oleh

Kapolres Empat Lawang Diganti Dari Brimob

*  Aktifitas di Mapolres Empat Lawang Masih Berjalan Normal

 

REL, Empat Lawang – Pasca diperiksanya Kapolres Empat Lawang AKBP AS terkait hasil tes urine dinyatakan positif mengandung zat Amphetamine pada hari Jumat (11/1) kemarin oleh bidang Propam Polda Sumatera Selatan. Suasana Mapolres Empat Lawang berjalan seperti aktivitas biasanya. AKBP AS dinyatakan positive dan masih diamankan Propam Polda Sumsel terkait penyalahgunaan Narkotika jenis Amphetamine terhitung 11 Januari 2019 hingga hari Selasa (15/1) guna riksa lebih lanjut.

Terkuaknya kasus dugaan penyalahgunaan Narkoba yang menjerat orang nomor satu di Markas Polres Empat Lawang tersebut bermula saat seluruh Kapolres di jajaran Polda Sumsel dikumpulkan serentak dan dilakukan tes urine secara mendadak oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

Pantauan wartawan REL, di Mapolres Empat Lawang pada Selasa (15/1) siang. Tampak aktivitas anggota Kepolisian Resort Empat Lawang dalam masing masing Satuan yang ada tetap menjalani rutinitas biasanya dan tidak berdampak ataupun mempengaruhi.

Seperti yang dilakukan oleh bidang pelayanan Kepolisian terhadap Masyarakat Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati yakni pada bagian Identifikasi terlihat ramainya masyarakat berdatangan hendak mengurus dan membuat kartu sidik jari serta Surat Keterangan Catatan Kepolisian atau biasa disebut SKCK.

“Kita dari Tebing Tinggi mau membuat keperluan SKCK untuk persyaratan bekerja pak, ini ada petugasnya di bidang pelayanan,” ujar Sastrani (35) warga Kabupaten Empat Lawang yang bincangi saat dilokasi.

Sementara itu, Mabes Polri bertindak cepat dengan mengeluarkan Telegram Rahasia (TR) tertanggal 15 Januari 2019, dengan mengganti Kapolres Empat LawangAKBP AS yang tes urine-nya positif narkoba. Kapolri Jenderal M Tito Karnavian melalui Asisten SDM Irjen Pol Dr Eko Indra Heri, langsung mengeluarkan telegram rahasia mencopot jabatannya

AKBP AS dicopot dari jabatannya  dan menjadi pamen Polda Sumsel. Penggantinya adalah AKBP Eko Yudi Karyanto dari Satuan Brimob Polda Sumsel.

“Dimohon kepada jenderal untuk menempatkan pejabat tersebut paling lambat 14 hari. Terhitung keputusan dikeluarkan,” bunyi telegram rahasia kapolri tersebut. (14/dom).

 

BACA JUGA