Connect with us

Empat Lawang

Lagi, Ditemukan Barang Diduga Peninggalan Zaman Megalith

Published

on

MEGALITH : Benda-benda yang diduga peninggalan zaman megalith di Desa Jarakan Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang. Tampak lubang yang menyerupai kolam berangsur dibersihkan oleh pemuda Desa Jarakan, Kamis (3/1/2019).

REL, Empat Lawang – Bukti peninggalan sejarah masa lampau kembali terkuak di lokasi penemuan megalith Desa Jarakan Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang. Kemarin, sejumlah masyarakat berhasil menemukan sejumlah barang-barang semacam alat masak di lokasi megalith tersebut, diduga merupakan peninggalan zaman megalith.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Empat Lawang, Mgs A Nawawi mengatakan, kemungkinan besar, masih banyak barang-barang peninggalan zaman megalith yang masih terpendam di kawasan batu megalith Desa Jarakan Kecamatan Pendopo, tersebut. Sebab, beberapa hari yang lalu, secara tidak sengaja, sejumlah masyarakat berhasil menemukan sejumlah benda yang mirip alat-alat masak di lokasi tersebut.

“Namun kondisinya berupa puing-puing dan oleh warga yang menemukan dikumpulkan. Saat ini masih disimpan oleh mereka,” kata A Nawawi kepada wartawan, Kamis (3/1).

Dia mengaku, penemuan sejumlah benda yang diduga peninggalan zaman megalith tersebut, oleh pihak yang menemukan, dilaporkan kepihaknya. “Ya, baru dapat laporan dari warga bersama tokoh pemuda yang menemukannya beberapa hari yg lalu,” ungkapnya.

Untuk sementara ini, pihaknya telah meminta pihak yang menemukan benda-benda mirip alat masak yang diduga dari zaman dahulu kala tersebut, agar disimpan sampai pihak-pihak yang berkepentingan terhadap peninggalan tersebut, meminta untuk diteliti.

“Sementara masih disimpan oleh mereka untuk diamankan. Dalam waktu dekat, segera kita tindaklanjuti,” tukasnya.

Terpisah, Sukandi pemuda Desa Jarakan menuturkan, dirinya menemukan pecahan yang mirip dengan peralatan masak saat melakukan pembersihkan dilokasi batu yang berbentuk gambar topeng.

“Kayaknya ada bekar alat makan tapi sudah hancur dan kami amankan, kalau mau diteliti barangnya sudah kami amankan,” kata Sukandi.

Bahkan masih dikatakan Sukandi, lubang yang berbentuk kolam-kolam diatas batu mulai dibersihkan, ada puluhan lubang yang menyerupai kolam. “Saat ini semuanya sudah kelihatan lubang yang seperti kolam,” ujarnya.

Sebelumnya beberapa waktu lalu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang, Rita Purwaningsih mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan, dirinya meyakini batu yang berbentuk seperti topeng di Desa Jarakan merupakan batu megalith, namun tentu saja butuh orang ahli yang menyatakan apabila batu tersebut benar-benar peninggalan zaman purbakala.

“Kita meyakini kalau batu ditemuan warga Desa Jarakan itu batu megalit, namun perlu kajian atau orang yang ahli,” katanya.

Hasil dari tinjauan lalu lanjut Rita, akan disampaikan kepada Bupati Empat Lawang karena secara tidak langsung ini merupakan kawasan cagar budaya sedangkan di Empat Lawang ini belum ada sama sekali cagar budaya.

“Kita akan berupaya mendaftarkan batu megalit ini dulu, apabila sudah didaftarkan, maka itu kita berharap tim dari Balai Arkeologi datang dan meneliti dan bisa mendaftarkan kawasan cagar budaya di Desa Jarakan,” jelasnya. (12).

Empat Lawang

Reskrimum Polda Sumsel Datangi PUPR Empat Lawang,Hanya Berkunjung dengan Kerabat

Published

on

Caption : Suarno Reskrimum Polda Sumsel saat di wawancarai sejumlah awak media di depan Kantor PUPR Empat Lawang.

REL,Empat Lawang – Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Empat Lawang kedatangan tamu dari Reskrimum Polda Sumsel.

Dari pantauan dilapangan,kedatangan anggota Rekrimum Polda tersebut diketahui berjumlah empat orang (Laki laki ) dan belum diketahui tujuan maksud kedatangannya.

Sebab disaat awak media ingin mengambil gambar,pintu ruangan Kabid Sumber daya air tempat bertemunya anggota Reskrimum polda bersama pegawai PUPR dikunci dan dilarang untuk mengambil gambar.

Entah apa yang menjadi pembahasan mereka sehingga pintu ruangan itu pun dikunci dan di jaga oleh pegawai PUPR dan mengatakan kepada awak media yang sedang mengambil gambar untuk tidak mefoto “Jangan di Poto,tidak boleh di poto”kata salah satu pegawai yang ada di dalam ruangan tersebut.

Setelah berjelang beberapa menit kemudian rombongan Reskrimum Polda keluar dan pintu utama kantor PUPR pun dikunci sehingga awak media tidak dapat masuk.

Pada saat anggota Reskrimum Polda dimintai keterangan oleh sejumlah awak media ,ia pun mengatakan kunjungannya itu hanya sekedar mengunjungi kerabatnya.

“Tujuan saya mau ke lubuk linggau dan saya mampir kesini untuk mengunjungi kerabat saya (Sekretaris PUPR) ,tidak ada untuk memeriksa karena saya bukan Tipidkor,saya Reskrimum tidak ada kaitannya dengan Tipidkor,”Kata Suarno yang mengaku dari Reskrimum Polda Sumsel.Rabu (5/8).

Sementara sejumlah awak media yang ingin mengkompirmasi ke Dinas PUPR terkait kedatangan dari Reskrimum Polda, tidak ada satu pun yang mau dikompirmasi seakan akan menghindar dari awak media,sampai berita ini masuk dapur redaksi pihak PUPR Empat Lawang tidak dapat dikompirmasi

Diketahui belakangan ini kepala PUPR Empat Lawang (SR) sedang dalam penyidikan oleh kejati Sumsel terkait fee proyek.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Camat : Masih Ada Sekolah yang Bandel

Published

on

foto : Camat for REL Caption : Camat paiker (Noperman Subhi) saat mendatangi sekolah sekolah di Kecamatan Paiker.

REL,Empat Lawang – Berbagai cara dan upaya pemerintah baik pemerintah pusat,provinsi maupun daerah besinergi untuk memutuskan penyebaran wabah virus corona (Covid-19) yang saat ini masih mewabah diberbagai penjuru wilayah, termasuk di wilayah Kabupaten Empat Lawang

Maka dari itu pemerintahan Kabupaten Empat Lawang telah mensosialisasikan kepada masyarakat dan sekolah sekolah yang ada di bumi saling kruani sangi krawati untuk mengikuti anjuran pemerintah agar dapat menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Dan hal hasil masih adanya pihak sekolah yang tidak menuruti anjuran pemerintah untuk menerpkan protokol kesehatan (Prokes) di sekolah sekolah yang saat ini telah melaksanakan tatap muka.

Hal tersebut dikatakan Camat Pasemah Air Keruh (Paiker) Noperman Subhi mengatakan pada saat giat sosialisasi pencegahan covid-19 di sekolah sekolah,baik itu di Paud,TK,SD,SMP,
SMA/ SMK yang ada di Paiker masih ada sekolah yang tidak menerapkan prokes.

“ya itu dilihat disatu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Paiker,masih ditemukan guru maupun siswa yang tidak menggunakan masker, tempat cuci tangan masih terbatas (tidak setiap ruangan ada),”Paparnya.Selasa  (4/8).

Masih dikatakan Noperman,sosialisasi ini bertujuan agar paiker terbebas dari covid 19 sesuai dengan instruksi bupati,

Untuk sekolah yang belum menerapkan anjuran pemerintah lanjutnya, supaya menerapkan prokes kesehatan dan pihaknya akan memberikan waktu untuk memenuhi kekurangan yang ada.

“Pihak kecamatan dan puskesmas dalam waktu secepatnya akan mengecek kembali apakah sudah terpenuhi protokol kesehatan itu dan mohon untuk ditertibkan kembali pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah sekolah,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Siapsiaga Covid-19,BPBD Bentuk Desa Tangguh

Published

on

foto : BPBD For REL Caption : Pemberian APD kepada relawan desa tangguh covid-19

REL,Empat Lawang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang membentuk relawan Desa tangguh covid-19 di Kecamatan Kecamatan Lintang Kanan Kabupaten Empat Lawang.

yang menjadi tempat desa tangguh yakni di Desa Nibung Kecamatan Lintang Kanan Kabupaten Empat Lawang.

“ya kemarin,Pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi bencana,BPBD bentuk desa tangguh COVID 19 guna siaga dan antisipasi penyebaran virus,”Kata Kepala BPBD Kuswinarto melalulu Kabid Kesiapsiagaan Harry Pratama.Selasa (4/8).

Selain membentuk desa tangguh dikatakan Harry, juga memberikan alat pelindung diri (APD) untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus covid-19

“Ada sebanyak 250 pcs masker, tank semprot, lima liter disinfektan ada lima buah,tempat cuci tangan 1 unit dan buku saku sebanyak 160 buah,”Paparnya.

Adapun tujuannyo pembentuk relawan tangguh covid-19 tersebut.menyampailan informasi kepada masyarakat terkait covid 19,memantau potensi penyebaran covid ,mensterilisasikan penyebaran virus di lingkung desa,menyampaikan informasi kepada pemerintah daerah (BPBD) serta memantau pelaksanaan kehidupan baru New Normal tentang penerapan protokol kesehatan.Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending