Connect with us

Empat Lawang

Kendala Jaringan, BPS Targetkan 20 Persen

Published

on

Caption : Muhammad Dedy

 

REL, Empat Lawang – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Empat Lawang mentargetkan sensus penduduk secara mandiri (online) diangka 20 persen, padahal dari BPS Provinsi sendiri mentargetkan sekitar 40 persen.

Angka target tersebut mengalami perbedaan dengan Provinsi dikarenakan banyak kendala yang harus di hadapi oleh masyarakat di Kabupaten Empat Lawang. Hal ini disampaikan Kepala BPS Empat Lawang Muhammad Dedy kepada wartawan, Rabu (20/2).

“Memang kita beda dengan provinsi dari target, itu karena jaringan atau sinyal internet di Empat Lawang yang dikatagorikan belum stabil,” kata Dedy.

Sebab lanjut Dedy, untuk sensus mandiri ini diperlukan jaringan internet yang stabil tidak bisa macet-macet, sedangkan di wilayah Empat Lawang jaringan internet tidak bisa dipastikan stabil dan lancar.

“Apabila masyarakat sedang melakukan registrasi secara online, namun pada saat melakukan registrasi internet tidak stabil jadi harus, kembali dari awal pendaftaran,” jelasnya.

Itulah masih dikatakan Dedy, alasan kenapa target pencapaian untuk sensus mandiri hanya diangka 20 persen. Menurut Dedy, sensus mandiri saat ini sedang berjalan.

“Sensus mandiri saat sedang berjalan, dimulai 15 February – 31 Maret, sampai ini pun kami terus melakukan sosialisasi dimana pun bahkan dalam lingkungan pemerintah kami masih memberikan sosialisasi,” ujarnya.

Bahkan bukan hanya di lingkungan Pemerintah saja dikatakan Dedy, disekolah pun juga datang melakukan sosialisasi memberikan penjelasan kepada para guru dan siswa tentang sensus mandiri.

“kita datang kesekolah maupun tiap instansi memberikan sosialisasi,” tambahnya.

Selain itu bukan hanya sensus mandiri atau online melainkan nanti juga ada sensus wawancara yang menurunkan petugas kerumah warga. Namun saat ini masih dalam tahap sensus mandiri.

“Setelah sensus mandiri nanti pada 1 Juli – 31 Juli ada sensus wawancara yang mendatangkan petugas turun langsung,” pungkasnya. (12).

Empat Lawang

Edi Sugandi Jabat Kasi Datun

Published

on

Caption : Edi Suganti saat dilantik di Kejari Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, Sigit Prabowo SH MH, melantik Edi Sugandi sebagai Kepala Seksi ( Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (PTUN), menggantikan Andi Candra.

Sementara Andi Candra kini menjabat Kacabjari Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

“Kita berharap Edi Suganda segera menyesuaikan diri di tempat kerja baru ini,” harap Sigit Prabowo.

Ini lantaran, diakuinya, tugas Datun sangatlah penting dalam pendampingan hukum, penegakan hukum serta pelayanan hukum.( Rel)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Giliran TNI, Polisi serta Guru

Published

on

Caption - Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) memeriksa vaksin gelombang kedua tiba di Dinas Kabupaten Empat Lawang.

/// Sasaran Vaksin Covid Tahap II

REL,Empat Lawang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Empat Lawang, kembali menerima vaksin covid-19 tahap II di Dinas kesehatan Empat Lawang, kemarin (2/3).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes ) Empat Lawang Sulni melalui Kabid Pencegahan dan pengendalian penyakit ( P2P), Dr. Ivon Meliyani mengatakan sebanyak 250 vial vaksin covid -19 diterima dengan sasaran 1.741 orang.

“Gelombang dua ini, sasaran TNI-Polri dan tenaga pendidikan,”Kata Ivon saat menerima vaksin.

Masih dikatakan Ivon data yang telah masuk kedinas kesehatan sebanyak 1200 orang yang akan divaksin,

“Data yang sudah masuk ke kita ada 1200 orang sedangkan kita mendapatkan kuota sebanyak 1.741,”Ujarnya.(Pad/rel)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Luring terapkan Sistem 5S

Published

on

Foto : Anita / REL Caption : Siswa dites thermogun saat masuki ruangan

REL,Empat Lawang – Di era pandemi, dunia pendidikan masih menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal ini dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19.

Semua sekolah di Kabupaten Empat Lawang masih menerapkan sistem PJJ baik secara daring ataupun luring sekarang ini. Salah satu sekolah yang menerapkan sistem PJJ yakni SMP N 1 Muara Pinang.

Kepala SMP N 1 Muara Pinang, Hadi, mengatakan sekolahnya menerapkan sistem pembelajaran daring bagi siswa yang mempunyai handphone, dan pembelajaran luring bagi siswa yang tak mempunyai hanpdhone.

“Anak belajar di rumah, guru mengajar dari sekolah via handpone,” kata Hadi.

Pada saat siswa ke sekolah, sekolah menerapkan sistem 5S yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun untuk menyambut kedatangan siswa. Tentunya penerapan 5S tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Penerama program 5S sendiri menurut dikatakan Hadi, sejak tahun 2016 sudah mulai diterapkan di sekolah.(Ian/rel)

Baca Selengkapnya

Trending