Connect with us

Kabar Sumsel

KTNA di Muba Harus Jadi Event yang Memorable dan Meriah

Published

on

 

REL, SEKAYU – sana mengejutkan bagi Panitia Minggu (23/6/2019) malam, pasalnya Bupati Muba Dodi Reza sekitar pukul 22.00 WIB melakukan sidak untuk sekaligus mengecek kesiapan pelaksanaan KTNA tingkat Provinsi Sumsel yang ke 13 dipusatkan di bumi Serasan Sekate dan bertindak sebagai Tuan Rumah, Bupati Muba Keliling sambil menyapa para tamu yang hadir dan sekaligus mengecek posko posko kesiapan untuk mempermudah akses layanan dan kebutuhan para peserta KTNA yang dihadiri seluruh Kabupaten Kota Se-Sumsel.

Pelaksanaan KTNA yang digelar 24-28 Juni ini akan mengumpulkan ribuan petani dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel dan dimeriahkan oleh artis-artis ibu kota seperti Siti Badriah dan Cita-Citata. Selain itu banyak pertandingan dan perlombaan bagi para peserta yang akan dipertandingkan dan tentunya yang unik unik, dan asli permainan Indonesia seperti Engrang patok lele dan lainya dan saat acara Pembukaan Siang Hari ini direncanakan Pukul 14.00 ontime Ada Giat Tumbuk lesung tarian tarian khas daerah yang akan menghibur kita semua.

“Pelaksanaan KTNA di Muba ini harus jadi event yang memorable dan meriah,” ucap Dodi Reza dihadapan perwakilan Peserta tadi malam KTNA 17 Kabupaten/Kota.

Dikatakan, dirinya melihat persiapan yang dilakukan panitia sudah baik dan siap. “Saya lihat kesiapan sudah sangat siap, posko kesehatan dan lainnya siaga untuk melayani kebutuhan peserta,” ucapnya.

Dodi Reza Alex menyebutkan, Muba tidak hanya menargetkan untuk suksesnya acara KTNA saja tetapi berusaha semaksimal mungkin menjadi tuan rumah yang baik dan sangat berkesan bagi peserta KTNA dari peserta Kabupaten/Kota di Sumsel.

“Pelayanan prima kepada peserta menjadi prioritas, kita bersama agar KTNA di Muba ini akan menjadi hal yang paling dikenang petani-petani dan Nelayan se-Sumsel,” Mari Kita Sukseskan dan jadikan ajang KTNA ini menjadi ajang silaturahmi dan ajang bertukar informasi dan teknologi Pertanian peternakan perikanan dst sehingga berdampak postif bagi kita semua tutupnya. (Rls).

Kabar Sumsel

Meski anggota Polri keduanya tetap diproses sesuai hukum

Published

on

Caption : Barang Bukti (BB) yang diamankan

 

 

REL,Lubuklinggau – Diduga terlibat dalam jaringan narkoba lintas kabupaten/kota dua oknum polisi yang bertugas di salah satu Polres di wilayah Polda Sumsel, Bripda H (23), dan Brigpol I (40), diciduk Tim Sat Res Narkoba Polres Lubuk Linggau, yang dipimpin langsung Iptu Sofyan Hadi. Bersama keduanya polisi juga mengamankan Barang Bukti (BB) berupa sabu-sabu 5,14 gram dan sebutir pil ekstasi warna merah jambu.

Kedua oknum Bripda H dan Brigpol I, disergap di Jalan Patimura, Kelurahan Sukajadi, Lubuklinggau Barat I, Senin (20/1), sekitar pukul 12.30 WIB.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa penyergapan terhadap kedua oknum tersebut berawal dari pengembangan kasus yang ditangani Sat Narkoba Polres Lubuk Linggau. Belakangan diketahui ternyata kedua oknum tersebut merupakan polisi aktif.

Hal itu rupanya tak menyurutkan langkah Sat Narkoba Polres Lubuk Linggau untuk memberantas narkoba di wilayah hukumnya. Terbukti, meski oknum tersebut rekan seprofesinya, hukum tetap ditegakan.

Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Dwi Hartono, melalui Kasat Narkoba, Iptu Sofyan Hadi, menjelaskan keduanya ditangkap saat melintas di Jalan Patimura. Saat itu keduanya dicegat Tim Satres Narkoba ketika akan membawa pesanan D dengan menggunakan mobil Brio warna orange dari arah Kabupaten Muratara menuju Kota Lubuk Linggau.

“D merupakan berusia 23 tahun, warga Jalan Kenanga II, Kota Lubuk Linggau yang diduga memiliki hubungan asmara dengan Oknum H,” jelasnya.

Saat dicegat Bripda H membuang sabu-sabu dalam bungkusan plastik dan Brigpol I membuang BB inex warna merah jambu. “Ketika akan diamankan I sempat melakukan perlawanan,” ujarnya.

Mendapat perlawanan dari teman seprofesi mereka, Tim dari Sat Narkoba tidak tinggal diam. Sehingga Tim terpaksa melakukan kekerasan dengan memukul knum I dengan tangan kosong. Alhasil, perlawanan tersangka berhasil dipatahkan.

“Meski anggota Polri keduanya tetap diproses sesuai hukum yang berlaku,”Tukasnya.(*)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Pemilik atau penunggu kebun

Published

on

Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara,

 

 

REL,Pagar Alam – Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara, didampingi Kasat Narkoba Iptu Regan dan Kapolsek Dempo Tengah Ipda Ramsi mengatakan, pihaknya melakukan pengintaian mulai pukul 00.00 WIB dan lewat tengah malam baru bisa masuk lokasi sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Kemudian dilakukan pengepungan untuk melakukan penggerebekan.

“Proses penemuan ladang ganja setelah berhasil menangkap bandar dan pengembangan dengan penyelidikan di lokasi penemuan ladang,” kata dia.

Berdasarkan hasil penggerebekan diamankan tiga orang dan 300 batang ganja ukuran 50 centimeter.

Penemuan ladang ganja di kawasan Bukit Mendare perbatasan Dempo Tengah dan Dempo Selatan tepatnya Bukit Talang Padi Ampe Kelurahan Penjalang Dempo Selatan. “Penemuan ladang ganja, 3 hektar dan 300 batang ganja dengan umur bervariasi,” tukasnya.(17).

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Gunakan Jimat Saat Beraksi

Published

on

Ketiga Tersangka saat press rilis

 

REL,Lubuklinggau – Gila, ternyata Gunawan (34), Kusuma (32) dan Dika (28), komplotan tersangka spesialis pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat), yang dilumpuhkan polisi Minggu (12/1) lalu, terlibat lebih dari 40 kasus serupa di sebagian wilayah Polres Lubuklinggau. Hal itu terungkap setelah dilakukan pengembangan kasusnya di sejumlah Polsek dalam wilayah Polres Lubuklinggau.

“Mereka terlibat 40 kasus curas dan curat, di Polsek Utara, Polsek Barat dan Polsek Selatan, itu belum termasuk yang di Polsek Timur,” demikian diungkapkan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono, didampinhi Wakapolres, Kompol Raphael B Jaya Lingga, dan Kasat Reskrim, AKP Alex Andrian, Jumat (17/1), sekitar pukul 15.00 WIB.

Dari jumlah itu, 7 diantaranya Laporan Polisi (LP) di Polres Lubuklinggau, 8 LP di Polsek Utara, 13 LP di Polsek Barat, sisanya  12 LP di Polsek Selatan.

“Sedangkan untuk di Polsek Timur baru akan diteliti hari ini, dan total LP bisa berkembang lebih dari 40 kasus,” katanya.

Uniknya dalam aksi curas dan curatnya, komplotan tersangka yang menggunakan banyak jimat dan raja ini, selalu meninggalkan jejak dengan membuang air besar di kediaman korbannya tanpa disiram. “Semua itu diduga berkaitan dengan ritual sirep dan jimat yang mereka gunakan,” jelas Dwi.

Seperti yanh diberitakan Palembang Pos sebelumnya, Berkahir sudah sepak terjang tiga dari enam komplotan spesialis pembobol rumah yang meresahkan warga Kota Lubuklinggau. Pasalnya ketiga tersangka Gunawan (34), warga Kelurahan Talang Muara Enim, Kusuma (32), dan Dika (28), warga yang sama berhasil diringkus Sat Reskrim Polres Lubuklinggau. Sedangkan tiga lainnya KML, WR dan TIT, masih dalam Daftra Pencarian Orang (DPO).

Ketiga tersangka (Gunawan, Kusuma dan Dika) diringkus polisi, di Jalan Wirakarya, Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Minggu (12/1), sekitar pukul 22.00 WIB. Ketiganya terpaksa dilumpuhkan karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Dari ketiga tersangka  polisi juga berhasil mengamankan, kotal handpone vivo Y95, tiga unit sepeda motor. Masing-masing, motor Honda Beat warna biru putih, otor Yamaha Mio warna Silver, dan Suzuki Satria, serta Mobil Cary warna hitam.

Selain itu, polisi juga mengamankan belasan Handpone beragam merk, kartu unit Kartu Ajungan Tunai Mandiri (ATM) dan sejumlah dompet serta dua selongsong peluru. Diantara BB tersebut ada juga sejumlah jimat berupa raja, jimat kebal dan lainnya.(*)

Baca Selengkapnya

Trending