Connect with us

Empat Lawang

Masuk Jurang, Mobil Kades Ringsek

Published

on

TARIK : Tampak warga dan Pihak Kepolisian Polsek Jarai membantu mengevakuasi Mobil Avanza warna silver milik Kades Lubuk Sepang Kecamatan Pendopo yang Kecelakaan di Ayik Lintang Desa Muara Gelumpai Kecamatan Muara Payang

REL, Muara Payang – Diduga mengantuk mobil minibus jenis Toyota Avanza dengan Nopol BG 1770 S yang dikendrai oleh Kepala Desa Lubuk Sepang Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang Harmaini (50) tidak terkendali dan masuk jurang di pinggir sungai ayik gaung Desa Muara Gelumpai Kecamatan Muara Payang, Selasa (12/3) Pukul 11.30 WIB

Pada peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut tidak ada korban jiwa, Harmaini bersama istri Nurhayati (50) selamat dari kecelakaan tunggal tunggal tersebut

“Mendengar ada mobil masuk jurang, kami bersama warga lainnya langsung menuju lokasi kecelakaan untuk memberikan pertolongan,”ungkap Izal (40) warga Desa Muara Gelumpai yang berada di lokasi kecelakaan

Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap SIK MSi melalui Kapolsek Jarai IPTU Hendrinadi SHMH kepada awak media membenarkan periatiwa lakalantas tersebut, kejadiannya sekira pukul 11 : 30 Wib tempat kejadian jalan lintas Provinsi tepatnya di Desa Muara Gelumpai – Desa Muara Payang Kecamatan Muara Payang

“Berdasarkan keterangan yang kami himpun dari korban, pada saat korban melintas dari arah Kota Pagar alam menuju Kabupaten Empat Lawang, Nah saat di lokasi korban mengantuk dan hilang kendali sehingga kendaraannya keluar dari jalan lintas dan masuk kejurang sedalam 5 meter,”ungkap Hendrinadi Kapolsek Jarai mewakili Kapolres Lahat

Lebih lanjut Ia mengatakan, tak selang berapa lama ada warga yang melintas di lokasi tersebut

“Kedua korban dapat menyelamatkan diri setelah dibantu masyarakat sekitar, sehingga hanya mengalami luka ringan. Saat ini korban telah kembali kerumah mobil yang dikendarainya telah dievakuasi untuk diangkut,”ujarnya. 41/rel)

Empat Lawang

Porbi Berburu Babi Massal

Published

on

BERBURU : Porbi Empat Lawang bersama dengan tamu undangan dari Porbi Kabupaten Lahat, Pagaralam, Kepahiang dan Rejang Lebong berburu babi di Kecamatan Pendopo, Minggu (15/12).

REL, Empat Lawang – Persatuan Olahraga Buru Babi (Porbi) Kabupaten Empat Lawang melakukan berburu massal tepatnya di Kecamatan Pendopo, berburu massal merupakan jadwal setiap bulan yang diadakan Oleh Porbi Empat Lawang.

Ketua Porbi Empat Lawang Pani kepada wartawan mengatakan, berburu massal kali ini pihaknya mengundang juga dsridaerah tetangga seperti Kabupaten Lahat, Kota Pagaralam, Kepahiang dan Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.
“Total sekitar 500 orang dibantu dengan 1500 anjing berburu massal kali ini, alhasil 10 ekor babi hutan berhasil diburu,” ujarnya, Minggu (15/12).
Masih dilanjutkan Pani, kegiatan berburu massal ini bukan hanya diadakan di Kecamatan Pendopo saja melainkan secara bergantian ditiap kecamatan akan disambangi bahkan berburu babi. Bahkan dengan hal yang mengundang daerah tetangga.
“Porbi mohon dengan hormat kepada Pemerintah Daerah untuk bantuannya bahkan kami siap apabila ada jadwal untuk berburu di Kecamatan maupun di desa,” ungkapnya.
Bahkan Porbi berharap kepada Camat dan Kepala Desa (Kades) untuk membantu desa-desa yang belum ada anggota Porbi agar ditiap desa masing-masing memiliki anggota Porbi.
“Untuk Dinas Pertanian kami anggota Porbi belum dibayar dana ekor babi mohon untuk segera dibayarkan seperti Kecamatan Talang Padang, Pendopo Barat, Sikap Dalam dan Pendopo Induk mengingat tahun 2019 bentar lagi habis,” harapnya. (12).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Jaga Keamanan, Anggota Koramil Tebing Tinggi Patroli Keliling

Published

on

REL, Empat Lawang – Personil Koramil 405-01 Tebing Tinggi melakukan patroli di lokasi-lokasi yang tergolong rawan. Patrolis tersebut tidak lain tujuannya untuk mengantisipasi terjadi begal maupun rampok diwilayah Kecamatan Tebing Tinggi.
Danramil 405-01 Tebing Tinggi Kapten Inf Mulyadi kepada wartawan mengatakan, personil Koramil Tebing Tinggi berkeliling monitor wilayah-wilayah tergolong rawan terjadi begal. Dikatakan Mulyadi, personil Koramil tersebut juga dibekali senjata untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan.
“Tadi personil kita (Koramil) melakukan Patroli di wilayah sering terjadi begal seperti di Jalan Poros, wilayah Talang Gunung,” ungkapnya, Sabtu (14/12).
Patroli ini lanjutnya, bukan hanya sekali ini saja melainkan rutin dilaksanakan, bahkan pihaknya sering turun bersama personil kepolisian dalam patroli.
“Tujuannya tidak lain untuk menjaga keamanan guna mendukung program Pemerintah Kabupaten Empat Lawang salah satu menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya.
Selain itu Mulyadi juga meminta kepada anggota yang melakukan patroli bukan hanya berkeliling dan monitor wilayah saja melainkan juga turun dan berdiskusi dengan masyarakat untuk mengetahui situasi yang terjadi ditengah masyarakat.
“Saya sampaikan kepada anggota jangan patroli tapi turun ke masyarakat, cari informasi yang menjadi keluhan dari masyarakat,” pesannya. (12).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Diduga Dampak Normalisasi, Warga Minta Ganti Rugi

Published

on

Puluhan Warga Desa Batu Raja Lama Mendatangi dan memberentikan kegiatan Proyek Normalisasi Pengerukan Sungai Musi yang di Danai Oleh Ban Gub (Bantuan Gubernur,REd).Jum"at (13/12/19).
REL, Empat Lawang – Puluhan Warga Desa Batu Raja Lama Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang mendatangi Proyek Normalisasi yang beroperasi di Sungai Musi Desa Batu Raja Lama dan Sempat memberhentikan kegiatan Pengerukan Sungai Musi untuk sementara Waktu Sekitar pukul 14:00 Wib pada Jum’at (13/12/19).
Pantauan wartawan dilapangan, puluhan warga Desa Batu Raja Lama terdiri dari ibu – ibu dan Bapak-bapak mendatangi Proyek Normalisasi yang sedang bekerja di sungai Musi Desa Batu Raja Lama dengan menggunakan 4 unit kendaran alat berat  Exavator dan dilokasi pengerukan juga tidak terlihat papan informasi (Papan Proyek,RED) yang seharusnya di pasang di Lokasi agar masyarakat dapat mengawasi serta tahu berapa dana yang di keluarkan pemerintah untuk kegiatan proyek Normalisasi tersebut sehingga membuka transparan terhadap masyarakat.
Kedatangan puluhan Warga ini tidak lain menuntut pihak proyek agar mengganti rugi lahan mereka yang menjadi dampak pengerukan proyek normalisasi tersebut.
Seperti yang diungkapkan Jumilah Salah satu warga Desa Batu Raja Lama yang diduga menjadi dampak proyek normalisasi tersebut yang mengakibatkan Lahan perkebun miliknya Abrasi Hanyut terbawah Arus Sungai yang Saat ini Volumenya sedang meninggi.
“Memang setiap tahun terjadi banjir di Desa kami ini tapi tidak separah ini yang mengakibatkan lahan perkebunan kami hanyut terbawah sungai,Setelah ada kegiatan Proyek Normalisasi ini Pas Air Sungai besar tanah Kebun saya hanyut ,(longsor,Red),bahkan pondok yang kami gunakan sehari hari untuk berteduh saat di kebun juga ikut hanyut,” ungkap Jamilah saat di Bincangi wartawan Rakyat Empat Lawang (REL). Jum’at (13/12/19).
Dan Lanjut Jumilah,Atas kejadian tersebut dirinya meminta kepada pihak proyek Normalisasi tersebut untuk dapat mengganti rugi, kerugian yang dialami warga.
“Saya minta ganti rugi,dengan adanya kegiatan ini lahan perkebunan saya hanyut terbawah sungai,karena ini lah mata pencarian kami sehari hari untuk mencari nafkah,Maff beribu maaf kalau tuntuttan kami ini tidak di tanggapi jangan salah kan kami kalau kami bertindak anarkis” katanya.
Kepala Desa Batu Raja Lama Edi Bahadal saat dikonfirmasi awak media dirumahnya menuturkan, dirinya menghimbau kepada masyarakat desa yang merasa dirugikan silakan menyampaikan aspirasi namun jangan anarkis.
“Saya kepala Desa Batu Raja Lama tetap menghimbau masyarakat yang merasa di rugikan seandainya kalau mereka mau menuntut jangan sampai melakukan hal hal yang tidak di inginkan apalagi sudah mengarah ketindakan anarkis apabila dilakukan maka yang rugi kita semua, untuk sementara solusinya tadi kami serahkan kepada pihak kontraktor dan mereka mengatakan akan berkordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum,” tukasnya. (Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending