Connect with us

Empat Lawang

Kejari dan DPRD MoU Tentang Hukum Perdata

Published

on

MOU : Kajari Empat Lawang didampingi Bupati Empat Lawang dan Ketua DPRD Empat Lawang saat penandatanganan MoU antara Kejari Empat Lawang dan Sekretariat DPRD Empat Lawang, Selasa (19/2)

REL, Empat Lawang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, bersama Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Empat Lawang, menandatangani nota kesepahaman bersama atau Memorandum of Understanding (MoU), terkait bantuan hukum masalah Perdata dan Ketatausahaan Negara (Datun).

Penandatangan itu dilakukan Kepala Kejari (Kajari) Empat Lawang, Ronaldwin bersama Sekretaris DPRD Empat Lawang, Mahalisi disaksikan Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad bersama Ketua DPRD Empat Lawang, Windera Safri dan segenap anggota DPRD Empat Lawang serta Sekretaris Daerah (Sekda) Empat Lawang, Edison Jaya dan tamu undangan yang hadir, sesaat setelah pelaksanaan paripurna pengesahan RPJMD Empat Lawang, Selasa (19/2/2019).

Kajari Empat Lawang, Ronaldwin mengatakan, apa yang dilakukan hari ini tidak seperti yang diketahui secara umum tentang Kejaksaan yang tugas penuntutan dalam penanganan perkara baik pidana umum maupun pidana khusus. Hari ini sebut dia, ada wajah lain dari Kejaksaan yaitu sesuai dengan pasal 10 ayat 2, pada Undang-undang pokok Kejaksaan, bahwa dengan suara kuasa khusus (SKK) Kejaksaan dapat bertindak di dalam maupun di luar pengadilan untuk kepentingan pemerintah, BUMN dan BUMD.

“Jadi, diharapkam dengan apa yang kita lakukan hari ini, merupakan pintu masuk untuk berbuat maupun bekerja bersama yang menyangkut tekhnis yuridis terhadap kegiatan yang menggunakan keuangan negara, sehingga terhindar dari tersangkut pada pelanggaran perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Lebih lanjut Ronaldwin menjelaskan, untuk pemberian SKK itu dapat dilakukan kapanpun. Baik itu di dalam beracara di pengadilan maupun di luar pengadilan. “Di dalam awal kegiatan, jika ada keraguan-keraguan terkait masalah hukum, kita dapat bersama-sama membahasnya. Dan Kejaksaan bila diminta, dapat mengeluarkan surat tentang pendapat hukum terkait hal-hal yang diragukan tersebut atau juga Kejaksaan dapat mendapangi atau legal assitant namun terlebih dahulu ada permintaan,” urainya.

Sementara itu, Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammmad dalam sambutannya mendukung penuh kerjasama ini. Bahkan sebut dia, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan hal yang sama untuk menjaga pelaksanaan pembangunan di Empat Lawang sesuai dengan koridor yang ada.

“MoU seperti ini bagus sekali dan kalau bisa zero persoalan di Empat Lawang. Saya juga selaku Bupati Empat Lawang akan memerintahkan Kabag Hukum untuk berkomunikasi dengan Kejari Empat Lawang, terkait MoU dalam penangganan masalah Perdata dan Tatausaha Negara di Empat Lawang,” katanya.

Diapun mengaku sangat berharap di Kabupaten Empat Lawang, memiliki tata kelola yang baik, transparan dan pemerintahan yang bersih jauh dari persoalan. Dimulainya MoU ini oleh Sekretariat Dewan, dia sangat mengapresiasi dan menilai kerjasama ini adalah hal yang sangat baik bagi kemajuan Empat Lawang.

“Saya selaku Bupati Empat Lawang akan memberikan arahan bahwa kita harus taat azaz, taat hukum, taut aturan dan undang-undang, mulai dari Perda, Perbub, Pergub, Permen, PP dan Undang-undang harus kita taati,” pungkasnya. (12)

Empat Lawang

Angin Puting Beliung Hantam Rumah Warga,Satu Rumah Rusak Berat

Published

on

Caption : Personil BPBD membersihkan dahan dahan pohon yang tumbang menimpa rumah warga

REL,Empat Lawang – Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kabupaten Empat Lawang langsung menerjunkan sepuluh (10) orang anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) kelokasi terjadinya angin puting beliung di Desa Tanjung Ning Kecamatan Saling,Sekira pukul 17 : 00 wib.sore, Jum’at (27/3)

Kepala BPBD Sahrial Podril melalui kabid kesiapsiagaan Harry Pratama mengatakan ada lima buah rumah yang mengalamu kerusakan akibat angin puting beliung di Desa Tanjung Ning.

“Kejadian tersebut mengakibatkan satu rumah rusak parah karena tertimpa pohon dekat rumahnya atas nama Junaidi (63) dan ada beberapa rumah mengalami rusak ringan,tidak ada korban jiwa namun korban mengalami luka ringan,”Kata Harry

Masih dikatakan Harry,pihaknya telah mengevakuasi warga yang ditimpa musibah,dengan membantu membersihkan pohon yang tumbang,akibat angin puting beliung

Diceritakan Harry,korban atas nama Junaidi (63) pemilik rumah yang tertimpa pohon tumbang,menjelaskan korban saat itu sedang berada didalam kamar untuk menunaikan ibadah sholat magrib namun,tiba tiba terdengar suara menggelegar yang disertai beberapa dahan pohon menimpa tubuhnya.

