oleh

KPU Sumsel Perpanjang Rekapitulasi Suara

* Khusus Untuk Empat Lawang

 

REL, Palembang – Rapat pleno rekapitulasi suara pemilu 2019 tingkat KPU Sumsel yang sedianya berakhir pada Minggu (12/5) malam pukul 23.59 WIB terpaksa diperpanjang tiga hari kedepan, setelah mendapat konsultasi dengan Bawaslu Sumsel dan rekomendasi KPU RI.

Pasalnya dari 17 kabupaten/kota, tersisa satu Kabupaten yaitu Kabupaten Empat Lawang yang belum rampung dilakukan rekap untuk tingkatan DPRD Provinsi dan Kabupaten, yang sejak rekap pada 9 Mei lalu, diambil alih KPU Sumsel.

Hal ini disebabkan rekapitulasi Kabupaten Empat Lawang untuk DPRD Provinsi dinilai saksi baik partai politik (Parpol) dianggap bermasalah dan terjadi kecurangan serta penggelembungan suara yang merugikan parpol, hal tersebut tidak disikapi KPU dan Bawaslu Sumsel sehingga suasana menjadi memanas.

Hal ini diperparah dengan hujan interupsi dari saksi Partai yang meminta ketegasan KPU Sumsel dan Bawaslu Sumsel untuk mengulang penghitungan suara dari bawah  untuk DPRD Sumsel di Empat Lawang.

Namun untuk menghentikan hujan interupsi tersebut pimpinan rapat, komisioner KPU Sumsel Hepriyadi langsung mengetok palu rapat dengan keputusan memperpanjang dan melanjutkan Rapat pleno terbuka rekapitulasi suara di KPU Sumsel Kabupaten Empat Lawang, Senin (13/5) pukul 09.00.

Saksi dari Partai Gerindra Nopran Marjani menilai dari proses rekapitulasi oleh KPU Empat Lawang sudah terlihat kecurangan.

Saya menyarankan skor dahulu kita besok lanjutkan, kita mendengar apa yang disampaikan saksi-saksi,” katanya, Senin (13/5) dinihari.

Menurut Nopran, kalau hasil malam itu di paksakan maka ditakutkan akan terpilih wakil rakyat yang bukan haknya dan itu haram dunia dan akhirat.

Saksi partai Nasdem Didi Efriyadi mendesak agar KPU dan Bawaslu Sumsel untuk membuka C1 hologram dan C1 plano bukan keniscayaan ketika barang tersebut dihadirkan di KPU Sumsel .

Sampai detik ini saya melihat barang tersebut menjadi barang kramat , barang yang tidak patut untuk di sajikan, padahal itu hak kita semua , hak kita sebagai warga negara, hakkita sebagai peserta pemilu, mereka layak melihat apa yang telah mereka lakukan,” ucapnya.

Karena menurutnya masyarakat membutuhkan hasil pemilu Empat Lawang seobjektif mungkin.

Karena kejadian ini merupakan kejadian yang sangat luar biasa yang merugikan semua pihak, saya sudah lapor Kapolda Sumsel,” tandasnya.

Saksi partai Golkar, Herpanto melihat terkait kabupaten Empat Lawang ada permasalahan yang sangat spesialis dengan situasi permasalahan yang cukup konflik harus segera di sikapi.

Sedangkan Komisioner KPU Sumsel Hepriyani mengatakan, menindaklanjuti Surat KPU RI yang mempersilahkan KPU Sumsel untuk memperpanjang rekapitulasi , KPU Sumsel sudah memberikan rekomendasi untuk KPU Sumsel memperpanjang rekapitulasi sampai Senin (13/5/2019).

Karena KPU Sumsel dijadwalkan oleh KPU RI harus menyampaikan hasil rekapitulasi ini tanggal 14 Mei .

Di tempat yang sama Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto menambahkan, pihaknya telah mempersilahkan KPU Provinsi Sumsel untuk memperpanjang rekapitulasi karena dalam faktanya rapat pleno tersebut belum diselesaikan.

“Kami juga sudah mengamati hari ini semua keberatan yang disampaikan oleh saksi hari ini sudah sesuai prosedur. Bawaslu ingin semua keberatan saksi akan dibahas pada lanjutan pleno,” ujarnya.

Dari catatannya, sebanyak 10 laporan masuk ke Bawaslu terkait kecurangan pemilu di tingkat calon legislatif di Daerah Pemilihan Kabupaten Empat Lawang.

“Kami akan menaruh perhatian khusus kepada Kabupaten Empat Lawang karena di forum sudah disampaikan bahwa semua ingin proses rekapitukasi berjalan substantif, tidak hanya prosedural,” pungkasnya. (rel/rmolsumsel)

BACA JUGA