Connect with us

Empat Lawang

Kemenag Tetapkan Besaran Pembayaran Zakat Fitra

Published

on

H Saifullah Rozak

REL, Empat Lawang – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Empat Lawang, sudah menetapkan jumlah zakat fitra.

“Zakat Fitra kita sudah mengirimkan surat, untuk beras itu 2 kilo setengah, kalau uang 27 ribu. Karena kita mengambil harga beras 11 ribu perkilonya,” ungkap Kakankemenag Empat Lawang Muhammad Makki melalui Kasubag TU H Saifullah Rozak kepada wartawan, Rabu (29/5).

Tapi lanjut Saiful, jika ada masyarakat yang mau membayar zakat dengan uang sebesar 30 ribu rupiah itu diperbolehkan, sebab itu hak mereka.

“Kalau ada yang mau bayar zakat dengan beras seberat 3 kilo silahkan ditindak jadi masalah. Tapi yang selama ini populer kalau beras 2 kilo setengah kalau duit itu beragam,” ujarnya.

Untuk proses pembayarannya sambung Saiful, saat ini sudah dimulai dan akan berakhir sebelum Khotib turun dari mimbar.

“Artinya sebelum selesai shalat Ied bayar zakat Fitra, kalu sudah Shalat Ied itu sudah Sidalih biasa bukan zakat,” katanya.

Dirinya menghimbau, kepada umat muslim yang ada di Kabupaten Empat Lawang, agar sesegera mungkin membayar zakat Fitra.

“Karena tidak sempurna puasa seseorang jika tidak bayar zakat Fitra, karena zakat Fitra itu pembersih jiwa,” pungkasnya (Mg22).

Empat Lawang

Viral, Kasus Diduga Bullying Dilakukan Siswi SMP di Empat Lawang

Published

on

FOTO: ILUSTRASI

Viral, Kasus Diduga Bullying Dilakukan Siswi SMP di Empat Lawang

REL, Empat Lawang – Jagat maya Facebook dan WhatsApp dihebohkan dengan video salah satu siswi di SMP yang ada di Kecamatan Ulu Musi diduga menjadi korban bullying oleh teman satu sekolahnya. Video berdurasi 19 detik itu berisi salah seorang siswi yang dibully oleh temannya hingga jilbab korban lepas karena dijambak oleh pelaku bullying. Tak hanya itu di dalam video tersebut korban juga didorong ke semak-semak pinggir jalan hingga jatuh. Mirisnya, mereka masih menggunakan seragam sekolah.

Menyikapi kejadian dimaksud, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang, Rita Purwaningsih, melalui Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kerja (PGTK), Arbanu, menyesalkan kejadi tersebut.

“Kepseknya sudah ditelepon, dan membenarkan bahwa siswi yang ada dalam video itu siswi di sekolahnya. Wali beserta siswinya akan dipanggil, untuk dimintai klarifikasi,” ungkap Arbanu.

Menurut pengakuan dari Kepsek kata Arbanu, video itu bukanlah perkelahian antar siswi. Melainkan hanya bercanda sesama mereka.

“Itu jawaban dari Kepseknya, tapi kejadian sebenarnya kami belum tahu. Silahkan konfirmasi lagi ke Sekretaris Disdik atau Ibu Kadis, mungkin ada tindakan selanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang, Sopyan Haris, saat dikonfirmasi via telepon mengatakan, akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan kepala bidang pembinaan SMP, sebelum mengambil tindakan selanjutnya.

“Itu kan ranahnya Bidang Pembinaan SMP, kita koordinasikan dulu,” ujarnya singkat.

Kabid SMP Disdikbud Kabupaten Empat Lawang, Jhon Heri mengatakan akan memanggil kepala sekolah yang bersangkutan.

“Senin kita panggil dulu Kepala Sekolah beserta Wakasek Bidang Kesiswaan. Saya sudah melihat Facebook dari keluarga korban, sepertinya ini benar. Kalau memang benar kita Diknas tegas akan memberi sanksi kepada terduga pelaku bully,” ucap Jhon Heri.

