Connect with us

Empat Lawang

Lahan Terminal Masih Terbengkalai

Published

on

TERBENGKALAI : Lahan terminal yang berada di Jalan lingkar Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, yang saat ini masih terbengkalai, Rabu (2/1/2019).

REL, Empat Lawang – Lahan terminal yang berada di Jalan lingkar Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, sejak diratakan dan dilakukan pemgerasan lebih dari lima tahun silam, hingga awal Januari 2019 ini masih terbengkalai. Padahal, rencana pembangunan terminal ini pernah digadang-gadangkan akan menjadi terminal yang cukup megah di Kabupaten Empat Lawang.

Mirisnya, hingga saat ini Kabupaten Empat Lawang belum memiliki terminal resmi yang dikelolah daerah. Sehingga potensi pemasukan daerah dari sektor angkutan umum belum terkelolah dengan baik.

Pantauan dilapangan, kondisi lahan terminal di kawasan Jalan lingkar Kota Tebing Tinggi, saat ini sudah dipenuhi semak belukar. Hal ini menjadi bukti bahwa lahan terminal tersebut akhir-akhir ini tidak pernah dilakukan pemeliharaan hingga kondisinya nyaris seperti lahan terbengkalai tak berpemilik.

Warga berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, dapat segera memanfaatkan lahan tersebut, mengingat keterbengkalaian lahan itu sudah bertahun-tahun terjadi.

“Sejak lahan terminal itu diratakan, kemudian dilakukan pengerasab dengan material galian C sekitar lebih dari lima tahun silam, balum ada tanda-tanda lagi lahan terminal itu akan dibangun,” kata Refli, salah seoarang warga Tebing Tinggi saat dibincangi wartawan, Rabu (2/1).

Setahu dirinya, lanjut Refli, pembukaan lahan terminal itu dilakukan oleh pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Selatan. Apakah sudah diserahkan kepada Pemkab Empat Lawang, dia mengaku tidak begitu mengerti. “Kalau soal itu, saya tidak tahu. Yang saya tahu, lahan itu dulunya dibuka pihak provinsi,” terang dia.

Namun lanjut dia, selaku warga Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, dirinya berharap lahan terminal tersebut dapat segera dimanfaatkan, agar dapat memancing warga pemilik lahan sekitar, mendirikan bangunan baru di sekitar lokasi, agar terlihat adanya perkembangan wilayah Kota Tebing Tinggi.

“Kalau terminal ini sudah dibangun dan difungsikan, saya yakin kawasan ini menjadi cepat ramai dan Kota Tebing Tinggi menjadi terasa meluas,” cetusnya.

Sementara itu, menurut salah seorang warga sekitar, Danang menyebut, lahan terminal di kawasan Jalan lingkar Kota Tebing Tinggi, saat semak belukarnya belum setinggi seprti saat ini, selalu dimanfaatkan warga untuk belajar mengendarai kendaraan roda empat.

“Biasanya, setiap sore lahan terminal itu dijadikan trek bagi warga untuk belajar nyetir mobil. Selain itu, saya rasa belum ada manfaatnya apapun lahan itu,” tukasnya. (12)

Empat Lawang

Himbau Masyarakat Agar Tidak Panik

Published

on

Caption : Penyemprotan cairan disinfektan di Kantor polantas Tebing Tinggi

 

REL,Empat Lawang – Polisi Satuan lalu lintas (Polantas) Polres Empat Lawang bersama tim pelaksana gugus tugas penanganan covid19 (BPBD) menghimbau sekaligus melakukan penyemprotan cairan disinfektan.

Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polres Empat Lawang Iptu.M Yusuf Lubis penyemprotan cairan disinfektan bertujuan mengantisipasi penularan virus covid19.

“Mengantisipasi covid 19 yang menular dan kita melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan di kantor samsat dan kantor ruang pembuatan Sim baik diluar maupun di dalam ruangan,”Katanya.Selasa (31/3/20).

Masih dikatakan Lubis,menghimbau masyarakat sehubungan marak nya penyebaran wabah virus covid19 atau virus corona agar tidak panik tidak berlebihan.

“Namun kita tetap waspada,adapun yang dapat kita lakukan mencuci tangan sebelum atau sesudah beraktivitas,rajin berolahraga,tetap di dalam rumah jangan berkumpul diluar rumah,menjaga kebersihan diri dan lingkungan,menggunakan masker bila mengalami batuk,bersin dan gangguan pernapasan,hindari berkontak langsung dan berjabat tangan,bila mengalami batuk ,bersin dan sesak nafas maka periksakan diri atau mendatangi rumah sakit terdekat,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Kalangan Ditutup, Pedagang Disarankan Berjualan di Rumah

Published

on

Caption : Camat bersama forkopimcam menghimbau pedagang pasar kalangan di Kecamatan Paiker

 

REL,Empat Lawang – Pemerintah Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Kabupaten Empat Lawang bersepakat menutup kegiatan pasar kalangan Paiker. Keputusan itu dicapai bersama perangkat lainnya ketika mengadakan rapat di pendopoan Kecamatan Paiker, Jumat,(27/3) lalu.

Menurut Camat Paiker Noperman Subhi munculnya gagasan untuk menutup kalangan ini demi meminimalisasi penyebaran virus Corona.

Diakui Noperman, banyak pertanyaan yang muncul jika kalangan ditutup sebab imi menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Kami identifikasi, ternyata banyak pedagang yang datangnya dari luar Paiker. Ketika kami tanyakan ke warga apabila pedagang tidak kita izinkan masuk kira-kira bermasalahkan tidak dengan pasokan kebutuhan pokok. Namun warga menjawab untuk kebutuhan beras atau sayuran tidak masalah, bisa diatasi dari hasil bumi Paiker,” kata Noperman.

Camat juga menjelaskan kepada para pedagang bahwa gugus pencegahan tidak melarang masyarakat untuk berjualan tetapi diminta untuk tidak berjualan di kalangan yang mengumpulkan banyak orang ramai karena sangat rentan terpapar virus corona.

“Silahkan berjualan di rumah masing-masing (pedagang asli Paiker), silahkan jualan dengan cara keliling atau door to door, sementara warung/toko sembako yang ada di Paiker tetap diperbolehkan buka untuk melayani kebutuhan masyarakat. Demikian utk dimaklumi demi kebaikan masyarakat Paiker,” tegas camat.

Sementara Kapolsek Paiker Iptu Salfia Waldi membenarkan agar Pasar Kalangan Paiker sementara ini ditiadakan atau ditutup agar untuk mengantisipasi virus corona yang kabarnya sudah menyebar ke mana-mana.

“Mulai hari ini, Minggu sampai Jumat depan diberlakukan aturan kalangan di Pasemah Air Keruh disetop dulu sampai batas yang belum ditentukan hingga situasi aman. Jadi saya berharap semua pihak yang merasa terganggu atas ketidaknyamanan ini agar memaklumi keadaan karena hal ini menyangkut keselamatan kita semua,” harapnya. (Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Mencegah Lebih Baik Dari Pada Mengobati

Published

on

Caption : Penyemprotan cairan Disinfektan di Desa Karang Dapo Baru.

 

REL,Empat Lawang – Pemerintahan Desa Karang Dapo Baru Kecamatan Sikap Dalam melakukan penyemprotan cairan disinfektan di berbagai tempat di wilayah Desa nya.

Penyemprotan disinfektan guna memutuskan serta mengantisipasi mencegah penyebaran mata rantai wabah virus covid 19 yang saat ini telah menyebar di penjuru wilayah indonesia.

Kepala Desa Karang Dapo Baru Tasimul Qolbi mengatakan penyemprotan cairan disinfektan ini guna memutuskan penyebaran mata rantai wabah virus covid19.

“ya hari ini pemerintah Desa bersama unsur tripika kecamatan bersama sama mencegah penyebaran virus covid19 dengan menyemprotkan cairan disinfektan di wilayah Desa Karang Dapo Baru,”Kata Tasimul Qolbi.Selasa (31/3/20).

Masih dikatakan Tasimul,tempat penyemprotan dilakukan di tempat fasilitas umum dan rumah rumah warga.

“Seperti di tempat ibadah di masjid Raya,paud,musolah dan rumah rumah warga,”Ungkapnya

Kendati dirinya juga menghimbau masyarakat nya agar dapat mengantisipasi mencegah penyebaran virus corona ini.

“Karena mencegah lebih baik dari pada mengobati,maka dihimbau masyarakat dapat menuruti anjuran dari pemerintah,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending