oleh

Massa Caleg Desak KPU Ambil Alih Perhitungan Suara 

REL, Muratara –  hitungan hari, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kembali membara, dimana sebelumnya ratusan massa tutup Jalinsum di Kelurahan Rupit dan sekarang Ratusan warga desa Maur merupakan massa dari Calon Legislatif (Caleg) M Ruslan dari Partai Politik (Parpol) Demokrat duduki Jalinsum dengan melakukan penutupan dan pembakaran ban ditengah badan jalan.

Massa tersebut mendesak agar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Muratara mengambil alih penghitungan surat suara ulang di PPK Kecamatan Rupit, dimana sesuai aturan yang ada terhitung pukul 00.00 Wib malam nanti harus selesai dan tentunya KPUD, Bawaslu, Panwascam dan PPK harus mengambil alih untuk dilakukan perhitungan suara di Kantor KPUD. Jalan tersebut diblokir oleh massa sejak pukul 12.13 Wib, Sabtu (4/5).

Menurut pantauan dilapangan, dengan diblokada kurang lebih tiga jam tersebut sehingga membuat Jalinsum lumpuh total. Bahkan ironisnya lagi Mobil Bupati Muratara HM Syarif Hidayat yang hendak lewat ditahan oleh massa dan massapun sempat memukul-mukuli Mobil orang nomor satu dibumi berselang serungdingan. Setelah itu sempat suasana memanas dan massa mulai hendak berperlakuan anarkis, akan tetapi kondisi itu tidak berlangsung lama karena langsung diamankan oleh Angota Polres Mura, Brimop Lubuklinggau dan anggota TNI.

M Ruslan Caleg dari Parpol Demokrat mejelaskan sebenar sudah diingatkan kepada seluruh warga jangan melakukan portal jalan, karena selaku warga negara tidak diperbolehkan untuk melanggar hukum.

Cuma ia menilai sudah keterlaluan, teman-teman menyaksikan perhitungan suara di TPS I desa Pantai sampai pukul 05:00 Wib dan sudah ingin perhitungan TPS III. Namun pagi ini dianulir ke TPS I lagi dan itu tidak boleh dan menyalahi aturan.

“Akan tetapi yang disayangkan Bawaslu tidak melakukan tindak apapun, dan saya tidak tahu kenapa. Itu tidak benar pastinya mereka itu dijamin undang-undang dan tidak bisa dibawah tekanan,”ucapnya.

Sambungnya,  hari ini dibuka empat desa sekaligus, bayangkan ini luar biasa. Sedangkan saksi hanya dua dan saksi duanya lagi siapa, jika ada saksi dua maka mereka ilegal. Kenapa seperti itu, disini ia tidak menuding jika ada permainan. Namun ini langkah-langkah tidak strategis dan mereka hanya mengejar target pukul 00:00 malam nanti sesuai dengan aturan harus selesai dan apabilah tidak selesai maka akan diambil alih oleh KPUD.

“Pastinya ada keanehan kenapa harus empat desa dihitung secara serentak dan ini pastinya tidak benar. Maka dari itu saya tekankan kepada KPU apabilah tidak klir pukul 00:00 Wib perhitungan suara harus diambil alih oleh KPU,” pungkasnya. (16).

BACA JUGA