ini, dari pemerintah setempat belum ada yang memberikan bantuan,” ucapnya.

Bahkan saat Puspita dan suaminya membawa Azzam ke Puskesmas Pendopo Barat, ia mengaku dari pihak Puskesmas Pendopo Barat tak ada respon sama sekali.

Pengakuan mengagetkan terucap dari bibir Puspita. Ia mengatakan telah sampai ke telinganya beredar kabar bahwa penyakit yang diderita Azzam sengaja ditutupi oleh salah satu Puskesmas agar tidak terekspos ke media. Dengan alasan pihak Puskesmas tidak mau disalahkan dan dicap tidak peduli terhadap Azzam.

“Saya tidak tahu Puskesmas yang mana. Tapi ada terdengar sampai ke telinga kami bahwa kondisi Azzam sengaja ditutupi. Pihak Puskesmas takut disalahkan dan dan dicap tidak peduli,” tutur Puspita. (Mg15)

Empat Lawang

Pemkab Umumkan SMP Sederajat Tatap Muka 13 Juli 2020

Published

on

FOTO: ANITA/REL DISDIKBUD : tampak gedung Disdikbud Kabupaten Empat Lawang.

REL, Empat Lawang – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empat Lawang resmi mengumumkan pada tanggal 13 Juli 2020 seluruh SMP sederajat belajar tatap muka.

Hal tersebut mengacu kepada surat edaran yang ditandatangani oleh Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad, tentang pemberian izin masuk Sekolah Menengah Pertama di zona hijau tahun pelajaran 2020/2021.

Berdasarkan surat keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia nomor 01/KB/2020, nomor 516 tahun 2020, nomor HK.03.01/Menkes/363/2020, nomor 440-882 tahun 2020 tanggal 15 Juni 2020 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), serta hasil monitoring evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang tanggal 22 Juni 2020 sampai dengan 1 Juli 2020, maka disampaikan seluruh sekolah tingkat SMP Negeri/Swasta se kabupaten Empat Lawang sesuai dengan hasil monitoring tersebut dapat membuka kegiatan belajar mengajar tatap muka pada tahun ajaran 2020/2021 tanggal 13 Juli 2020.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empat Lawang, Rita Purwaningsih, melalui Kabid SMP, John Heri mengatakan tahapan persiapan new normal di sekolah tingkat SMP sudah dilaksanakan.

“Tinggal pelaksanaan, dan kita supervisi secara ketat lewat pengawas pembina masing-masing sekolah. Juga sudah koordinasi dengan tim gugus Covid Kabupaten Empat Lawang,” kata John Heri kepada Rakyat Empat Lawang, Kamis (9/7).

John Heri melanjutkan, penerapan new normal akan dilaksanakan dua bulan status masa transisi dan selanjutnya kalau berhasil maka SMP akan menerapkan new normal secara permanen.

John Heri menghimbau kepada seluruh SMP di Kabupaten Empat Lawang agar melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan meningkatkan kewaspadaan dengan memenuhi segala aturan yang berlaku.

Untuk petugas supervisi, lanjut John, supaya terus diawasi pelaksanaannya sesuai POS yang termaktub dalam SKB 4 Menteri maupun Instruksi Bupati Empat Lawang tentang pencegahan dan penularan infeksi Corona dalam penerapan kebiasaan baru (new normal) di Kabupaten Empat Lawang.

“Kalau kita disiplin insyaallah kita Empat Lawang akan masuk pada era new normal yang permanen,” ucap John Heri. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Siapkan Ketahanan Pangan,Kapolres Tebar Sepuluh Ribu Bibit Ikan

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : Kapolres Beserta rombongan saat menabur benih bibit ikan di kolam (Ujang) di Kelurahan Kupang.

REL,Empat Lawang – Mempersiapkan ketahanan pangan di wilayah kabupaten Empat Lawang,masyarakat di arahkan untuk siap menghadapi tantanan kebiasaan hidup baru (New Normal Life).

