Connect with us

Kabar Sumsel

Kerangka Sofyan Ditemukan Tidak Utuh dalam Hutan

Published

on

TEMUKAN : Kerangka diduga Sofyan ditemukan dengan kondisi tidak utuh dan di Desa Muara Lakitan, Musi Rawas. Kerangka sopir grab ini ditemukan setelah ditangkap satu dari 3 pelaku dan juga informasi dari sopir truk sawit yang biasa melintas di lokasi.

REL, Palembang – Polisi akhirnya menemukan lokasi pembuangan mayat sopir taksi online Grabcar asal Palembang, Sumatera Selatan yang menjadi korban perampokan dan pembunuhan. Dari lokasi itu ditemukan tulang-belulang yang tidak lagi utuh. Lokasi penemuan yakni di Desa Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel.

“Hari ini kami sudah menemukan tulang-belulang korban pembunuhan sopir taksi online yang sempat hilang. Kondisi tidak lagi utuh,” kata Kasubdit Jatanras Polda Sumatera Selatan, AKBP Yoga Baskara, Selasa (13/11/2018).

Tulang-belulang yang ditemukan ini, kata Yoga, mulai dari kepala, rusuk dan tulang belakang korban. Sementara sepatu dan pakaiannya korban sedang dalam proses pencarian.

“Jarak-jarak ditemukan tulangnya sekitar 4-5 meter, sudah nggak utuh. Anggotak masih mencari sisanya. Mudah-mudahan segera ditemukan semua agar langsung dibawa ke RS Bhayangkara,” ujarnya.

Lokasi tulang sendiri ditemukan di antara Desa Muara Lakitan dan Kanan Dapun di daerah Musi Rawas. Di mana itu merupakan area semak belukar yang ada di perkebunan kelapa sawit.

“Penemuan berdasarkan keterangan dari sopir-sopir truk perusahaan. Katanya ada bau bangkai bebdrapa waktu lalu. Setelah ditelusuri dari kemarin akhirnya berhasil ditemukan,” sambungnya.

Sebagaimama diketahui, salah satu sopir Grab, Sofiyan dikabarkan hilang saat menarik penumpang Senin (29/10). Keluarga yang kehilangan langsung lapor ke SPKT Polda Sumsel.

Mendapat laporan keluarga korban, tim Subdit III Jatanras langsung melakukan pengejaran dan menangkap salah satu pelaku RD (42). Namun kepada penyidik RD mengaku tidak ingat di mana mayat korban dibuang usai tewas dicekik.

Tak habis pikir, polisi langsung mencari mayat korban dan menelusuri rute saat para pelaku membawa kabur mobil. Di jalan tanah Muara Lakitan inilah tim menemukan tulang-belulang korban.

 

Sofyan Korban Ketiga di 2018, Korban Kedua Ditemukan Tinggal Tulang

Apa yang dialami Sofyan merupakan kejadian ketiga di tahun 2018. Pada Maret lalu Tri Widiantoro, sopir Gocar juga ditemukan tinggal tulang di Kawasan Tanjung Api – Api setelah dilaporkan hilang satu bulan sebelumnya.

Untuk diketahui, Tri Widyantoro menjadi mitra taksi online menggunakan mobil Daihatsu Xenia Silver BG-1352-RP.

Terakhir, dikabarkan korban terakhir dapat orderan dari akun berinisial AS (diduga palsu) dengan total ongkos Rp114.000, Distance atau jarak 32.53KM serta kode booking RB-1160425183, 15 Februari 2018 pukul 14:35:26 WIB.

Setelah Tri, pada pertengahan Juni lalu M Aji Saputra, driver Grabcar ditemukan tak bernyawa di kawasan Babat Toman, Musi Banyuasin (Muba), Sumsel, Kamis (14/6/2018).

Menurut informasi yang beredar, korban diketahui terakhir menerima order (penumpang) di sekitar kawasan JM Sukarami Palembang sekitar pukul 21.00 WIB, Rabu (13/6/2018). Korban diketahui bernama M Aji Saputra, lahir 20 Juni 1993, dengan alamat Perumda Blok E1 No 6, Talang Kelapa, Alang-Alang Lebar Palembang. (rel/FIN)

Kabar Sumsel

Kemenag Terapkan Pelayanan Tanpa Tatap Muka

Published

on

Teks foto:Kankemenag Muratara H Iksan Baijuri

 

 

Rel Muratara–Untuk menjaga dari terjangkit dan menyebar Corona Virus Disease (Covid-19) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Musi Rawas Utara menerapkan pelayanan publik tanpa tatap muka langsung.

Alasan penerapan pelayanan tersebut tertuang dalam edaran Kemenag Muratara nomor 77 tahun 2020 tentang pelaksanaan protokol penanganan Covid-19 dan surat edaran Kantor Wilayah Kementetian Agama Propinsi Sumatera Selatan nomor 494 tahun 2020 pertanggal 26 Maret tentang pelayanan publik tanpa tatap muka.

Kankemenag Muratara H Ikhsan Baijuri mengatakan, ditengah hangatnya masalah Covid pelayanan publik di kantor kemenag dilakukan tanpa tatap muka.

“Nanti setiap pelayanan akan dilakukan melalui hand phone, whatshap dan surat elektronik,”katanya, Kamis (26/3)

Lanjutnya, pelayanan tanpa tatap muka akan berlansung dari tanggal 26 Maret hinggga 30 Maret atau menunggu perkembangan selanjutnya. Jika kondisi Covid sudah benar benar steril dari muka bumi, maka aktivitas akan seperti biasa.

Ia mengatakan, pelayanan tanpa tatap muka, sudah disampaikan surat edaran di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) pada Tujuh Kecamatan dalam wilayah Muratara.

“Silakan nanti, Kepala KUA masing masing menyampaikan edaran ini pada setiap kepala desa, atau menyampaikan langsung kepada masyarakat,”ujarnya

Ditambahnya, bagi masyarakat yang ingin melakukan urusan dengan kemenag tidak parlu datang ke kantor, karena di surat edaran sudah di sediakan atau melalui surat elektronik atau email kabmuratara@kemenag.go.di. (16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Cegah Masuk Covid-19 di Muratara, Pemda Mendirikan Posko GTPP

Published

on

BERSAMA:Bupati, Sekda Foto bersama petugas posko GTPP

 

 

REL,Muratara – Guna Penanganan secara intensif, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mendirikan dan meresmikan posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Corona Virus Disease (Covid-19) di perbatasan Kabupaten Surulangun Jambi, tepanya di simpang Nibung Rawas, Kecamatan Rawas Ulu, Muratara. Selasa (24/3)

Juru Bicara GTPP Kabupaten Muratara Siswanto Tunut menyampaikan pendirian dan peresmian posko ditengah hangatnya masalah Covid-19 tersebut adalah upaya pencegahan dari pemerintah.

“Ia, hari ini bersama Bupati, TNI, Polisi meresmikan dan mulai bergerak melakukan pengecekan secara menyeluruh pengendara yang masuk ke Kabupaten Muratara,”katanya

Sambungnya, terutama bagi pengendara yang datang dari jauh, jambi, batam. Dan orang tersebut singah, pulang kampung atau menginap di Kabupaten kita.

Ia menyebutkan, jika ada orang, warga atau pengendara yang kategori tidak aman, menunjukan suhu badan pada 38 keatas, maka yang bersangkutan masuk dalam Orang Dalam Pengawasan (ODP).

“Melalui rekan tim, Dinas kesehatan memantau secara berkalah yang masuk dalam ODP itu,”ujarnya

Kesempatan yang sama, Bupati Muratara H M Syarif Hidayat menyampaikan posko tersebut sebagai antisipasi Kabupaten Muratara, sebagai bentuk kepedulian pemda terhadap Covid-19.

“Posko ini adalah posko kemanusiaan. Kita harus ada tindakan yang tegas terhadap Covid-19. Ini bukan rahazia terhaadap surat menyurat kendaraan pengendara atau yang lain. Saya mintak yang melintas untuk membantu, berhenti dan turun untuk dilakukan pengecekan,”ajaknya

Lanjutnya, Posko GTPP akan berdiri dan melayani lebih kurang selama tiga bulan. kita pantau sampai kondisi di Muratara umumnya indonesia benar benar bersih dari Covid-19 ini.

Untuk diketahui, petugas pokso terdiri dari tim Kesehatan, BPDB, dibantu pihak kepolisian, Pol PP, Dishub dan TNI yang berjumlahkan sebanyak 33 orang. (16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Kapolda Sumsel Apresiasi Kinerja Wartawan Masuk Desa

Published

on

Caption : Tampak suasana rapat kerja wilayah IWO

 

 

REL,Palembang – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan Irjen Pol Priyo Widyanto sangat mengapresiasi program wartawan masuk desa yang di gagas oleh Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online Sumsel sebagai wujud turut mensukseskan program Indonesia membangun dari Desa.

Hal ini di tegaskan Kapolda Sumsel Irjen Pol Priyo Widyanto melalui Direktur Intel Polda Sumsel Kombes Pol Budi Sajodin m, M.Si saat pembukaan Rapat Kerja Wilayah IWO Sumsel di Hotel Swarna Dwipa Palembang Sabtu (14/03/2020).

Menurutnya, hal ini selaras dengan beberapa program.Nasional dianataranya program Internet masuk Desa, PLN Masuk Desa dan program lainnya.

“Dengan adanya program Wartawan Masuk Desa ini semoga dapat nengawal serta memberikan edukasi kepada masyarakat dalam memanfaatkan Program Internet Masuk Desa, agar masyarakat bisa “melek informasi”,”ujar Budi Sajidin.

Disamping itu kata Budi, di Sumatera Selatan sendiri akan ada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 7 Kabupaten dan Kota,”Mari bersama – sama menciptakan suasana yang kondusif dengan pemberitaan yang menyejukan, dan sesuai dengan jargon IWO sebagai lokomotif anti hoax,”ujarnya.

Lebih jauh Budi mengatakan, hadirnya media online mampu menjawab tantangan kebutuhan diera digitalisasi yang menyampaikan informasi cepat, tepat dan akurat.

“Media sosial juga tidak kalah cepatnya dalam menyampaikan informasi , dan sebagai bagian dari keberagaman, oleh karena itu, melalui program Wartawan Masuk Desa IWO diharapkan dapat mrmposisikan diri sebagai penyeimbang informasi melalui medsos,”harapnya.

Dia juga berharap IWO dapat bersinergi dengan Polri dalam menjaga suatuasi NKRI terlebih lagi Pengurus Daerah IWO di Sumsel sudah hampir seluruh Kabupaten Kota.

Sementara itu Ketua Pengurus Wilayah IWO Sumatera Selatan Sony Kushardian mengatakan kepengururusan IWO sudah terbentuk di 14 Kabupaten Kota Se-Sumsel.

“Agenda Rakerwil ini salah satunya adalah evaluasi kegiatan pengurus daerah, dan melakukan konsolidasi,
serta lounching Wartawan Masuk Desa,”terang Sony.

Kedepan diharapkan IWO semakin solid dan profesional dalam menjalankan roda organisasi serta menjalankan tugas – tugas jurnalistik,”imbuhnya.(*).

Baca Selengkapnya

Trending