Connect with us

Empat Lawang

KPK Minta ULP Independen

Published

on

MONEV : Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad dan Wabup Yulius Maulana bersama tim dari KPK saat monitoring dan evaluasi (Monev) kabupaten/kota di Sumatra Selatan, Selasa (1/10).

REL, Empat Lawang – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang mendapat peringkat dua dari hasil monitoring dan evaluasi (Monev) kabupaten/kota di Sumatra Selatan,  hal ini diketahui saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan Monev di Empat Lawang, di ruang paripurna DPRD Empat Lawang,  Selasa (1/10).

Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad mengatakan, berdasarkan penilaian KPK hanya dua semester Empat Lawang meraih skor sebanyak 50 selisih empat angka dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang mencapai angka 54. Insya Allah ada satu semester lagi menambah skor tadi. namun jika di sandingkan dengan capaian skor tahun sebelumnya Empat Lawang berada di posisi ke 14 dengan sekor 47 selama satu tahun.

“Ada delapan poin yang di nilai dalam Monev tadi yakni delapan hal menghilangkan cela-cela terjadinya korupsi,  Alhamdulillah Empat Lawang mendapat skor yang bagus dan peringkat dua se-sumsel,” kata Joncik.

Selanjutnya Joncik mengaku pihaknya tidak puas disini saja,  pihaknya masih mengakui banyak kelemahan, misalnya sisi pengadaan barang dan jasa nilainya hanya 17, nilai terendah dari penilaian yang lain,  kemudian BP2RD meskipun nilai 50 namun masih butuh peningkatan, kelemahan ini tak terlepas dari kurangnya SDM di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

Makanya kedepan harus meningkatkan SDM dan memaksimalkan yang ada, dengan menambah jumlah pegawainmelalui proses penerimaan pegawai tahun ini serta proses mutasibpejabat yang diharapkan pejabat yang ada bisa meningkatkan kinerja serta menempatkan pejabat diposisi yang tepat.

“Yang pasti di rotasi nanti kita akan menempatkan orang yang tepat dan tempat yang juga tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Aida perwakilan KPK yang hadir mengatakan untuk ULP (Unit Layanan Pengadaan) pihaknya hanya meminta independen meskipun dibawah bagian umum ataupun penguasa ULP bisa jalankan tugas sesuai aturan dan tidak memihak dalam menjalankan tugas dna fungsinya sebagai pengadaan. barang dan jasa. apalagi jika jabatannya pun fungsional bisa mandiri pasalnya pengadaan barang dan jasa itu dapurnya Pemda.

“ULP mengelola anggaran jadi harus bersih. sekali lagi jangan ada pejabat dan legislatif yang intervensi,” ujarnya
“Begitu juga dengan BKPSDM,  evaluasi jabatan, penilaian kinerja, implementasi TPP sangat tergantung kekuatan APBD dan pendapatan daerah itu sendiri, jangan dipaksakan jika kekuatan 60 persen dulu yang lain tahun depannya. tapi harus ada upaya peningkatan PAD,” imbuhnya.

Lebih jauh Aida menyampaikan BP2RD harus memiliki aplikasi namun harus ada tim internal Pemda sendiri sehingga bisa menguasi sistemnya. yang terpenting itu ada inovasi aplikasi aselerasi penerimaan daerah,  boleh inovasi terus menggali informasi laen terbaru dan baik misalnya palikasi BPHTB sinkron ke instansi lain.

“Yang di perhatikan lagi harus ada edaran kemendagri diperhatikam, karena keinginan KPK memperkuat APIP. Dana Desa juga,  kalau ada aplikasi tunggu proses lanjutan, kalaupun ada pelanggaran bisa langsung koordinasi kejaksaan dan kepolisian,” pungkasnya. (07).

Empat Lawang

Buronan 4 Kasus Ditembak di Bengkulu

Published

on

REL, Empat Lawang – Seorang buronan Polres Empat Lawang, yang sedikitnya terlibat dalam 4 kasus tindak kriminal di wilayah hukum Polsek Ulu Musi, berhasil ditangkap Tim Elang Polres Empat Lawang, dalam pelariannya di Komplek Perumahan Merapi Ujung, Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu, Sabtu (19/10/2019).

Tersangka diketahui bernama Kiki Rian Pusta (25), tercatat sebagai warga Desa Tanjung Agung Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Tersangka terpaksa dihadiahi timah panas di bagian kakinya, karena mencoba kabur dan melawan saat hendak ditangkap petugas. Saat ini tersangka sudah dibawa ke Mapolres Empat Lawang, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Eko Yudi Karyanto melalui Kasat Reskrim, AKP M Ismail menjelaskan, 4 kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) dan pencurian dengan pemberatan (Curat) yang telah dilakukan tersangka.

“Pertama, kasus pengeruskan pondok kebun dan pencurian satu unit sepeda motor merk Jealing bernomor polisi BG 4403 DR dan pencurian satu karung Lada denga berat kurang lebih 30 kg, di Talang Air Gerinjing Desa Tanjung Agung Kecamatan Ulu Musi,” ungkap Ismail kepada wartawan, Senin (21/10).

Kemudian, kasus pencurian Lada seberat kurang lebih 40 kg di Talang Ngongop Desa Tanjung Agung Kecamatan Ulu Musi.

“Tersangka juga telah melakukan pembegalan di Talang Gerinjing Desa Tanjung Agung Kecamatan Ulu Musi. Saat itu korbanya dipukul pakai balok kayu, setelah korban tidak berdaya, tersangka menggasak sepeda motor dan kemiri seberat 8 kg milik korban,” terangnya.

Dan yang terakhir lanjut Kasat, tersangka juga merupakan pelaku pencurian dengan pemberatan di Talang Air Kerinjing Desa Tanjung Agung Kecamatan Ulu Musi. Pada saat itu pelaku mengambil satu unit sepada motor Honda Supra Fit BD 5776 DO milik pelapor atasnama Harun (52), warga setempat.

“Dengan banyaknya tindakan kriminal yang dilakukan tersangka, kita memfokuskan melakukan pengejaran terhadap tersangka ini dan dari hasil penyelidikan, ternyata tersangka kabur ke Kota Bengkulu,” ceritanya.

Selanjutnya, kata Kasat, pihaknya melakukan pengejaran ke Kota Bengkulu, alhasil tersangka berhasil ditemukan. “Lalu kita sergap, tersangka melawan dan kita tidak ingin ambil risiko tinggi, karena tersangka ini sangat berbahaya, karena itu terpaksa kita lumpuhkan,” tukasnya. (mg20)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

4 Siswa Terbukti Minum Alkohol

Published

on

CEK : Petugas BNN Kabupaten Empat Lawang, mengecek urine siswa di MAN 1 Empat Lawang, dalam kegiatan tes urine dadakan yang digelar di sekolah itu, Senin (21/10).

REL, Empat Lawang – Sejumlah siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Empat Lawang, terbukti positif mengkonsumsi alkohol dalam dalam kegiatan tes urine dadakan yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabuapaten Empat Lawang, di sekolah itu, Senin (21/10).

“Kalau positif Narkoba, itu tidak ada. Tapi, yang positif mengkonsumsi alkohol, ada,” ungkap Kepala BNN Kabupaten Empat Lawang, AKBP Syahril SH melalui Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan, Azhari.

Dikatakan Azhari, pihaknya memang bekerjasama dengan MAN 1 Empat Lawang, dalam upaya deteksi dini penyalahgunaan Narkoba oleh para pelajar. “Tadi kita pilih secara acak, 25 siswa untuk dites urine-nya. Dari 25 siswa, ada 4 siswa positif urinenya mengandung alkohol,” urainya.

Dugaan pihanya, siswa yang positif mengkonsumsi alkohol itu, meminum alkohol lebih dari satu hari yang lalu. “Ini dari hasil pemeriksaan kita pada urine mereka, mereka ini konsumsinya bukan kemarin atau semalam. Tapi lebih dari satu hari yang lalu,” imbuhnya.

Tentu saja lanjut Azhari, adanya temuan ini, pihakhya menyerahkan sepenuhnya pembinaan ke pihak sekolah, agar para siswa itu tidak lagi meminum alkohol.

“Secara hukum memang tidak ada masalah. Tapi, dengan mereka biasa meminum minum keras, dikhawatirkan akan mencoba Narkoba dan itu sangat berbahaya,” tukasnya. (12)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Belum Miliki BLK

Published

on

SIMBOLIS : Kabid Tenaga Kerja Kabupaten Empat Lawang, Joni Verdi (kiri) secara simbolis menyerahkan materi pelatihan desain grafis kepada peserta saat membuka program PKW jenis keterampilan desain grafis kerjasama antara LKP Rachma dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (21/10).

REL, Empat Lawang – Kabupaten Empat Lawang hingga saat ini tidak ada balai latihan kerja (BLK) yang dikelolah pemerintah. Meski demikian, di Kabuapten Empat Lawang ada lembaga kursus dan pelatihan (LKP) yang dikelolah swasta.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Aidil Yuliansyah melalui Kabid Tenaga Kerja, Joni Verdi mengatakan, pihaknya mendukung penuh LKP Rachma Kabupaten Empat Lawang, yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam melaksanakan berbagai pelatihan.

“Karena kabupaten ini belum memiliki BLK, salah satu penunjang memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat di sini adanya pelatihan yang digelqr LKP Rachma ini,” ungkap Joni saat membuka program pendidikan kecakapan wirausaha (PKW) jenis keterampilan desain grafis kerjasama antara LKP Rachma dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang digelar di kantor cabang Tebing Tinggi, LKP Rachma Kabupaten Empat Lawang, Senin (21/10).

Menurut Joni, kegiatan seperti ini sangat membantu pemerintah dalam upaya pengentasan pengangguran di Kabupaten Empat Lawang, apalagi kegiatan ini gratis. Dia berharap, selain pendidikan keterampilan desain grafis, diharapkan ada pelatihan-pelatihan lainnya, untuk meningkatkan kemampuan masyarakat di Kabupaten Empat Lawang, dalam upaya menciptakan lapangan kerja baru.

“Kami berharap, degan adahya kegiatan pelatihan ini, para peserta dapat mengikuti dengan baik dan tidak menutup kemungkinan ada kegiatan pelatihan yang lain selain keterampilan desain grafis ini,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Joni juga menyampaikan jika saat ini di Kabupaten Empat Lawang sudah ada bursa kerja khusus atau BKK. Tempatnya di SMK Negeri 1 Empat Lawang.

“BKK itu sudah dilaunching oleh gubernur Sumsel, kemarin. Ini merupakan upaya kita dalam menyukseskan program Empat Lawang MADANI,” tandasnya. (12).

Baca Selengkapnya

Trending