Dari pantauan dilapangan,Kapolres Empat Lawang beserta jajarannya yang di dampingi pemkab Empat Lawang dari dinas Pertanian,menebar benih bibit ikan di dua titik lokasi.

Kapolres Empat Lawang AKBP.Wahyu,S.IK mengatakan kegiatan tabur benih ikan ini bertujuan untuk mempersiapkan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Empat Lawang yang mana masyarakat diarahkan untuk siap menghadapi tantanan kebiasaan hidup baru (New Normal Life).

Iapun menjelaskan,penaburan benih bibit ikan dilakukan di 2 tempat yang berbeda dengan total 10.000 bibit.

“Ada dua lokasi kolam yang di tabur benih,yang pertama dikolam Mapolres Empat Lawang dan Lokasi kedua dikolam di Kelurahan Kupang,”Jelasnya.Kamis (9/7).

Dijelaskannya lebih lanjut,dari 10.000 bibit ikan itu terbagi menjadi dua benih yakni 5000 benih bibit ikan lele dan 5000 benih bibit ikan nila.

“Kita tebar bibit ikan 5000 dikolam mapolres Empat Lawang dan 5000 nya lagi di kolam warga di Kelurahan Kupang,”Terangnya.

Untuk informasi tambahan,kegiatan ini akan dilanjutkan tiga bulan kedepannya untuk mengangkut hasil panen dari tebar bibit ikan tersebut.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Suguhkan Pemandangan Yang Asri

Published

on

Caption : tampak pengunjung Destinasi wisata sungai Muare sudah mulai dikunjungi warga.

REL,Empat Lawang – Destinasi wisata Muare yang bertempat di Desa Rantau Tenang Kecamatan Tebing Tinggi kini sudah mulai ramai dikunjungi warga,

Diketahui,destinasi wisata muare sempat pakum beberapa waktu belakangan ini apa lagi ditambah dengan penyebaran wabah covid-19,tapi semenjak diberlakukannya kebiasaan baru (New Normal) kini sudah ramai dikunjungi warga.

Karena,selain pemandangan yang masih asri dengan aliran sungai yang jerni ditambah dengan hembusan angin spoy spoy menambah kenyamanan para pengunjung itu sendiri.

Seperti yang dikatakan Sefti (30) salah satu pengunjung destinasi wisata muare yang sedang mengajak anak nya berwisata sekaligus merayakan Hut anaknya.

“Disini tempatnya nyaman udaranya sejuk dan ramai dikunjungi warga apalagi di sore hari,karena disini pemandangannya masih natural belum terkontaminasi polusi,”Ungkapnya.Rabu (8/7).

Masih dikatakannya,berharap kedepannya destinasi wisata seperti ini bisa di kembangkan serta di fasilitasi oleh pemerintah mengingat masyarakat Empat Lawang masih haus akan tempat hiburan (tempat wisata).

Kepala Dinas Pariwisata Mgs.Ahmad Nawawi mengatakan sudah mulainya ramai destinasi wisata sejak diberlakukannya kebiasaan hidup baru (New Normal).

“Berdasarkan laporan yang masuk ke kami sejak di berlakukannya Kebiasaan Baru ( new normal life) di kabupaten Empat Lawang, beberapa destinasi wisata sudah mulai ramai di kunjungi oleh wisatawan,baik lokal maupun wisatawan domestik,”Jelasnya

Termasuk juga wisata alam sungai air muare lanjutnya, tapi kami berpesan walaupun kita sudah new normal, protokol kesehatan harus tetap di laksanakan.

“Dengan mulai ramainya destinasi lanjutnya, artinya ekonomi warga juga sudah mulai bergulir kembali dan kedepan kami akan mendata lagi dan kami akan berusaha untuk membantu pengusulan fasilitas dari pemerintah bagi pengembangan destinasi wisata,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending