oleh

Masyarakat Keluhkan Praktek Ilegal Fishing Masih Marak Terjadi

REL,Empat Lawang – Kasus Ilegal Fishing masih sering kali terjadi di Bumi saling kruani sangi krawati,

Karena,selain caranya lebih mudah dan cepat sehingga hasilnya juga cukup memuaskan sehingga membuat pelaku ilegal fishing semakin ketagihan.

Namun,yang menjadi catatan perkembangbiakan (ekosistem) ikan akan menjadi terputus atau habis dan anak cucu tidak bisa menikmati lagi hasil alam,apabila praktek ilegal fishing tetap dibiarkan begitu saja.

Sementara itu,berdasarkan undang undang nomor 31 tahun 2004 dan undang undang 45 tahun 2009,tentang perikanan,dengan hukuman penjara selama 6 tahun dan dikenakan denda sebesar 1,2 milyar rupiah .

Namun itu tidak membuat para pelaku Ilegal fishing jerah.

Informasi yang didapat dari seorang warga Kecamatan Tebing Tinggi JP (27) yang pada saat itu sedang memancing ikan di sungai musi,melihat beberapa orang yang menggunakan perahu sampan sedang menyentrum ikan

“Kamis Sore Sekitar jam 5,di sungai musi di Desa Tanjung Kupang Baru Dusun Lawang Agung Kecamatan Tebing Tinggi,ada dua perahu yang menyentrum ikan menggunakan mesin Diesel,Satu perahu satu mesin,”Kata JP pada awak media.Kemarin (25/7).

JP juga menambahkan,Setiap kali ia mancing, pasti bertemu dengan para penyentrum ikan itu,namun,iapun tidak mengenal siapa saja yang ada di dalam perahu itu.

“Besar kemungkinan warga Kecamatan Tebing Tinggi karena setiap kali saya mancing pasti bertemu dengan mereka dan biasanya mereka beraksi pada sore hari sekitar jam 5 sore,”Jelasnya.

Sebagai warga Kecamatan Tebing Tinggi JP meminta kepada penegak hukum agar bisa menindak lanjuti para pelaku ilegal fishing dan memberikan hukuman atau pertanggung jawaban yang setimpal atas perbuatan mereka supaya menimbulkan efek jerah kepada pelaku lainnya dan ekosistem perkembangbiakan ikan bisa dirasakan oleh anak cucu kita nanti,”Tuturnya.(Mg20).

BACA JUGA