Connect with us

Empat Lawang

Kantor Camat Talang Padang Dirusak

Published

on

HANCUR : Sejumlah kaca perkantoran Camat Talang Padang mengalami pengrusakan oleh beberapa warga yang menggelar aksi protes. Tampak terlihat pecahan kaca berserakan bersama botol minuman keras, Kamis (21/11).

REL, Empat Lawang – Kerusakan di sejumlah Aset milik Negara yang berada di Kantor Camat Talang Padang tak dapat terhindari lagi oleh oknum yang tidak bertanggung pada hari Kamis (21/11) pagi sekira pukul 10.30 Wib.

Dari informasi yang berhasil dihimpun diketahui pengrusakan kantor Camat Talang Padang tersebut dipicu oleh ketidak puasan sejumlah masyarakat karena tidak merasa puas dan adil dalam pembagian beras sejahtera (rastra) yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin.

Pantauan dilokasi sejumlah kaca pecah memecah akibat amukan beberapa warga yang pada mulanya menggelar aksi protes (demo, red) di depan kantor Kecamatan Talang Padang Kabupaten Empat Lawang.

Aksi ini, tampaknya berbuntuk dengan pengrusakan fasilitas milik negara tersebut. Tak kurang dari tujuh kaca jendela mulai dari pintu masuk hingga jendela yang berada di dalam ruangan perkantoran habis dipecahkan para pelaku, sehingga serpihan kaca berhamburan di lokasi kejadian.

“Pengrusakan ini dilakukan warga yang mengaku tidak puas dalam pembagian beras Rastra pak, kurang lebih ada 15 sampai 20 orang dengan kondisi mabuk alkohol yang memecahkan kaca kaca perkantoran kita,” ujar Camat Talang Padang Syafei Marzuki melalui Kasi Ekobang kantor Camat Talang Padang, Roby. Kamis (21/11).

Diceritakan Roby, peristiwa ini berlangsung dengan cepat, para warga dengan menggunakan kendaraan roda empat menggelar aksi pengrusakan secara membabibuta sembari mengeluarkan kata kata ancaman, bahwa akan kembali menggelar aksinya jika tidak kunjung diselesaikan.

“Saat itu saya lagi kondangan tak jauh dari kantor Camat, tiba tiba mendapat kabar ada pengrusakan kantor kecamatan. Memang saat mereka menggelar aksinya pak Camat sedang tidak berada di tempat yang ada hanya ada pak Sekcam dan ada petugas lainnya, akan tetapi tak dapat merelai dan menahan emosi warga karena mungkin merasa cemas pergi meninggalkan lokasi peristiwa,” bebernya.

Lebih jauh ia menjelaskan kepada Pewarta saat sedang berada di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersawa sejumlah awak media yang sempat memantau peristiwa tersebut.

Selain kaca perkantoran beberapa fasilitas lainnya seperti meja pimpong, meja serta kursi ikut dirusak oleh para pelaku. Disini mereka menyerukan tuntutannya soal pendistribusian beras rastra yang di anggap tidak adil dan tidak berdasarkan data penerima semestinya.

“Saya tiba disini setelah semuanya rusak, akan tetapi para pelaku masih berada di tempat. Mengenai tuntutannya itu pak, mereka mengatakan bahwa ada warga yang tidak ada di dafatar penerima rastra tetapi mendapatkannya. Sementara penduduk yang biasanya tercatat sebagai penerima malah tidak dapat,” jelasnya.

Semestinya, sambung Roby, aksi protes mereka (pelaku, red) tidak harus sampai melakukan pengrusakan terhadap fasilitas milik pemerintah. Apalagi, sebaiknya di bicarakan dahulu secara bermusyawarah melalui kades. Bukankan pendistribusian mulai dari pendataan itu dari PKH nya yang di teruskan pihak Dinas Sosial dan dalam pengawasan Kepala Desa juga pihak Kecamatan.

“Iya katanya tadi pak, di desa Lampar Baru ada penerima beras rastra yang tak terdaftar atau tak layak menerima karena tergolong mampu akan tetapi masih menerima pendistribusian beras dari Dinsos tersebut. Makanya ada sejumlah warga yang langsung melakukan pengrusakan kurang lebih selama setengah jam di kantor Camat Talang Padang,” bebernya.

Kemudian, dirinya juga mengungkapkan. Ketika sejumlah warga telah usai melakukan pengruskan Camat Talang Padang, Syafei Marzuki masih di tengah perjalanan menuju kantor. Namun sempat berhenti di kantor Polsek Talang Padang untuk meminta bantuan terlebih dahulu, karena takut terjadi tindakan yang lebih anarkis lagi.

Kebetulan saja. Saat mereka (pelaku) masih berada di dalam kantor Kecamatan, ada anggota Polres yang lewat, yakni Kabag Ops Polres Empat Lawang. Sehingga pak Camat beserta anggota kepolisian yang ada di lokasi sempat melakukan dialog untuk bernegosiasi terkait penyelesaian tuntutan mereka.

