Connect with us

Empat Lawang

Kartu Kuning Sebagai Syarat Menjadi TKS

Published

on

REL, Empat Lawang – Permintaan pembuatan kartu kuning atau kartu AK1 di Pemkab Empat Lawang meningkat, hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan UKM Empat Lawang Kuswinarto saat dibincangi wartawan, Rabu (2/1)

Menurut Kuswinarto, permintaan pembuatan meningkat sangat  drastis ,  hal ini terjadi sejak dua bulan terakhir, pasalnya dibeberapa instansi untuk dapat kembali bekerja sebagai tenaga kerja sukarela (TKS) meminta persyaratan kartu kuning,

“Selain itu ada juga keperluan lain,  seperti kebutuhan lamaran bekerja di perusahaan swasta dan perusahaan luar daerah,” kata Winarto.

Dijelaskannya, dalam proses pembuatan kartu kuning khusus para pencari kerja (Pencaker) tersebut gratis tidak di pungut biaya apapun.

Pihaknya akan selalu memonitor staf di bawahnya agar tidak ada pintaan uang (Pungli) ke masyarakat yang mengurus pembuatan kartu kuning tadi,  namun kata Winarto ia bersyukur sampai sekarang tidak ada keluhan adanya permintaan sejumlah uang,  namun jika memang masyarakat memberikan uang pribadi bukan diminta bukan la suatu kesalahan, namun tetap saja pihaknya menyarankan untuk tidak diambil.

“Kalau ada laporkan kepada kami, akan dikenakan sanksi tegas bahkan di pecat jika yang minta tadi TKS kami,” tegasnya.

Lebih jauh Winarto menghimbau agar masyarakat yang sudah mengurus kartu kuning dapat rutin melapor terutama yang sudah dapat diterima bekerja ditempat yang baru,  pasalnya kemajuan jumlah pengangguran ini juga akan dilaporkan.

“Jangan seperti selama ini, tidak ada yang kembali melapor, padahal kami cuma butuh laporan saja,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja Joni Verdi mengakui adanya peningkatan permintaan kartu kuning dari sebelumnya hanya 10 perhari sekarang mencapai 30 an masyarakat yang berurusan kekantor,  jadi meningkatkan sampai 200 persen,

“Alhamdulillah, meskipun meningkat tidak ada kendala,  kartu sudah kami siapkan banyak sejak awal,” katanya. (12).

 

Empat Lawang

Dua Kecamatan Diterjang Angin Puting Beliung,Atap Rumah Warga Beterbangan

Published

on

Caption : Warga saat membersihkan sisa puing puing terjangan angin puting beliung

REL,Empat Lawang – Angin kencang kembali menerjang pemukiman warga, kali ini terjadi di Desa Muara Pinang Baru, kecamatan Muara Pinang, minggu (28/2/2021) sore seiktar pukul 04:20.

Dari Informasi yang didapat ada satu (1) unit rumah mengalami kerusakan cukup parah pada bagian atap, dimana atap dari rumah yang ditinggali oleh Asia (50) lepas dan bergeser beberapa meter dari posisi semula.

“Tadi itu saya lagi nyuci dan memang lagi hujan deras ditambah angin kencang dan mati lampu, terus saya kaget terdengar suara cukup keras yang mengakibatkan atap rumah saya terbang” tutur Asia.

Tidak hanya itu setelah kerusakan pada bagian atap puing-puing langsung berjatuhan ke ruang tengah rumahnya, sehingga menyebabkan kerusakan pada perabotan rumahnya.

“Perabotan saya yang ada di ruang tengah basah terkena air dan puing dari bagian atas rumah” Tambah Asia.

Atas kejadian ini diperkirakan Asia mengalami kerugian sekitar 30 hingga 40 juta Rupiah.

Selain mempora porandakan rumah warga di Kecamatan Muara Pinang angin puting beliung juga mempora porandakan pemukiman warga di Desa Rantau Kasai Kecamatan Lintang Kanan.Minggu (28/2)

Kerusakan juga dominan dibagian atap rumah yang terlepas karena kencangnya hembusan angin puting beliung.

Medi handika Ismail (22) warga Desa Tanjung Alam Kecamatan Lintang Kanan saat dihubungi melalui via whatsapp mengatakan belum mengetahui seberapa banyak rumah yang mengalami kerusakan diakibatkan angin puting beliung.

“Untuk masalah data baru sedikit yang saya tahu , cuma baru tahu info ini di sukarami pohon tumbang yang menimpa kabel untuk aliran desa dan menyebabkan mati lampu dandi desa rantau kasai ada juga rumah yang terkena dampak dari hujan angin tadi,atap rumah (Seng,Red) rumah banyak yang jatuh,”Katanya.Minggu (28/2)

Namun,yang paling berdampak dari hujan angin itu lanjutnya banyaknya sampah yang berserakan di sepanjang jalan desa

“Dan yang paling berdampak adalah sampah, saya keluar rumah mau ke muara pinang tadi mulai dari tanjung alam sampai ke muara danau banyak sampah yang beserakan di tengah jalan,”Jelasnya.(DN/Pad)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Angin Puting Beliung Hantam Rumah Warga,Satu Rumah Rusak Berat

Published

on

Caption : Personil BPBD membersihkan dahan dahan pohon yang tumbang menimpa rumah warga

REL,Empat Lawang – Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kabupaten Empat Lawang langsung menerjunkan sepuluh (10) orang anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) kelokasi terjadinya angin puting beliung di Desa Tanjung Ning Kecamatan Saling,Sekira pukul 17 : 00 wib.sore, Jum’at (27/3)

Kepala BPBD Sahrial Podril melalui kabid kesiapsiagaan Harry Pratama mengatakan ada lima buah rumah yang mengalamu kerusakan akibat angin puting beliung di Desa Tanjung Ning.

“Kejadian tersebut mengakibatkan satu rumah rusak parah karena tertimpa pohon dekat rumahnya atas nama Junaidi (63) dan ada beberapa rumah mengalami rusak ringan,tidak ada korban jiwa namun korban mengalami luka ringan,”Kata Harry

Masih dikatakan Harry,pihaknya telah mengevakuasi warga yang ditimpa musibah,dengan membantu membersihkan pohon yang tumbang,akibat angin puting beliung

Diceritakan Harry,korban atas nama Junaidi (63) pemilik rumah yang tertimpa pohon tumbang,menjelaskan korban saat itu sedang berada didalam kamar untuk menunaikan ibadah sholat magrib namun,tiba tiba terdengar suara menggelegar yang disertai beberapa dahan pohon menimpa tubuhnya.

“Pada saat itu korban sedang sholat tiba tiba pohon menimpa rumah dan mengenai tubuhnya sampai terjatuh,beberapa saat kemudian tetangga korban mengevakuasi korban untuk keluar rumah,”Jelas Harry.(Pad).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

KKN Kelompok 1 Lakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan

Published

on

FOTO : ISTIMEWA SEMPROT: Nampak suasana penyemprotan cairan disinfektan di Masjid Ar Rido Desa Tanjung Aur Kecamatan Kikim Tengah.

KKN Kelompok I Melakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan

 

REL, LAHAT – Kelompok I Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIE Serelo Lahat melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Desa Tanjung Aur Kecamatan Kikim Tengah.

 

Penyemprotan tersebut diawali dengan pembuatan cairan di Posko Kelompok I dengan dibantu oleh anggota Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Aur, lalu langsung pelaksanaan penyemprotan di berbagai fasilitas umum dan rumah warga.

 

“Iya, penyemprotan ini merupakan rangkaian program dari KKN kelompok I yang melaksanakan pengabdian di masyarakat di masa pandemi virus corona seperti saat ini,” kata ketua Kelompok I KKN STIE Serelo Lahat Desa Tanjung Aur Desti Mastika, Kamis (25/02).

 

Dikatakannya, untuk fasilitas umum yang di semprot diantaranya TK/PAUD Pembina Swasta, Masjid Ar rido dan Balai Desa serta rumah-rumah warga yang ada di sekitar Posko KKN Kelompok I.

 

“Karena keterbatasan alat dan juga waktu jadi penyemprotan akan kita lanjutkan besok mengingat areal desa yang cukup luas tidak akan selesai disemprot dalam sehari,” jelasnya.

 

Senada, Bhabinsa Desa Tanjung Aur Sertu Zakaria didampingi Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Aur Aipda Heri mengaku program pencegahan penyebaran Virus Corona atau Covid -19 memang menjadi prioritas pemerintah Indonesia termasuk juga di Desa Tanjung Aur, maka pihaknya sangat senang dilibatkan dalam program KKN dari STIE Serelo Lahat.

 

“Selain penyemprotan kita juga sudah melakukan sosialisasi protokol kesehatan (Prokes) di pasar kalangan kalangan, membagikan masker ke masyarakat dan hari ini melakukan penyemprotan cairan disinfektan,” jelasnya.

 

Sementara, Hestin salah seorang masyarakat mengaku mengapresiasi aksi nyata dari KKN Kelompok I yang telah melakukan berbagai kegiatan baik sosialisasi pencegahan Covid – 19 dan juga membantu kegiatan anak-anak desa .

 

“Alhamdulillah, selain mereka mensosialisasikan tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan di saat pandemi juga mereka membantu mengajar anak-anak mengaji serta membantu anak – anak mengerjakan PR sekolah,” ungkapnya. (Ian)

Baca Selengkapnya

Trending