Connect with us

Empat Lawang

Kecam Oknum Guru Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

Published

on

FOTO: ANITA/REL Dra. Rita Purwaningsih, MM (Kepala Disdikbud Kabupaten Empat Lawang).

Kecam Oknum Guru Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

 

REL, Empat Lawang – Menindaklanjuti kasus pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan oleh salah satu oknum guru PNS di Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empat Lawang, Rita Purwaningsih telah mengetahui kasusnya dan mengutuk keras oknum guru tidak bermoral tersebut.

“Ya, kami sudah terima laporannya dari Kepsek bersangkutan, dan dari Disdikbud juga sudah laporan ke Bupati secara lisan,” kata Rita kepada awak media, Rabu (3/2).

Selanjutnya, Bupati memerintahkan kepada Disdikbud agar membuat surat penonaktifan untuk tidak menjalankan tugas di tempat pelaku bekerja.

“Pelaku kita nonaktifkan dari sekolah tempatnya bekerja sembari menunggu pelaku diproses oleh Polres Lubuk Linggau. Setelah pelaku sudah diproses di Polres Lubuk Linggau, maka Disdikbud akan mengeluarkan surat pemberhentian,’ ucapnya.

Di tempat berbeda, Darli selaku Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Empat Lawang mengharapkan kalaupun memang benar kasus tersebut terjadi, maka harus diproses secara hukum. Serta dari Pemerintah Kabupaten Empat Lawang yang dalam hal ini yakni Disdikbud untuk mengambil tindakan tegas terhadap oknum guru tersebut.

“Kasus ini jangan dibiarkan berlarut-larut. Berharapnya pemerintah segera bertindak, baik itu berupa sanksi ataupun pemberhentian kami serahkan kepada Disdikbud,” ujar Darli.

Sementara itu, Kepala dari sekolah tempat pelaku mengajar mengatakan bahwa pelaku bernama Hendri Agustian (39) merupakan warga Kelurahan Tanjung Aman kecamatan Lubuk Linggau Barat 1 yang berkerja sebagai guru PNS di Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang.

Menurut keterangan Kepala Sekolah bahwa pelaku memang memiliki sifat yang tidak baik, pada tahun 2017 Hendri pernah menjadi pelaku penjambretan.

Berdasarkan keterangan kepala sekolah, saat ini belum ada laporan dari siswinya berkenaan dengan diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh pelaku.

“Saat ini kami belum menerima laporan dari siswi di sekolah kami apakah ada yang menjadi korban apa tidak. Kami berharapnya tidak ada siswi di sekolah kami yang jadi korban pelaku,” ucap kepala sekolahnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Lubuk Linggau melakukan penangkapan terhadap Hendri Agustian salah satu oknum guru PNS yang bekerja sebagai guru Bahasa Indonesia di Kecamatan Saling Kebupaten Empat Lawang. Hendri Agustian ditangkap pada hari Senin (1/2) karena melakukan aksi pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Nuryono menjelaskan modus yang digunakan tersangka yakni mengajak anak-anak berumur 9-13 tahun yang ditemuinya di jalan lintas Kabupaten Empat Lawang-Lubuk Linggau atau sebaliknya untuk bermain bersama, kemudian pelaku mencabuli para korbannya. Usai melakukan aksi bejatnya korban diberikan uang Rp 30 ribu oleh pelaku. (Ian)

Empat Lawang

Giliran TNI, Polisi serta Guru

Published

on

Caption - Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) memeriksa vaksin gelombang kedua tiba di Dinas Kabupaten Empat Lawang.

/// Sasaran Vaksin Covid Tahap II

REL,Empat Lawang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Empat Lawang, kembali menerima vaksin covid-19 tahap II di Dinas kesehatan Empat Lawang, kemarin (2/3).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes ) Empat Lawang Sulni melalui Kabid Pencegahan dan pengendalian penyakit ( P2P), Dr. Ivon Meliyani mengatakan sebanyak 250 vial vaksin covid -19 diterima dengan sasaran 1.741 orang.

