oleh

Kualitas Kopi Robusta Patut Dibanggakan

* Syahril puji keberhasilan pengolahan produktifitas Kopi

 

REL, Empat Lawang – Dipusatkan di Gedung Pendopohan Rumah Dinas Bupati Empat Lawang, Syahri Hanafiah menyampaikan dihadapan sejumlah awak media terkait keberhasilan produktifitas Kopi Robusta Empat Lawang di kancah tingkat Nasional. Rabu ( 18/4)

Dalam penyampaian tersebut bukan hanya Bupati Empat Lawang saja yang hadir di tengah awak media, Namun sebagian para Kepala Dinas Instansi Pemkab Empat Lawangpun turut hadir. Tak tinggal Kepala BNN Empat Lawang Amancik Marzuki dan Kapolres Empat Lawang AKBP Agus Setyawan yang juga turut hadir.

“Kita patut berbangga dan juga bersyukur ya, atas masuknya Kopi Robusta Empat Lawang ini kedalam Kategori jenis Kopi Terbaik dengan urutan ke 16 di tingkat Nasional,” ujar Syahril sembari menunjukkan Kopi jenis Robusta yang sudah di sangrai. Rabu (18/4)

Dikatakan Syahril bahwa Kopi Robusta Empat Lawang ini sebelumny telah mendaptakan sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) langsung dan tentunya menjadi kebanggan masyarakat Kabupaten Empat Lawang, dimana sebelumnya seperti yang telah diketahui bahwa Empat Lawang ini merupakan penduduk mayoritas bermata pencaharian petani khususnya petani kopi.

“Iya benar, sertifikat itu saya terima langsung dari pihak Kemenkumham langsung saat di Hotel Indonesia Jakarta pada 26 April 2017 lalu. Dan di Tahun 2018 ini Kopi Robusta Empat Lawang masuk Nominasi 16 Besar Kopi terbaik di Indonesia.” Katanya

Dirinya menjelaskan dampak bagi masyarakat petani kopi di Empat Lawang sangatlah membantu penghasilan serta perekonomian mereka, karena semenjak diproduksinya Kopi Robusta kedalam bentuk bubuk hingga berada didalam kemasan dan dapat disajikan kepada para penikmat juga pencinta kopi asli Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati ini.

“Harga kopi ini terus meningkat jadi otomatis petani kopi lebih sejahtera, Kopi Robusta Empat Lawang dari hasil biji kopi pilihan yakni buah kopi yang benar-benar sudah berwarna merah denga harga 6000/perkilonya. Sedangkan untuk menjadi satu kilo setelah kopi disangrai dan dihaluskan itu diperlukan 5 sampai 6 kilo merah, berarti dengan adanya itu petani kita bisa menjual di atas Rp30.000 per kilo tanpa proses penjemuran lagi.

Dilanjutkan Syahril Hanafiah bahwa mencoba dengan segala resiko merupakan kunci keberhasilan seperti halnya proses pembuatan bubuk kopi robusta Empat Lawang ini. “Ternyata setelah diproses dari biji kopi pilihan kita dapat menghasilkan kopi yang bercita rasa tinggi, selain itu haruslah dimulai dari kwalitas kopinya dulu seperti Kopi Jenis Robusta Empat Lawang ini.” tandasnya. (mg14)

BACA JUGA