Connect with us

Kabar Sumsel

Lima Bulan Kenal, 16 Kali Berhubungan

Published

on

RELEASE : Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH didampingi Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH MH mengelar press release ungkap kasus penyebaran foto syur Bidan AM, kemarin (11/3).

REL, Prabumulih – Edodi Mandala (30) sebelumnya diinisialkan DM, warga Gang Swiss Kelurahan Kemuning, Kecamatan Lubuk Linggau, Kota Lubuk Linggau. Tersangka kasus penyebaran foto syur Bidan AM, hanya bisa tertunduk lesu ketika press realese, kemarin (11/3) di Aula Satreskrim Polres Prabumulih.

Edodi sendiri, Sabtu lalu (9/3), sekitar pukul 22.30 WIB diringkus Timsus Gurita Polres Prabumulih yang mengejarnya selama tiga hari di sebuah kostan berada di Desa Tegal Rejo, Kecamatan Tugu Mulyo, Kecamatan Musi Rawas (Mura).

Dihadapan Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH didampingi Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH MH ketika ditanyai mengakui semua perbuatannya.

“Aku kenal dio, jalin pacaran sudah sekitar 5 bulan lalu. Kenal lewat Facebook (FB), selamo pacaran aku sudah 16 kali berhubungan badan dengan dio. Di kostan aku di belakang Bank Mega,” ujar Deo, sapaan akrabnya, kemarin.

Sebutnya, sempat mengaku, sebagai pegawai kejaksaan untuk meyakinkan Bidan AM. Kalau dirinya punya pekerjaan mapan, padahal sebenarnya hanya sebagai sales.

“Pertama kali, aku ngelakunyo dengan dio (Bidan AM, red) sekitar Desember lalu. Aku ngomong nak serius samo dio, kurayu akhirnyo galak. Selama berhubungan, aku dak pernah makso. Suko samo suko, aku ngelakukenyo,” akunya ketika ditanya Kapolres.

Deo mengaku, modusnya menyebarkan foto syur diduga pacarnya untuk mengikat Bidan AM. Supaya, tidak berlari ke lain hati. Selain itu juga, bermotif ekonomi.

“Selain itu, kuajak kawin lari. Dio dak galak supaya dio malu, makonyo kusebarke foto syurnyo samo aku lewat FB dan IG,” ujarnya.

Diakuinya, hanya satu korban ini saja dibuatnya demikian. Meski, dirinya tak menampik banyak kenalan cewek dan tidak sampai sejauh ini. Dirinya mengaku, setelah sempat vital akun FB dan IG terhapus dan dirinya langsung kabur ke Lubuk Linggau.

“Selamo ini, aku bayar kost pake duit aku dewek. Masih ado siso duet hasil nyales, memang aku pernah pinjem duit dengan dio sebesak Rp 800 ribu. Memang belum kubalek,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH mengatakan, tersangka Edodi Mandala ini merupakan hasil pengungkapan kasus penyebaran foto syur Bidan AM, sempat viral medsos belum lama ini.

“3 Maret lalu, kita terima laporan dari korban Bidan AM, bertugas sebagai PHL Puskesmas Gunung Kemala. Dan, kasus ini memang sempat menghebohkan warga Prabumulih,” ucapnya.

Setelah diselidiki, aku Tito, korban tidak pernah melakukannya menyebarkan foto syurnya bersama tersangka. “Edodi Mandala ini, tersangka kasus penyebaran foto syur Bidan AM. Tersangka menyebarkannya, sebanyak 7 foto pada 2 Maret lewat akun medsos. Perbuatan ke-9 sempat direkam dan difoto atas persetujuan korban,” bebernya.

Sebutnya, motif tersangka menyebarkannya, karena untuk mengikat korban dan juga motif ekonomi. Kata dia, tersangka sempat melarikan diri dan kabur ke Lubuk Linggau.

“Anggota kita sempat berangkat tiga hari ke Lubuk Linggau, dan akhirnya berhasil meringkus tersangka di sebuah kostan di Desa Tegal Rejo,” jelasnya.

Nah, akibat ulahnya, ungkap Tito, tersangka dijerat dengan Pasal 45 Ayat 1 UU No 19/2016 tentang perubahan atas UU No 11/2018 tentang Informasi dan transaksi elektronik.

“Pidana 6 tahun, dan denda Rp 1 miliar,” pungkasnya. (03/rel).

Advertisement

Kabar Sumsel

Gunung Dempo Diselimuti Kabut Asap

Published

on

By

KABUT : Gunung Dempo Kota Pagaralam diselimuti kabut asap.

REL, Pagaralam – Sejak pagi, kabut asap mulai menyelimuti kawasan puncak perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam. Bahkan gumpalan kabut asap, yang membumbung tertiup angin, membuat view punggungan Gunung Dempo nyaris tidak terlihat mata, akibat tertutup kabut, kemarin.

Hingga siang hari, gumpalan kabut itu pun masih tetap menutupi sekitaran kawasan Gunung Dempo. Sementara kondisi cuaca di sekitar, terasa sedikit mendung disebabkan sinar matahari tertutupi awan.

Kabut asap tipis mulai selimuti, sebagian wilayah Kota Pagaralam. Selain menutupi areal perbukitan, asap tipis ini mulai sedikit banyak terhirup, serta membuat mata menjadi pedih.

“Baru hari ini, kabut asap terasa begitu mengganggu indra penciuman, sebab bau asap sudah sedikit menyengat, hingga ke hidung. Selain itu, penglihatan juga sedikit perih, karena terkena paparan kabut asap yang mengenai wajah,” demikian dikatakan Husni, salah seorang warga Pagaralam.

Meski demikian kata Husni, untuk jarak pandang pengendara dalam mengendarai kendaraan, masih aman dan belum begitu sangat mengganggu. “Buat antisipasi agar tidak menganggu pernapasan, kita pun terpaksa mulai menggunakan masker saat berkendara,” imbuhnya.

Terpisah Kepala Pos Pemantauan Gunung Api Dempo Megian Nugraha mengatakan, tercatat berdasarkan pemantauan alat seismograf sejak sepekan puncak dempo sering terjadi angin kencang disertai badai, sedangkan berdasarkan pemantauan visual kawasan puncak dempo disaat pagi hari dan sore dominan diselimuti kabut asap terkadang cuaca cerah.

“Musim kemarau saat ini dipastikan kondisi cuaca puncak dempo sangat dingin, disertai angin kencang,” pungkasnya. (ald/fin)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

KTNA di Muba Harus Jadi Event yang Memorable dan Meriah

Published

on

By

 

REL, SEKAYU – sana mengejutkan bagi Panitia Minggu (23/6/2019) malam, pasalnya Bupati Muba Dodi Reza sekitar pukul 22.00 WIB melakukan sidak untuk sekaligus mengecek kesiapan pelaksanaan KTNA tingkat Provinsi Sumsel yang ke 13 dipusatkan di bumi Serasan Sekate dan bertindak sebagai Tuan Rumah, Bupati Muba Keliling sambil menyapa para tamu yang hadir dan sekaligus mengecek posko posko kesiapan untuk mempermudah akses layanan dan kebutuhan para peserta KTNA yang dihadiri seluruh Kabupaten Kota Se-Sumsel.

Pelaksanaan KTNA yang digelar 24-28 Juni ini akan mengumpulkan ribuan petani dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel dan dimeriahkan oleh artis-artis ibu kota seperti Siti Badriah dan Cita-Citata. Selain itu banyak pertandingan dan perlombaan bagi para peserta yang akan dipertandingkan dan tentunya yang unik unik, dan asli permainan Indonesia seperti Engrang patok lele dan lainya dan saat acara Pembukaan Siang Hari ini direncanakan Pukul 14.00 ontime Ada Giat Tumbuk lesung tarian tarian khas daerah yang akan menghibur kita semua.

“Pelaksanaan KTNA di Muba ini harus jadi event yang memorable dan meriah,” ucap Dodi Reza dihadapan perwakilan Peserta tadi malam KTNA 17 Kabupaten/Kota.

Dikatakan, dirinya melihat persiapan yang dilakukan panitia sudah baik dan siap. “Saya lihat kesiapan sudah sangat siap, posko kesehatan dan lainnya siaga untuk melayani kebutuhan peserta,” ucapnya.

Dodi Reza Alex menyebutkan, Muba tidak hanya menargetkan untuk suksesnya acara KTNA saja tetapi berusaha semaksimal mungkin menjadi tuan rumah yang baik dan sangat berkesan bagi peserta KTNA dari peserta Kabupaten/Kota di Sumsel.

“Pelayanan prima kepada peserta menjadi prioritas, kita bersama agar KTNA di Muba ini akan menjadi hal yang paling dikenang petani-petani dan Nelayan se-Sumsel,” Mari Kita Sukseskan dan jadikan ajang KTNA ini menjadi ajang silaturahmi dan ajang bertukar informasi dan teknologi Pertanian peternakan perikanan dst sehingga berdampak postif bagi kita semua tutupnya. (Rls).

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Bertahap, Peserta KTNA Berdatangan

Published

on

By

 

REL, SEKAYU – Pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang dipusatkan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Senin 24 Juni 2019 resmi dimulai.

Persiapan yang sudah matang terus dipantau panitia penyelenggara dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, tidak hanya sarana dan prasarana peserta, Pemkab Muba sangat memperhatikan betul fasilitas yang diberikan kepada peserta KTNA yang berasal dari 16 Kabupaten/Kota di Sumsel.

Dalam kesempatan mengecek langsung Sekretariat KTNA, Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi memastikan fasilitas tempat tinggal atau homestay peserta akan nyaman.

“Homestay yang nyaman sudah disiapkan, Insya Allah peserta KTNA akan senang menempatinya selama pelaksanaan KTNA berlangsung di bumi Serasan Sekate ini,” ungkap Apriyadi, Minggu (23/6/2019).

Dikatakan, untuk menampung seluruh peserta yang diperkirakan mencapai 2.723 orang dari 16 Kabupaten/Kota dalam Provinsi Sumsel, panitia menyiapkan sebanyak 207 rumah penduduk yang representatif sesuai syarat yang telah ditetapkan panitia.

“Homestay ini tersebar dalam Kecamatan Sekayu dibagi dalam empat kelurahan yakni di Kelurahan Balai Agung, Soak Baru, Serasan Jaya dan Kelurahan Kayuara,” bebernya.

Sementara itu, pantauan di lokasi hingga pukul 17.30 WIB tampak peserta KTNA dari beberapa Kabupaten/kota mulai berdatangan. Diantaranya, dari kota Palembang tercatat ada 30 peserta yang mulai menempati homestay, Pagaralam baru 7 orang yang sudah tiba, Kabupaten OKU baru 4 orang, Kota Prabumulih 70 orang, Kabupaten OKI 50 orang, Kabupaten PALI 102 orang.

Dipastikan seluruh peserta baru akan berkumpul sepenuhnya pada malam hari karena masih proses perjalanan dari daerah masing-masing. (Rls).

Baca Selengkapnya

Trending

Graha Rakyat Empat Lawang Jl. Lintas Sumatera Talang Banyu Tebing Tinggi Empat Lawang Sumatera Selatan Telp : 0702 7320044 Fex 0702 7320044