“Pada saat itu korban sedang sholat tiba tiba pohon menimpa rumah dan mengenai tubuhnya sampai terjatuh,beberapa saat kemudian tetangga korban mengevakuasi korban untuk keluar rumah,”Jelas Harry.(Pad).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

KKN Kelompok 1 Lakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan

Published

on

FOTO : ISTIMEWA SEMPROT: Nampak suasana penyemprotan cairan disinfektan di Masjid Ar Rido Desa Tanjung Aur Kecamatan Kikim Tengah.

KKN Kelompok I Melakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan

 

REL, LAHAT – Kelompok I Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIE Serelo Lahat melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Desa Tanjung Aur Kecamatan Kikim Tengah.

 

Penyemprotan tersebut diawali dengan pembuatan cairan di Posko Kelompok I dengan dibantu oleh anggota Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Aur, lalu langsung pelaksanaan penyemprotan di berbagai fasilitas umum dan rumah warga.

 

“Iya, penyemprotan ini merupakan rangkaian program dari KKN kelompok I yang melaksanakan pengabdian di masyarakat di masa pandemi virus corona seperti saat ini,” kata ketua Kelompok I KKN STIE Serelo Lahat Desa Tanjung Aur Desti Mastika, Kamis (25/02).

 

Dikatakannya, untuk fasilitas umum yang di semprot diantaranya TK/PAUD Pembina Swasta, Masjid Ar rido dan Balai Desa serta rumah-rumah warga yang ada di sekitar Posko KKN Kelompok I.

 

“Karena keterbatasan alat dan juga waktu jadi penyemprotan akan kita lanjutkan besok mengingat areal desa yang cukup luas tidak akan selesai disemprot dalam sehari,” jelasnya.

 

Senada, Bhabinsa Desa Tanjung Aur Sertu Zakaria didampingi Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Aur Aipda Heri mengaku program pencegahan penyebaran Virus Corona atau Covid -19 memang menjadi prioritas pemerintah Indonesia termasuk juga di Desa Tanjung Aur, maka pihaknya sangat senang dilibatkan dalam program KKN dari STIE Serelo Lahat.

 

“Selain penyemprotan kita juga sudah melakukan sosialisasi protokol kesehatan (Prokes) di pasar kalangan kalangan, membagikan masker ke masyarakat dan hari ini melakukan penyemprotan cairan disinfektan,” jelasnya.

 

Sementara, Hestin salah seorang masyarakat mengaku mengapresiasi aksi nyata dari KKN Kelompok I yang telah melakukan berbagai kegiatan baik sosialisasi pencegahan Covid – 19 dan juga membantu kegiatan anak-anak desa .

 

“Alhamdulillah, selain mereka mensosialisasikan tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan di saat pandemi juga mereka membantu mengajar anak-anak mengaji serta membantu anak – anak mengerjakan PR sekolah,” ungkapnya. (Ian)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

SMP 2 Muara Pinang Terapkan Belajar Luring

Published

on

FOTO: ISTIMEWA TUGAS: Siswa sedang mengumpulkan tugas di sekolah.

SMP N 2 Muara Pinang Terapkan Belajar Luring

REL, Empat Lawang – Seperti halnya di beberapa sekolah lainnya di Empat Lawang, SMP N 2 Muara Pinang terapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berupa luring.

Kepala SMP N 2 Muara Pinang, Marnita Elisa belajar secara luring ialah pilihan yang terbaik untuk diterapkan di sekolahnya. Hal ini dikarenakan sekolahnya tidak memungkinkan untuk menerapkan daring.

“Di sekolah ini belum bisa menerapkan daring karena pertama sinyal kurang kuat dan yang kedua karena ada anak-anak yang tidak punya handphone,” kata Marnita kepada Rakyat Empat Lawang.

Untuk jadwal luring, lanjut Marnita, sekolahnya membuat jadwal untuk masing-masing kelas. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan. Mengambil tugas 5 mata pelajaran, kemudian guru memberikan sedikit materi kemudian siswa pulang ke rumah masing-masing.

“Senin Selasa untuk kelas 7, Rabu Kamis untuk kelas 8, Jumat Sabtu untuk kelas 9. Tugas yang diterima hari Senin dikumpulkan hari Kamis. Kemudian hari Kamis itu ngambil tugas lagi dan dikumpulkan hari Senin. Seperti itu terus luring di sekolah kami,” ucapnya.

Tidak ada kendala yang berat selama menjalani proses luring. Hanya ada beberapa siswa tertentu yang terlambat mengumpulkan tugas.

“Ada beberapa siswa yang bandel tidak mengumpulkan tugas, tapi terus kita tagih dan akhirnya ngumpul juga,” ujar Marnita.

Marnita berharap di era pandemi ini sekolah bisa menerapkan pembelajaran tatap muka dengan cara setiap kelas dibagi menjadi dua. Misalkan jumlah satu kelas ada 30 orang berarti dibagi menjadi dua kali pertemuan.

“Kalau sekolah jarak jauh ini penyampaian materi belajar kurang efektif. Kalau tatap muka kan bisa maksimal guru memberikan materi. Tentunya kalau kita tatap muka harus menerapkan Protokol kesehatan,” tuturnya.

Salah seorang siswi di Empat Lawang, Radia Rahmadia Razita mengatakan ia juga berharap sekolah kembali menerapkan sistem pembelajaran tatap muka. Radia menuturkan ia dan teman-temannya sudah sangat rindu dengan suasana sekolah. Terlebih lagi belajar jarak jauh sangat berbeda dengan sekolah tatap muka.

“Kami sudah sangat rindu dengan suasana sekolah. Rindu berdiskusi dengan teman-teman, dan rindu dengan suasana ketika guru menjelaskan materi belajar,” harap Radia. (Ian)

Baca Selengkapnya

Trending