“Gelombang dua ini, sasaran TNI-Polri dan tenaga pendidikan,”Kata Ivon saat menerima vaksin.

Masih dikatakan Ivon data yang telah masuk kedinas kesehatan sebanyak 1200 orang yang akan divaksin,

“Data yang sudah masuk ke kita ada 1200 orang sedangkan kita mendapatkan kuota sebanyak 1.741,”Ujarnya.(Pad/rel)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Luring terapkan Sistem 5S

Published

on

Foto : Anita / REL Caption : Siswa dites thermogun saat masuki ruangan

REL,Empat Lawang – Di era pandemi, dunia pendidikan masih menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal ini dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19.

Semua sekolah di Kabupaten Empat Lawang masih menerapkan sistem PJJ baik secara daring ataupun luring sekarang ini. Salah satu sekolah yang menerapkan sistem PJJ yakni SMP N 1 Muara Pinang.

Kepala SMP N 1 Muara Pinang, Hadi, mengatakan sekolahnya menerapkan sistem pembelajaran daring bagi siswa yang mempunyai handphone, dan pembelajaran luring bagi siswa yang tak mempunyai hanpdhone.

“Anak belajar di rumah, guru mengajar dari sekolah via handpone,” kata Hadi.

Pada saat siswa ke sekolah, sekolah menerapkan sistem 5S yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun untuk menyambut kedatangan siswa. Tentunya penerapan 5S tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Penerama program 5S sendiri menurut dikatakan Hadi, sejak tahun 2016 sudah mulai diterapkan di sekolah.(Ian/rel)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Budiman Terpilih Ketua PGRI Paiker

Published

on

FOTO: IST FOR REL PGRI: Konferensi Kecamatan PGRI Paiker sedang berlangsung, Sabtu (27/2).

#SMP N 1 Paiker Tuan Rumah Konferensi PGRI Paiker

 

REL, Empat Lawang – SMP Negeri 1 Pasemah Air Keruh (Paiker) jadi tuan rumah dalam agenda konferensi kecamatan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Paiker, Sabtu (27/2).

 

Konferensi tersebut bertujuan untuk membentuk kepengurusan PGRI Paiker yang selama ini dijabat oleh Sutikno. Konferensi diikuti oleh 22 ranting PGRI Paiker.

 

Ketua Panitia konferensi, Bustomi menjelaska setelah mendengarkan pendapat dari masing-masing perwakilan dari SD, SMP, muncul kesepakatan PGRI Paiker bahwa secara aklamasi Budiman dipilih menjadi Ketua PGRI Paiker periode 2020-2025

 

Ketua terpilih, Budiman dalam sambutannya meminta kerjasama kepada semua anggota, khususnya yang menjadi pengurus untuk bersama-sama membangun kejayaan PGRI di Paiker.

 

“Terima kasih atas amanah yang telah diberikan, saya meminta agar kepengurusan PGRI Paiker terus kompak untuk kejayaan PGRI Paiker,” kata Budiman, Sabtu (27/2).

 

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Empat Lawang, H. Joncik Muhammad melalui Safrin selaku wakil ketua PGRI Empat Lawang meminta PGRI untuk aktif melaksanakan kegiatan, baik yang bersifat mengasah kemampuan guru dalam mendidik peserta didik maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

 

“Teruslah bergerak untuk meningkatkan kemampuan guru-guru yang ada di Empat Lawang,” ucap Safrin.

 

Di tempat yang sama, Noperman Subhi selaku Camat Paiker meminta kepada pengurus PGRI yang baru terpilih untuk dapat membuka TK PGRI Paiker dengan memanfaatkan aset yang ada sebagai unit usaha dan sebagai ajang partisipasi lebih jauh PGRI membangun dunia pendidikan di tingkat dasar.

 

“Pembina PGRI yang sekaligus ketua Dewan Pendidikan, Nurdin yang didampingi sekretaris PGRI Empat Lawang dalam mengurus PGRI butuh orang-orang yang mau berkorban segalanya dan butuh orang yang punya gagasan yang inovatif membangun pendidik,” ujar Noperman. (Ian)

Baca Selengkapnya

Trending