Ia menghimbau kepada seluruh sekolah dan seluruh orang tua untuk memantau dengan ketat anak-anak agar tidak menggunakan gadget untuk hal yang tidak perlu. Selayaknya gadget digunakan untuk belajar daring, bukan untuk yang lain.

“Himbauan agar sekolah, guru kita, maupun orang tua untuk ketat memantau penggunaan android oleh siswa terutama pada masa KBM Daring ( PJJ) ini,” himbaunya.

Namun pernyataan dari Disdikbud yang diperoleh dari pernyataan Kepala Sekolah yang mengatakan bahwa video itu hanya main-main atau candaan siswi saja, tidak sejalan dengan keterangan dari salah satu pihak keluarga korban.

Wartawan berhasil menelusuri dan menghubungi salah satu keluarga korban melalui telepon. Keluarga korban yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan dengan tegas bahwa video tersebut bukanlah hoax, video itu benar terjadi.

Bahkan menurut pengakuannya, korban sempat mengalami trauma psikis dan ada luka tubuh bagian dalam.

“Ya, korban sempat trauma kalau mau tidur dia ngigau ketakutan. Tolonglah bagi pemerintah terkait untuk usut tuntas kasus ini. Kasihan keluarga saya ini berasal dari keluarga yang tidak mampu,” ujar salah satu keluarga korban.

Menyikapi simpang siurnya informasi yang didapat, Hepy Safriani Joncik selaku Ketua TP PKK Kabupaten Empat Lawang sekaligus Ketua Duta Literasi Kabupaten Empat Lawang mengatakan akan mengusut tuntas kasus diduga bullying tersebut. Hepy bahkan mengirimkan utusannya dari PKK, dari Duta Literasi Kabupaten Empat Lawang, dan memerintahkan Disdikbud untuk menelusuri kejadian yang sebenarnya. Hepy juga memerintahkan Dinas DPMP3A bagian Perlindungan Anak agar mengirimkan Psikolog untuk menghilangkan trauma korban.

“Sepertinya berita simpang siur. Memang harus cek ricek,” tegas Hepy. (Ian)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Diduga Pemicu Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

Published

on

Caption : Warga bergotong royong memasukan kopi yang sudah terbakar ke dalam karung

REL,Empat Lawang – Kebakaran menghanguskan satu rumah warga desa Muara Lintang Lama Kecamatan Pendopo Barat Kabupaten Empat Lawang,jumat ( 22 / 1) sekitar pukul 07.00 wib.

Kobaran api menghanguskan satu buah rumah atas nama Arman Baiti ( 60) dan satu rumah rusak berat atas nama Sairul.

Menurut Norman selaku pendamping Pemberdayaan desa (PDP) Kecamatan Pendopo Barat menuturkan kejadian sekitar pukul 18 : 10 Wib yang mana pemilik rumah sedang tidak berada ditempat.

“Saat kejadian pemilik rumah sedang ke sawah,alhamdulillah tidak ada korban jiwa,belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran namun kerugian ditafsir mencapai ratusan juta dan saat ini korban diungsikan dirumah keluarganya,”Jelasnya

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Empat Lawang Sahrial Podril melalui Sekretaris BPBD Rupi Faizal membenarkan telah terjadi kebakaran di Desa Muara Lintang Lama.

“Iya , kejadiannya sekitar pukul 08:00 Wib dan satu jam berhasil di padamkan oleh petugas menggunakan dua unit mobil pemadam yaitu damkar Pendopo dibantu Damkar Muara Pinang serta warga sekitar ,”kata Sekretaris BPBD Rupi Faizal

Dijelaskan Rupi, dugaan sementara Api berasal dari Korsleting listrik sehingga mengakibatkan rumah warga yang masih berbahan papan kayu itu terbakar hebat.

“Di wilayah sana memang mayoritas rumah masih berbahan kayu sehingga sangat rawan apabila terkena api,”jelasnya

Dirinya menghimbau kepada masyarakat khususnya rumah yang terbuat dari papan untuk selalu berhati – hati apabila hendak keluar rumah seperti ke kebun ataupun ke sawah .

