Connect with us

Empat Lawang

Masyarakat Belum Banyak Tahu, BBM Non Subsidi Naik 

Published

on

REL, Empat Lawang –  Di Empat Lawang sendiri, kenaikan harga BBM non subsidi oleh PT Pertamina (Persero) belum diketahui banyak masyarakat.

Diketahui,  Pertamina menetapkan harga baru jenis bahan bakar minyak umum yang berlaku mulai pada Minggu 01 Juli 2018 pukul 00.00 waktu setempat. Pemerintah menaikkan Pertamax Rp 600 menjadi Rp 9.500 per liter, harga Pertamax Turbo naik Rp 600 menjadi Rp 10.700 per liter. Sementara harga Pertamina Dex naik Rp 500 menjadi Rp 10.500 per liter, dan Dexlite naik Rp 900 menjadi Rp 9.000 per liter.

Harga dari premium, pertalite dan solar tidak ikut naik. Pertalite masih bertahan di harga Rp7,800 perliter.

Safi’i, warga Lintang Kanan, mengaku belum tahu adanya kenaikan bbm non subsidi

“Belum tahu kalau bbm naik lagi. Emang kapan pemerintah menaikannya,” katanya.

Selaras diungkap Pidi, warga Pendopo, menyebut, tidak mengetahui kalau ada berita kenaikan bbm. “Mungkin karena Saya sibuk dengan kerjaan jadi informasi adanya kenaikan bbm tidak tahu,” katanya

Baik Safi’i dan Pidi menyebut, ketidaktahuan adanya informasi tersebut bisa jadi karena masih dalam suasana Pilkada. “Mungkin masih larut dalam pilkada. Terlebih masyarakat saat ini lagi hobi nonton piala dunia jadi kenaikan bbm tidak menjadi topik hangat di masyarakat,” tandasnya

Lain hal dengan Jafril (32), Warga Tebing Tinggi, mengaku sudah tahu adanya kenaikan bbm. “Sekarang informasi mudah diakses. Tinggal buka android buka situs portal berita nasional. Seluruh informasi bisa didapat. Pun dengan adanya kenaikan bbm non subsidi ini,” katanya

Menurut Jafril, adanya kenaikan BBM non Subsidi tampaknya tidak terlalu jadi keluhan masyarakat. “Rasanya tidak terlalu dikeluhkan, karena bbm yang naik ini untuk masyarakat ekonomi menengah atas, mungkin mereka yang ngeluh,” ujarnya

Sementara, di SPBU Tebing Tinggi tampak aktifitas sejumlah kendaraan mengisi BBM tetap normal. Hanya saja BBM non subsidi jenis Pertamax sedang habis. (13).

Empat Lawang

Edi Sugandi Jabat Kasi Datun

Published

on

Caption : Edi Suganti saat dilantik di Kejari Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, Sigit Prabowo SH MH, melantik Edi Sugandi sebagai Kepala Seksi ( Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (PTUN), menggantikan Andi Candra.

Sementara Andi Candra kini menjabat Kacabjari Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

“Kita berharap Edi Suganda segera menyesuaikan diri di tempat kerja baru ini,” harap Sigit Prabowo.

Ini lantaran, diakuinya, tugas Datun sangatlah penting dalam pendampingan hukum, penegakan hukum serta pelayanan hukum.( Rel)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Giliran TNI, Polisi serta Guru

Published

on

Caption - Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) memeriksa vaksin gelombang kedua tiba di Dinas Kabupaten Empat Lawang.

/// Sasaran Vaksin Covid Tahap II

REL,Empat Lawang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Empat Lawang, kembali menerima vaksin covid-19 tahap II di Dinas kesehatan Empat Lawang, kemarin (2/3).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes ) Empat Lawang Sulni melalui Kabid Pencegahan dan pengendalian penyakit ( P2P), Dr. Ivon Meliyani mengatakan sebanyak 250 vial vaksin covid -19 diterima dengan sasaran 1.741 orang.

“Gelombang dua ini, sasaran TNI-Polri dan tenaga pendidikan,”Kata Ivon saat menerima vaksin.

Masih dikatakan Ivon data yang telah masuk kedinas kesehatan sebanyak 1200 orang yang akan divaksin,

“Data yang sudah masuk ke kita ada 1200 orang sedangkan kita mendapatkan kuota sebanyak 1.741,”Ujarnya.(Pad/rel)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Luring terapkan Sistem 5S

Published

on

Foto : Anita / REL Caption : Siswa dites thermogun saat masuki ruangan

REL,Empat Lawang – Di era pandemi, dunia pendidikan masih menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal ini dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19.

Semua sekolah di Kabupaten Empat Lawang masih menerapkan sistem PJJ baik secara daring ataupun luring sekarang ini. Salah satu sekolah yang menerapkan sistem PJJ yakni SMP N 1 Muara Pinang.

Kepala SMP N 1 Muara Pinang, Hadi, mengatakan sekolahnya menerapkan sistem pembelajaran daring bagi siswa yang mempunyai handphone, dan pembelajaran luring bagi siswa yang tak mempunyai hanpdhone.

“Anak belajar di rumah, guru mengajar dari sekolah via handpone,” kata Hadi.

Pada saat siswa ke sekolah, sekolah menerapkan sistem 5S yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun untuk menyambut kedatangan siswa. Tentunya penerapan 5S tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Penerama program 5S sendiri menurut dikatakan Hadi, sejak tahun 2016 sudah mulai diterapkan di sekolah.(Ian/rel)

Baca Selengkapnya

Trending