Connect with us

Empat Lawang

Kejari Empat Lawang Miliki Kasi Pidum Baru

Published

on

Tiga Jaksa Fungsional Pindah Tugas
Dua Pegawai Memasuki Masa Pensiun

 

 

REL, Empat Lawang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, menggelar acara pisah sambut Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) serta Pelepasan Jaksa Fungsional dan Purna Bakti Pegawai di lingkungan Kejari Empat Lawang, di halaman kantor Kejari Empat Lawang, Selasa (20/3).

Acara yang diawali dengan kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kasi Pidum Kejari Empat Lawang, dari yang lama, M Anugrah Agung Faizal SH yang mendapat tugas baru ke Kejari Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), kepada Kasi Pidum Kejari Empat Lawang yang baru, Muhammad Ihsan SH, di aula kantor Kejari Empat Lawang.

Dalam acara pisah sambut tersebut, hadir sejumlah Kapolsek, Kasat dan Kabag pada jajaran Polres Empat Lawang, juga dihadiri Wakil Kepala Pengadilan Tinggi Negeri (PTN) Lahat, perwakilan Rumah Tahanan (Rutan) Tebing Tinggi, Ibu-ibu Adhiyaksa Dharmakartini (IAD) serta tamu undangan lain.

Dalam sambutannya, Kepala Kejari Empat Lawang, Ronaldwin SH MH mengaku sangat kehilangan atas dilepasnya M Anugrah Agung Faizal SH  dan sejumlah Jaksa fungsional dijajaran Kejari Empat Lawang, ke tempat tugas yang baru.

“Perpisahanan ini tentu, tidak membuat kita gembira. Tapi di sisi lain sebagai saudara, sebagai keluarga besar yang pernah bersama-sama kita di sini, walaupun mungkin, dalam rentang waktu yang tidak begitu panjang, tapi bagi saya itu menimbulkam kesan begitu dalam,” ungkap Ronaldwin.

Diapun mengakui, ada sesuatu yang mungkin saat bersama-sama di Kejari Empat Lawang, ada hal yang tidak pada tempatnya dan itu kurang berkenan, pada kesempatan ini, Kejari Empat Lawang, mohon kiranya dimaafkan. Perlu dia sampaikan, dari dulu dirinya mencoba berusaha agar selalu ada rasa persaudaraan yang tinggi antar pegawai di Kejari Empat Lawang, sehingga ada rasa kebersamaan, sebab dengan kebersamaan itulah, semuanya akan menjadi kuat dan bisa membuat semuanya menjadi lebih maju.

“Terima kasih kepada semuanya. Kita memang pernah bersama-sama namun saya tidak mau mengatakan kita pernah menjadi saudara, karena persaudaraan itu tetap sampai kapanpun,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Pidum yamg lama, M Anugrah Agung Faizal SH juga menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh jajaran Kejari Empat Lawang, atas apa yang pernah terjadi selama dirinya menjabat sebagai Kasi Pidum Kejari Empat Lawang, selama kurang lebih 2 tahun 3 bulan ini. “Pasti saya salah kata, salah sikap dan sebagainya itu sudah pasti. Usia memang saya tidak muda lagi, namun jika dibandingkan dengan senior-senior saya ada ucapan kurang sopan-santunnya, karena itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” sampainya.

Permohonan maaf juga juga dia sampaikan kepada Kapolsek-kapolsek dan penyidik-penyidik di jajaran Polres Empat Lawang, serta Rutan Tebing Tinggi dan pihak PN Lahat. “Mungkin ada hal yang tidak berkenan selama ini. Tapi yakinlah, tidak ada masalah pribadi di antara kita, tidak lebih dari memajukan semua proses hukum yang baik di Kabupaten Empat Lawang, sehingga semuanya bisa sinergi, semuanya bisa go prosedural,” jelasnya.

Untuk diketahui, M Anugrah Agung Faizal, SH pindah tugas ke Kejari Mataram, NTB dalam jabatan yang sama di Kejari type A tersebut. Jabatannya selaku Kasi Pidum Kejari Empat Lawang, digantikan Muhammad Ihsan SH.

Sementara, para Jaksa fungsional yang juga meninggalkan Kejari Empat Lawang, antara lain Imam Murtadlo SH dan M Fajar Dian Prawitama SH, keduanya mendapatkan tugas yang baru di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Anjasra Karya SH pindah tugas ke Kabupaten Musi Banyu Asin (Muba), sebagai Kepala Sub Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Muba.

Selanjutnya, pegawai Kejari Empat Lawang yang masuk masa Purna Bhakti antara lain, Msy Rohima dan Cek Ayu. (12)

Empat Lawang

Kapolres Berjanji Membedah Rumah Nenek Rismawati

Published

on

Caption : Kapolres Empat Lawang bertemu dan berbicara langsung dengan nenek Rismawati di Kediamannya.

REL,Empat Lawang – Jajaran Polres Empat Lawang menyambangi rumah nenek Rismawati (62) yang beralamatkan di Desa Padang Tepong Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang.Sabtu (6/3).

Kedatangan orang nomor satu di wilayah Hukum Polres Empat Lawang ini,melihat kondisi kediaman nenek Rismawati dan kedua putranya yang mengalami keterbelakangan mental sekaligus memberikan bantuan berupa sembako.

Diketahui,Nenek Rismawati tinggal bersama dua anak laki lakinya di rumahnya yang terbilang tidak layak huni dan nenek Rismawati juga mengidap penyakit katarak di dua belah matanya sehingga mengakibatkan nenek Rismawati tidak bisa melihat orang orang sekelilingnya baik dari jarak dekat maupun jauh,

Kapolres Empat Lawang AKBP. Wahyu,S.IK didampingi wakapolres Empat Lawang Kompol Indarmawan mengatakan akan memberikan bantuan pengobatan operasi mata kepada nenek Rismawati.

“Insyah allah kedepan kami dari kepolisian atas izin bapak kapolda sumsel akan mengobati mata nenek Rismawati agar bisa melihat kembali,”Kata Kapolres

Bukan hanya operasi mata saja ,Kapolres juga berjanji akan membedah rumah nenek Rismawati agar menjadi layak huni.

“Secepatnya akan kita lakukan menjadi rumah layak huni ,mudah mudahan allah mengizinkan,”Tuturnya.

Sementara Saipul tetangga Nenek Rismawati mengatakan sudah banyak para dermawan yang mendatangi kediaman beliau untuk memberikan bantuan.

“Alhamdulillah sudah banyak orang mendatangi kediaman Nenek Rismawati ,Semalam Kapolsek tebing tinggi memberikan sembako dan hari ini Kapolres,”Jelasnya

Memang lanjut Saipul nenek Rismawati pengen bisa melihat lagi namun tidak ada biaya untuk berobat.

“Mudah mudahan dengan adanya bantuan kepolisian polda dan polres nenek bisa melihat lagi karena kasihan kedua anaknya itu juga mengalami keterbelakangan Mental yang hidup bersama nenek Rismawati,”Terangnya.(Dn).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Telah Beredar Uang Palsu

Published

on

FOTO : IST/REL PALSU: Tiara anak pemilik toko baju dipasar Tebing Tinggi menerima uang palsu

REL,Empat Lawang – Uang palsu sudah beredar di tangan masyarakat, terkhusus dikabupaten Empat Lawang, salah satu warga Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati telah menjadi korban.

Pedagang toko baju di Pasar Tebing Tinggi, Tiara (21), mengetahui mendapatkan satu lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu saat ingin menyetor uang ke bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi.

“kemarin (4/03) saya diminta ibu untuk menyetor uang sebesar Rp 25 jt di Bank Sumsel yang ada di pasar, nah pas di pecahan Rp 50 ribuan kato pihak bank bahwa terdapat satu lembar uang Rp50 ribu yang kami setor palsu. Langsung dicoret uangnya oleh petugas teler banknya, dan dikembalikan ke kami,” jelas Tiara kepada wartawan Harian Rakyat Empat Lawang (REL).

Dituturkan Tiara, ia tidak mengetahui kapan mendapatkannya, tapi uang tersebut dinyatakan palsu oleh pihak bank, karena warnanya yang luntur dan benang pita uangnya tidak ada tulisan angka 50 ribu.

“Kami tidak mengetahui kapan dan siapa yang memberikan uang palsu karena banyak transaksi di toko. Setelah diperhatikan dengan seksama, uang 50 ribu palsu itu ternyata uang Rp 2 ribu,

“Uangnya masih kami simpan, namun sudah dicoret oleh pihak bank, uangnya kami simpan supaya bisa membandingkan uang palsu dengan yang asli, agar tidak tertipu lagi dengan uang palsu tersebut,” tuturnya.

Kepala Bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi, Eldika Zainuddin, belum mengetahui hal tersebut, namun pihaknya akan memverifikasi pegawainya. “Nanti saya akan verifikasi,” jelasnya.

Eldika Zainuddin, menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam transaksi atau menerima uang dari pihak manapun, dan harus tau cara membedakan uang asli dengan palsu.

“Himbauan kepada masyarakat, untuk lebih berhati-hati dalam menerima uang dari pihak manapun, cara yang paling simpel untuk membedakan uang asli atau palsu cukup dengan 3D, dilihat, diraba, dan diterawang,” imbauannya (Mus/arl).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Edi Sugandi Jabat Kasi Datun

Published

on

Caption : Edi Suganti saat dilantik di Kejari Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, Sigit Prabowo SH MH, melantik Edi Sugandi sebagai Kepala Seksi ( Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (PTUN), menggantikan Andi Candra.

Sementara Andi Candra kini menjabat Kacabjari Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

“Kita berharap Edi Suganda segera menyesuaikan diri di tempat kerja baru ini,” harap Sigit Prabowo.

Ini lantaran, diakuinya, tugas Datun sangatlah penting dalam pendampingan hukum, penegakan hukum serta pelayanan hukum.( Rel)

Baca Selengkapnya

Trending