“Jangan tinggalkan rumah sebelum dicek dan di pastikan tidak ada korsleting listrik seperti magicom yang selalu terhubung ke aliran listrik ataupun kompor ,”himbaunya

Masih di katakannya, dengan kejadian musibah itu pihaknya akan langsung berkoordinasi ke Dinas Sosial untuk segera memberikan bantuan bagi korban kebakaran.

“Bantuan akan segera kita salurkan bersama Dinsos, baik berupa Sembako , makanan cepat saji dan pakaian,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Keseringan Main Gadget, Para Siswi Buat Video Diduga Bullying

Published

on

FOTO: ISTIMEWA  BULLYING: Para siswi yang diduga lakukan bullying terhadap teman sekolahnya.

FOTO: ISTIMEWA

BULLYING: Para siswi yang diduga lakukan bullying terhadap teman sekolahnya.

Keseringan Main Gadget, Para Siswi Buat Video Diduga Bullying

EMPAT LAWANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Empat Lawang dihebohkan dengan beredarnya video beberapa siswi SMP di Kecamatan Ulu Musi yang diduga menjadi korban bully oleh teman-temannya sesama siswi. Mirisnya, mereka masih menggunakan seragam sekolah dan videonya sudah menyebar di berbagai media sosial.

Informasi yang berhasil dihimpun, Kamis (21/1), dugaan perlakuan bully kepada salah satu siswi tersebut, dilakukan oleh beberapa siswi lainnya yang diperkirakan satu sekolahan dengan korban. Video diduga bully tersebut pun langsung menyebar, baik melalui WAG maupun media sosial lainnya.

Menyikapi kejadian dimaksud, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang, Rita Purwaningsih, melalui Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kerja (PGTK), Arbanu, menyesalkan kejadi tersebut.

“Kepseknya sudah ditelpon, dan membenarkan bahwa siswi yang ada dalam video itu siswi di sekolahnya. Wali beserta siswinya akan dipanggil, untuk dimintai klarifikasi,” ungkap Arbanu.

Menurut pengakuan dari Kepsek kata Arbanu, video itu bukanlah perkelahian antar siswi. Melainkan hanya bercanda sesama mereka.

“Itu jawaban dari Kepseknya, tapi kejadian sebenarnya kami belum tahu. Silahkan konfirmasi lagi ke Sekretaris Disdik atau Ibu Kadis, mungkin ada tindakan selanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang, Sopyan Haris, saat dikonfirmasi via telepon mengatakan, akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan kepala bidang pembinaan SMP, sebelum mengambil tindakan selanjutnya.

“Itu kan ranahnya Bidang Pembinaan SMP, kita koordinasikan dulu,” ujarnya singkat.

Kabid SMP Disdikbud Kabupaten Empat Lawang, Jhon Heri mengatakan sudah berkomunikasi dan menanyakan langsung kepada sekolah yang bersangkutan.

Jhon Heri mengatakan menurut pengakuan dari pihak sekolah menuturkan sudah memanggil wali murid dari siswi-siswi yang ada di video tersebut. Pihak sekolah mengatakan tidak ada laporan atau keluhan dari orang tua maupun dari siswi yang bersangkutan.

“Katek ta… anak main-main bae. Sudah dipanggil siswa dan orang tua yang bersangkutan. Hanya main-main meniru niru acara di televisi. Kesimpulannya anak-anak terlalu sering bermain gadget atau internet jadi kebablasan meniru yang bukan untuk ditiru,” jelas Jhon Heri.

Ia menghimbau kepada seluruh sekolah dan seluruh orang tua untuk memantau dengan ketat anak-anak agar tidak menggunakan gadget untuk hal yang tidak perlu. Selayaknya gadget digunakan untuk belajar daring, bukan untuk yang lain.

“Himbauan agar sekolah, guru kita, maupun orang tua untuk ketat memantau penggunaan android oleh siswa terutama pada masa KBM Daring ( PJJ) ini,” himbaunya. (Ian)

Baca Selengkapnya

Trending