Connect with us

Empat Lawang

Lima Pria Sodomi 12 Anak

Published

on

Caption : MANKAN : Keempat tersangka pencabulan saat diamankan di Mapolsek Pendopo Polres Empat Lawang, Selasa (11/2/2020).

 

/// Diiming-imingi Sejumlah Uang

 

REL, Empat Lawang – Dugaan kasus sodomi terhadap anak di bawah umur terjadi di Empat Lawang. Setidaknya 4 pelaku berhasil ditangkap polisi dan satu orang buron dengan korban 12 orang anak-anak.

Dari pantauan di lokasi ke-4 tersangka yang berhasil ditangkap polisi dibawa ke Polsek Pendopo untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Ke-4 tersangka diduga sudah beberapa kali menyodomi anak-anak dibawah umur.

Kapolres Empat Lawang AKBP Eko Yudi Karyanto SIK melalui Kapolsek Pendopo Iptu Hariyanto membenarkan kejadian tersebut yang berdasarkan dari laporan keluarga korban bahwa anaknya yang pernah jadi korban pencabulan.

“Ya benar, berdasarkan dari laporan keluarga korban, bahwa anak-anakya pernah terjadi korban pencabulan,” kata Hariyanto kepada wartawan, Selasa (11/2).

Berdasarkan dari data untuk korban sendiri lanjut Hariyanto, ada 12 orang anak-anak sekolah yang masih duduk dibangku SMP di Kecamatan Pendopo, dengan usia rata-rata usia 13 tahun sampai dengan 16 tahun.

“Dari data yang kita peroleh untuk sementara waktu korban sebanyak 12 orang anak-anak yang masih duduk dibangku SMP, dengan usia rata-rata 13 tahun sampai dengan 16 tahun,” ungkapnya.

Dikatakanya, dari 5 tersangka 4 tersangka telah berhasil diamankan. Ke-4 tersangka memiliki latar belakang dan pekerjaan yang berbeda sedangkan satu tersangka masih buron.

Diantaranya berinisail AT merupakan PNS yang bekerja sebagai guru Agama di salah satu SD di Kecamatan Pendopo, JL yang bekerja sebagai Petani, IW dan FR adalah pengusaha potong rambut atau Salon.

Dijelaskan Kapolsek, FR dan kawan-kawan dengan cara memanggil korban sambl melambaikan tanga, kemudian berkata ‘Galak Duet Dak’ dan korban sendiri menjawab ‘ya mau’, setelah itu korban diajak pelaku kedalam kamar dan pintu kamar tersebut di kunci oleh pelaku. Setelah itu pelaku langsung memegang alat kelamin korban dan dihisap oleh pelaku.

“Korban diiming-imingi uang sebesar Rp 15.000 bahkan dalam satu tersangka melakukan sebanyak 3 Kali,” jelasnya.

Ditambahkan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya tersangka akan dijerat dengan UUD Nomor 35 Tahun 2014 pasal 81 junto 82.
“Ancaman maksimal 15 tahun penjara, minimal 5 tahun penjara,” tegasnya. (Mg20)

Empat Lawang

25 Jam Mayat Muzaiyana ditemukan

Published

on

Caption : Suasana evakuasi maya Muzaiyana di Desa Landur Kecamatan Pendopo

 

*Muzaiyana ditemukan sudah tak bernyawa

REL,Empat Lawang – Muzaiyana (35) warga Desa Suka Dana Kecamatan Muara Pinang yang hanyut saat mengambil rebung pada hari minggu (23/2/20) sekitar pukul 15 : 00 wib,kini sudah di temukan dalam keadaan sudah tak bernyawa.

Pencarian dilakukan oleh warga bersama tim basarnas, BPBD,polri ,tni dan tagana dari pukul 06 : 00 wib dini hari membuahkan hasil,sekira pukul 15 : 40 Wib korban atas nama Muzaiyana di temukan di Desa Landur Kecamatan Pendopo.

Evakuasi korban belangsung dramatis,isak tangis kluarga korban tak tebendung kan ketika melihat mayat Muzaiyana terbujur kaku.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang Kuswinarto mengatakan korban atas nama Muzaiana yang hanyut (Kemarin) sudah di temukan dalam keadaan sudah tak bernyawa.

“Iya mayat korban sudah ditemukan sekira pukul 15 : 40 wib dipinggiran aliran sungai di Desa Landur Kecamatan Pendopo yang diperkiraan 6 km dari tempat kejadian,”Ungkapnya.Senin (24/2/20).

Terpisah Camat Muara Pinang Sapardina Joli mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu melakukan pencarian korban dan semoga korban meninggal dengan khusnul khotima.

“Ya korban sudah di temukan dalam keadaan masih utuh dan selaku pemerintah Kecamatan Muara Pinang saya mewakili bupati Empat Lawang mengucapkan terima kasih atas bantuan Masyarakat, BPBD kabupaten, Basarnas, Polri-TNI tim Tagana dan seluruh yang membantu pencarian korban,”Ungkapnya.

Dan lanjut Joli,Semoga korban meninggal dengan Husnul Khotimah dan juga keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kesabaran dan ketabahan.

“Setelah selesai gali kubur ,Korban akan di makam kan hari ini juga di TPA Desa Suka Dana,”Jelasnya.

Bupati Empat Lawang H.Joncik Muhammad mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya salah satu warga diDesa Suka Dana Kecamatan Muara Pinang yang meninggal akibat hanyut di seret arus sungai lintang.

“Saya Sebagai Bupati Empat Lawang turut berduka cita atas meninggalnya Almarhuma Muzaiyana ,semoga beliau mininggal dunia dengan khusnul khotimah dan keluarga yang di tinggal agar diberi kesabaran dan ketabahan,”tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Muzaiana Hanyut Hendak Ambil Rebung

Published

on

Caption : Puluhan Warga Desa Suka Dana Saat mencari korban yang hanyut di Sungai Lintang.

 

*Sampai saat ini korban belum ditemukan

REL,Empat Lawang – Nasib naas yang dialami Muzaiana (35) Bin Bidin warga Desa Suka Dana Kecamatan Muara Pinang yang terjatuh disungai lintang hendak mengambil rebung.

Pantauan wartawan Rakyatempatlawang lapangan kronologi kejadian sekitar pukul 15 : 00 Wib.Minggu (23/2/20).

Nampak dilokasi puluhan warga bersama pihak polisi dan tni mencari korban hingga sampai malam hari.

Caption : Warga saat mencari korban di siang hari disungai lintang.

 

Diceritakan oleh Riduan salah satu keluarga korban,mengatakan Korban bersama anak nya Cindy (9) mengambil rebung,ketika korban mencabut rebung,korban terpelesat hingga jatuh ke sungai lintang dan hanyut terseret deras arus sungai lintang.

“Pas korban hanyut Anaknya sempat melihat dan ibunya melambaikan tangan menyuruh anaknya pulang meminta bantuan ke warga dan setiba nya warga di lokasi korban sudah tidak ada dan sampai saat ini pukul 23 : 00 Wib korban belum juga di temukan,”Kata Riduan.Minggu (23/2/20).

Namun,dirin nya berharap kepada pemerintah untuk memberikan bantuan ,mencari korban yang saat belum juga di temukan

Sementara Camat Muara Pinang Sapardina Joli saat dikompirmasi wartawan mengatakan membenarkan bahwa salah satu warga nya hanyut terseret arus deras sungai lintang dan pihaknya telah menghubungi BPBD empat Lawang untuk mencari korban yang hanyut.

“yan benar warga Desa Suka Dana Kecamatan Muara Pinang hanyut disungai lintang dan kita sudah hubungi BPBD Empat Lawang untuk meminta bantuan mencari korban yang hanyut dan Tim BPBD saat ini sedang meluncur ke lokasi,”Ujarnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang Kuswinarto memgatakan,sudah berkoordinasi dengan tim sar Sumsel satuan tugas pagar Alam dan mereka akan turun untuk mencari korban.

“Kendalanya jarak tim sar ke lokasi lumayan jauh jadi mereka sesuai SOP nya pencarian dilakukan disiang hari pada pukul 6 pagi dan malam ini tim sar sedang meluncur ke sekretariat BPBD dan akan di teruskan kelokasi korban hanyut,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Wakapolres : Jangan Gunakan Kenalpot Racing

Published

on

Caption : Tampak Suasana Razia KRYD yang di Pimpin Wakapolres Empat Lawang

 

REL,Empat Lawang – Menertibkan masyarakat untuk mentaati peraturan lalulintas dan kelangkapan berkendara bukan semudah membalikan telapak tangan.

Memang ada sebagian juga yang patuh akan aturan lalulintas dan berkendara dan ada juga sebagian enggan mentaati peraturan tersebut

Melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan yang sering disebut KRYD.Mapolres Empat Lawang mengerahkan puluhan personil gabungan untuk melaksanakan giat razia rutin setiap malam minggu dan malam libur di simpang tiga tugu duren Empat Lawang,Sabtu malam (22/2/20).

Kapolres Empat Lawang AKBP Eko Yudi Karyanto SIK, melalui Wakapolres Empat Lawang Kompol Dwi Utomo mengatakan,untuk mengantisipasi tindak kriminalitas dijalanan dan angka Laka lantas serta merazia kelengakapan berkendara pihak nya rutin melaksanakan giat KRYD di malam minggu dan hari libur

“Kita rutin razia setiap malam minggu dan malam ini kita mendapati tujuh unit R2 dan satu unit R4 jenis pick up warna hitam, Semuanya kita tilang,”Ungkap Kompol Dwi Utomo.Sabtu (22/2/20).

Dan lanjut Dwi,menegaskan bagi kendaraan R2 maupun R4 untuk tidak menggunakan kenalpor racing apabila terjaring razia maka pihak nya tak segan segan mencopot kenalpot tersebut.

“Saya tegaskan bagi pengendara jangan menggunakan kenalpot besar (Racing,Red),kalau nanti terjaring razia saya tidak segan segan melepas kenalpot nya,”Tegasnya.

Namun selaku Wakapolres Empat Lawang dirinya tetap menghimbau masyarakat agar melengkapi surat menyurat dan kelengkapan berkendara demi kenyamanan serta keamanan saat berkendara.

“Lengkapi Surat surat kendaraan,seperti STNK,SIM dan gunakan Helm saat berkendara yang berstandart Nasional Indonesia (SNI),demi keselamatan anda sendiri,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending