Connect with us

Empat Lawang

Masih Banyak yang Takut Melapor

Published

on

SAMPAIKAN : Narasumber dari BNNP Sumsel, H A Bustari, menyampaikan materi sosialisasi di Empat Lawang.

REL, Empat Lawang – Hingga saat ini, banyak pemakai atau pecandu Narkoba, yang tidak berani melapor ke Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi ataupun Kabupaten, untuk selanjutnya dilakukan rehabilitasi. Mereka beranggapan, jika melapor ke BNN akan ditangkap atau dipenjara. Padahal, jika melapor dengan kesadaran diri sendiri, para pecandu Narkoba bisa direhabilitasi atau pengobatan.

“Masih banyak yang takut melapor, padahal dijamin tidak akan dipenjara jika melapor dengan kesadaran diri sendiri,” ungkap Kepala BNNK Empat Lawang, AKBP Syahril, saat membuka kegiatan Sosialisasi Program Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi BNNK Empat Lawang, Rabu (10/4).

Untuk itu kata Syahril, BNNK Empat Lawang selalu gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara luas, agar mau merehab para pemakai atau pecandu Narkoba. Sehingga kedepannya, mereka akan bebas dari ketergantungan penyalahgunaan Narkoba tersebut.

“Dampak negatif penyalahgunaan narkoba sangat jelas, bisa merusak jaringan otak manusia. Jika otaknya sudah rusak, maka hidupnya akan rusak pula,” ujar Syahril.

Syahril menambahkan, saat ini BNNK Empat Lawang sudah membuka layanan rawat jalan rehabilitasi bagi warga yabg ingin bebas dari ketergantungan Narkoba. Semuanya gratis dan tidak akan diproses hukum. “Kecuali jika pemakai Narkoba itu tertangkap aparat kepolisian dan anggota BNNK, tentunya akan diproses terlebuh dahulu. Jika melapor dengan sendiri, dijamin tidak akan diproses hukum, melainkan langsung dilakukan rehabilitasi,” jelasnya.

Sementara Kabid Rehabilitasi BNNP Sumatera Selatan, H Ahmad Bustari mengatakan, Orang tua yang mengetahui anaknya sebagai pengguna atau pecandu narkoba, wajib melaporkannya ke Puskesmas, Rumah Sakit, Lembaga Rehab Medis atau Lembaga Rehab Sosial.

“Harus dilaporkan, agar bisa diobati atau direhab. Sebelum tertangkap oleh aparat, lebuh baik dilaporkan dam segera diobati,” kata Bustari.

Ia mengatakan, proses rehab akan lebuh mudah jika ada kemauan dari diri sendiri dan bukan paksaan. Sebab, jika dilakukan rehab secara paksa, ada kemungkinan seseorang itu akan mengulanginya lagi sesaat setelah proses rehab selesai. “Makanya peran orang tua dan orang-orang terdekat sangat penting, dalam upaya membebaskan diri dari ketergantungan Narkoba,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Kasi Rehabilitasi BNNP Sumsel, Ahmad Jaib mengatakan, pasien yang sudah selesai melakukan rehabilitasi hendaknya tidak dikucilkan di tengah-tengah masyarakat. “Mereka mantan pecandu narkoba harus disupport untuk membanfkitkam semangat hidupnya, bukan dikucilkan,” ucapnya. (12)

Empat Lawang

Ajak Pengendara Taat Berlalulintas

Published

on

Caption : Satlantas membagikan panflet kepada pengendara yang melintas di Simpang tiga tugu Empat Lawang.

 

REL,Empat Lawang – Untuk meningkatkan kesadaaran akan ketertiban berlalu lintas berkendara dijalanan.

Markas Komando polres Empat Lawang melalui polisi satuan lalu lintas polres Empat Lawang membagikan panflet kepada pengendara motor dan mobil yang melintas.

Adapun pembagian panflet bertujuan agar parang pengendara
mematuhi rambu rambu lalu lintas serta menggunakan kelangkapan berkendara lainnya.

“Pembagian panflet tentang agar pengendara tidak melawan arus dan menggunakan helm SNI ,”Ungkap Kapolres Empat Lawang AKBP Eko Yudi Karyanto,S.IK melalui Kasatlantas IPTU M Yusuf Lubis,Kemarin (5/4/20).

Pembagian Panflet lanjutnya dimulai pada hari jum’at dan akan dilaksanakan selama tiga hari kedepan.

“Mulai jum’at kemarin (3/4) sebenarnya sudah lama giatnya nanti bisa selama tiga hari, dalam rangka mengajak masyarakat Empat Lawang agar mematuhi aturan lalulintas,”Ajaknya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Terapkan Hidup Disiplin,Bersama Lawan Virus Covid19

Published

on

Caption : Camat Muara Pinang menyampaikan arahan sebelum melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan

 

 

REL,Empat Lawang – Dua puluh dua desa di kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang secara bergantian melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan di desanya masing masing

Penyemprotan cairan disinfektan guna mengantisipasi mencegah serta memutuskan mata rantai penyebaran wabah virus covid nineteen atau virus corona.

Camat Muara Pinang Sapardina Joli mengatakan tiga belas desa telah melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan.

“Tiga belas desa telah melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan di wilayah desanya masing masing.

Dan kemarin Sabtu (4/4) Lanjutnya,tiga desa kembali menyemprotkan cairan disinfektan.

Masih dikatakan Joli,untuk hari Senin dan selasa masih ada desa yang akan melaksanakan penyemprotan.

“Kemarin tiga desa lainnya juga melakukan penyemprotan dan hari senin – selasa masih ada lagi,”Jelasnya.

Meski demikian,selaku camat Muara Pinang,ia pun menghimbau masyarakat agar menerapkan hidup disiplin dan mempunyai kesadaran yang tinggi.

“Penyemprotan ini sebagian dari memutuskan rantai penyebaran virus Covid 19.tapi yang sangat penting adalah hidup disiplin ikuti anjuran pemerintah dan yang baru pulang dari perantauan untuk mengisolasi mandiri jangan dengan keterpaksaan tapi perlunya kesadaran untuk kepentingan Kita besama,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Cegah Penyebaran Virus Covid – 19

Published

on

Caption : Kepala Desa Pagar Jati bersama unsur Terkait melakukan penyemprotan cairan disinfektan

 

REL,Empat Lawang – Semakin mewabahnya penyebaran virus covid – 19 atau virus corona di indonesia yang semakin hari semakin meningkat membuat kewaspadaan kepala desa semakin tinggi kepada warga nya.

Seperti yang dilakukan Kepala Desa Pagar Jati Kecamatan Lintang Kanan bersama bpd, perangkat desa, masyarakat, kepala uptd puskesmas,kapolsek lintang kanan ,Danramil dan camat lintang kanan melakukan penyemprotan cairan disinfektan.

“Penyemprotan ini guna mengantisipasi,mencegah masuknya dan memutuskan penyebaran mata rantai wabah virus corona,setidaknya dengan dilakukan penyemprotan ini bisa mengurangi penyebarannya,”
Ungkap Abzan Kepala Desa Pagar Jati.Kemarin (5/4/20).

yang menjadi target penyemprotan cairan disinfektan kata Abzan yakni disetiap dusun di desa Pagar Jati hingga rumah rumah warga.

Namun demikian,selaku kepala desa iapun menghimbau masyarakat yang baru pulang dari luar daerah atau dari daerah lain, agar supaya mengisolasi diri selama 14 hari kedepan.

“Bagi yang belum sempat pulang dari luar kota agar tetap diam di rumah, jaga selalu kesehatan, jaga kontak fisik dengan orang yang terjangkit virus corona dan biasakan cuci tangan yang bersih menggunakan sabun,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending