Connect with us

Empat Lawang

Massa Honorer K2 Bubar, Lesu, Sedih

Published

on

LESU : Pegawai honorer K2 menggelar aksi unjuk rasa di depan istana.

JAKARTA – Ratusan massa honorer K2 (kategori dua) yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Rabu (31/10), akhirnya membubarkan diri tepat pukul 16.00 WIB.

Keputusan itu diambil setelah Ketum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih dan timnya tidak berhasil menemui Presiden Jokowi.

“Kalau kecewa ya sangat! Tapi jangan luntur semangat kita semua,” ujar Titi di atas mobil komando, Rabu (31/10).

Dari pantauan JPNN, begitu bubar tampak wajah-wajah letih, kecewa, dan sedih. Beberapa di antaranya tidak tahu harus menjawab apa jika nanti ditanya rekan-rekannya setiba di daerah.

“Aduh mau bilang apa ya. Ini saja kami ke Jakarta kumpulin uangnya susah banget. Kecewa banget ini,” kata Eka Mujianto, korwil FHK2I Yogyakarta.

Dia tadinya optimistis Jokowi akan menerima perwakilan honorer K2. Ternyata aksi untuk menarik simpati presiden itu belum juga membuahkan hasil.

Demikian juga Sumarni Azis, korwil FHK2I Sulawesi Selatan. “Kayaknya kami harus mengambil sikap politik. Pemerintah enggak bisa diharapkan lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Titi Purwaningsih serta timnya gagal bertemu Presiden Jokowi. Titi bersama sejumlah delegasi honorer K2 sudah sempat masuk ke kawasan Istana Kepresidenan.

Awalnya Titi Cs dipanggil ke Istana pukul 11.30. Namun, begitu tahu yang akan menerima mereka bukan presiden, Titi Cs menolak masuk.

“Buat apa masuk kalau hasilnya sama dengan kemarin. Kami maunya bertemu presiden bukan lainnya. Nyatanya presiden menolak menerima kami,” kata Titi di lokasi aksi demo depan Istana Negara, Rabu (31/10).

Penolakan ini membuat honorer K2 kecewa berat. Mereka pun memilih menentukan sikap. Pertama, mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kedua, menyatakan sikap terkait posisi politik honorer K2.

“Kami akan memihak kepada capres yang membela honorer K2. Dengan tidak adanya rasa simpati presiden kepada K2 menunjukkan Pak Jokowi tidak membela honorer K2,” tegasnya.

Dia pun meminta seluruh honorer K2 tetap solid. Perjuangan akan terus dilakukan dan tidak akan pernah berhenti.

“Jangan menyerah, masih banyak jalan yang bisa ditempuh. FHK2I harus kompak dan semangat. Sampaikan ini kepada teman-teman di daerah,” tandasnya. (esy/jpnn)

 

Empat Lawang

Salah Satu Upaya Memicu Kreatifitas Pemuda

Published

on

Caption : Kapolres Empat Lawang memberikan Plakat kepada Ketua Pwi Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Acara penyerahan lomba Fotografi yang bertajuk “Polri Berasama Pemuda Memutus Mata Rantai Covid 19” sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda, berlangsung hangat dan sederhana sembari Ngopi Santai (Ngobras) antara insan Pers Empat Lawang dan Polres Empat Lawang. yang dilaksanakan diwarung cooffe N’Two. Jum’at (30/10/2020)

Delapan orang pemenang lomba fotografi yang terdiri dari Tiga orang kategori Pelajar dan Kategori Umum serta ditambah dua orang pemenang favorit berdasarkan Like terbanyak yang dishare melalui Facebook dan Instagram PWI Empat Lawang.

Hadiah untuk pemenang sendiri diserahkan langsung oleh Kapolres Empat Lawang, AKBP.Wahyu, Sik, dan jajaran serta Ketua PWI Empat Lawang, Beni Syafrin.

Disela-sela pemberian hadiah kepada pemenang lomba,Kapolres Empat Lawang, AKBP.Wahyu. mengajak para pemuda Empat Lawang,bahwasanya kegiatan ini adalah awalan bagi pemuda terutama para pelajar untuk memacu daya kreatifitas dan selain itu juga diharapkan mampu menjadi pemicu munculnya pemikiran-pemikiran yang kreatif.

“Kami berharap melalui momentum ini seyogyanya bisa semakin menumbuhkan daya kreatifitas untuk pemuda/i Empat Lawang,”harapnya

Selain itu juga pria jebolan Akademi Polisi 1999 ini, mengajak kepada pemuda untuk menjadi pemicu utama dalam menekan mata rantai penyebaran virua Covid 19 dimasyarakat. Tentunya dengan cara mematuhi protokes yang sudah dianjurkan. Dan yang tak kalah penting lagi adalah untuk membangun komunikasi yang baik antara masyarakat dan Kepolisian serta kawan-kawan insan Pers.

“Pemuda harus jadi pemicu perubahan, yang paling penting adalah untuk membangun kedekatan komunikasi antara Polisi dan masyarakat,”tuturnya

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua PWI Empat Lawang, Beni Syafrin. Bahawasanya kegiatan ini merupakan awalan dalam mengajak pemuda dan pelajar khususnya dan masyarakat umumnya. Untuk menjadi garda terdepan dalam menciptakan perubahan dan menciptakan kreatifitas yang bermanfaat bagi diri pribadi dan daerah.

” Sebelumnya saya ucapkan selamat kepada seluruh pemenang lomba, serta berharap kedepan akan tumbuh kreatifitas bagi kaum muda dan pelajar yang bisa menciptakan perubahan menuju kebaikan,” tuturnya

Selain itu juga Beni, mengajak agar para pemenang bisa menjadi duta daripada pemutus mata rantai covid 19 dimasyarakat. Hingga semua pihak bisa beraktifitas seperti sedia kala. Dan yang tak kalah penting mewakili PWI empat lawang mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak yang sudah terlibat dalam kegiatan lomba fotografi ini. Polres Empat Lawang, para Wartawan serta Disdikbud yang sudah mengirimkan pelajarnya jadi peserta lomba.

Kasat Binmas Empat Lawang. Iptu. Djoko Edi, menuturkan bahwasanya kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi ke Pemuda, Pelajar dan masyarakat untuk membangun Komunikasi yang baik dengan kepolisian dan insan pers. Sehingga kedepan tidak akan muncul salah persepsi ketika menghadapi satuhalnya.

” Kita berharap moment ini makin mengeratkan humanisme Polisi dengan masyarakat, Dan kedepan akan terbangun komunikasi yang hangat,” tutupnya.

Ditambahkannya, dimasa pandemi ini kita semua bisa melaksanakan protokol kesehatan Covid 19, untuk selalu memakai masker.(*).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Panitia Seleksi Penerimaan Aparatur Sipil Negara Pemerintahan Kabupaten Empat Lawang

Published

on

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Hima Empat Lawang Akan Mengawal Pembangunan di Empat Lawang

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : Hima Empat Lawang saat melakukan mimbar bebas di simpang tiga tugu Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Sebanyak 26 himpunan mahasiswa Empat Lawang (HIMA) dari universitas Sriwijaya menggelar mimbar bebas di simpang tiga tugu Empat Lawang.sekitar pukul 14 : 30 Wib.Kamis (28/10).

Puluhan mahasiswa dari Universitas Sriwija ini terdiri dari laki laki dan perempuan yang mana mereka membawa bendera merah putih serta spanduk bertuliskan opini opini ” Stop pembodohan biarkan kami berpikir memilih dan memutuskan tanpa sebuah doktrin” dan ada juga yang bertuliskan Empat Lawang Darurat Infrastruktur” dan masih banyak lagi lainnya.

Akses jalapun sempat terganggu dikarenakan banyaknya masyarakat yang melintas dan warga yang melihat serta menonton mimbar bebas tersebut.

Koordinator Lapangan (Korlab) Mimbar Bebas Sopan,dalam orasinya mengatakan kedatangan mereka hanya membuat opini dan juga membangkitkan jiwa pemuda di Empat Lawang.

“Kita bukan untuk demo tapi membuat opini serta untuk membangkitkan jiwa semangat para pemuda Empat Lawang,untuk bersatu dan menyatuh melawan rezim,”Ucapnya.

Karena, Lanjutnya Empat Lawang ini sedang darurat infrastruktur,dan katanya akan mengawal pembangunan yang ada di Empat Lawang.

“Kami akan mengawal pembangunan yang ada di Empat Lawang,”Teriaknya Sopan

Tidak menurunkan semangat mereka ,puluhan mahasiswa inipun turut menyanyikan lagu mars mahasiswa dan juga meneriakkan yel yel yang berbunyi ,hidup mahasiswa,hidup rakyat indonesia,hidup pemuda indonesia yang diiring puluhan maha siswa.

Sekira pukul 16 : 27 wib,himpunan mahasisa Empat Lawang yang melakukan mimbar bebas di simpang tugu Empat Lawang membubarkan diri dengan tertib dan damai.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending