oleh

Lantaran Kesal, Oknum Warga Serang Kantor ULP

REL,  Muratara – Tidak banyak yang tahu Kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang berada dilingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Muratara diserang sejumlah oknum warga.

Kejadian penyerangan tersebut, Selasa (17/07/2018) sekitar pukul 15.00 wib lebih, sehingga mengakibatkan sejumlah kaca jendela kantor ULP pecah pecah.

Tidak hanya pemecahan kantor ULP,  oknum warga yang belum diketahui identitasnya itu juga merusak kantor Bagian pembangunan.

Bahkan dampak dari kejadian itu membuat pegawai maupun staf dikantor ULP tidak masuk kerja lantaran masih trauma.

Menurut keterangan Kholid seorang saksi mata saat kejadian mengatakan memang dari pagi ada sejumlah oknum warga yang mondar mandir disekitar kamtor ULP seperti sedang menunggu seseorang.

“Mungkin mereka kesal karena menunggu orang yang ingin ditemui tidak ada sehingga nekat menghancurkan kaca jendela kantornya,” katanya

Diceritakannya pula, setelah menyeruduk kantor ULP sejumlah warga mendatangi kantor Bagian Pembangunan lalu memacahkan juga kaca kantor tersebut.

Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Muratara, Haidir Kelingi mengaku mengemai kejadian itu tidak mengetahui permasalahannya secara ditail, sehingga warga nekat merusak kantor ULP tersebut.

“Saya kurang tahu detailnya karena takut salah bicara, memang pada saat kejadian anggota kita berada disana tapi mereka juga tidak tahu persis permasalahannya,” kata Haidir Kelingi saat ditemui dikantor Satpol PP.

Saat ditanya mengenai aset negara yang dirusak warga apa ada upaya melaporkan kejadian itu pihak kepolisian, Haidir mengaku memang benar aset negara yang dirusak tapi untuk melaporkan kembali ke sekretariat pemkab.

“Yang bisa melaporkan ke polisi Pemkab yakni sekretarat kalau kita hanya mengawal saja karena jika ada pelapor maka ada saksi, jadi mengenai permasalahan ini silahkan langsung ke Sekda,” jelasnya.

Sedangkan, Ketua ULP Kabupaten Muratara, Ifwan Setiabudi mengaku permasalahan kantor ULP yang diseruduk warga nanti saja bahwa dirinya sedang sakit.

“Nanti sajalah masalah itu, saya sedang tidak enak badan,” katanya singkat saat dikonfirmasi dan langsung mematikan telpon. (16)

BACA JUGA