“Disitu mereka sempat meneriakkan jika tidak segera selesai akan ada pertumpahan darah dengan suara keras seperti menantang, Camat menyarankan untuk memeriksa bersama sama berkas atau data penerima rasta, kalaupun ada yang salah mari diperbaiki bersama dan tak perlu melakukan aksi pengrusakan,” ungkapnya.

Dialog sempat berlangsung juga di kantor Mapolsek Talang Padang antara para warga, Camat, dan pihak Kepolisian. Lanjut Roby. Namun tampaknya tak berujung dengan penyelesaian dan akhirnya beralih tempat atas sara pihak polisi.

“Usai bernegosiasi di kantor polsek, mereka disarankankan aparat kepolisian untuk diselesaikan ke kantor Mapolres Empat Lawang. Sehingga para warga meninggalkan kantor camat dan kantor Polsek Talang Padang menggunakan mobil menuju kantor Mapolres bersama sama,” ucapya.

Terpisah, sementara itu. Salah seorang warga peserta aksi protes di kantor Camat Talang Padang yang sempat dibincangi REL saat berada di kantor Mapolres Empat Lawang mengaku bahwa dirinya dengan warga lainnya menggelar aksi tersebut atas tuntutan yang jelas.

Banyak sekali ketidak adilan dalam pembagian beras rastra di desanya. Bahka dirinya sendiri sebelumnya salah satu warga yang menerima beras dari pemerintah tersebut, namun nyatanya nama dirinya digantikan oleh orang lain yang bukan warga kurang mampu.

“Saya dulu dapat beras ini paka, saya ini orang miskin, sejak delapan bulan lalu saya tidak menerimanya lagi karena nama saya tidak terdaftar saat pembagian. Padahal ketika pendataan nama saya tertulis dan sudah  di survei serta layak masuk sebagai penerima,” kata lelaki berusia 47 tahun berinisial E kepada REL.

Ditambahkannya, kuat dugaan daftar nama yang tertuang sebelumnya sebagai penerima di ubah oleh orang tidak dikenal yang notabennya sebagai petugas pendataan.

“Coba bapak pikir bagaimana bisa ada warga diluar desa kami dapat menerima beras rastra melalui alamat dari desa kami. Orangnya bukan bermukim di desa kita, tetapi menerima atau mengambil beras rastra di desa kita, itukan jelas sekali ada yang tidak beres dalam pendistribusia beras kepada warga,” cetusnya.

Oleh sebab itu, sambungnya. Dirinya sangat berharap agar tuntutan yang mereka keluarkan atau sampaikan dapat segera di tindak lanjuti. Kasihan warga yang haknya tidak diberikan karena ulah tak bertanggung jawab.

“Semoga dapat tindak lanjuti, kasihan pak masyrakat miskin, yang han nya juga ikut terdzolimi. Kami hanya menuntut itu saja tidak lebih,” tandasnya. (14).

Empat Lawang

Peduli Sesama ,Katua PCPM Paiker Berikan Bantuan Kepada Korban kebakaran

Published

on

Caption : Ketua PCPM Memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Kabupaten Lahat

REL,Empat Lawang – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) dan pemuda/i serta camat Pasemah Air Keruh memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Kabupaten Lahat tepatnya di Pasar Bawah yang terjadi pada hari Minggu Sore (4/10/2020) kemarin sekitar Pukul 15.10 WIB.

Insiden kebakaran itu setidaknya menghanguskan 81 Unit Rumah warga kawasan pasar bawah

Dengan kejadian itu mengetuk hati PCPM dan Pemuda – Pemudi di kecamatan Paiker untuk melakukan penggalang dana.

Ketua PCPM Paiker Juli Agustoni mengatakan bantuan kepada korban kebakaran di Kabupaten Lahat berupa uang tunai dan bahan pokok serta pakaian

“Bantuan dengan uang tunai sebesar 7 juta bahan pokok berupa beras sebanyak 400kg dan pakaian baju untuk anak akan dan dewasa,”Ucapnya.

Penyerahan bantuan lanjutnya langsung diserahkan kepada korban yang tertimpah musibah yang langsung diserahkan oleh camat dan pemuda pemudi peduli paiker.

“Camat dan istri beserta pihak puskesmas paiker dan pemuda/i yang langsung menyerahkan bantuan,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Bakar Lilin dan Ban,Akses Jalan Sempat Lumpuh

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : H.Joncik Muhammad ketika temui puluhan massa di depan gedung pemkab Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Setelah menggelar aksi damai di depan gedung kantor DPRD Empat Lawang sekita pukul 11: 30 wib.

Puluhan massa dari gerak masayarakat Empat Lawang juga mendatangi gedung kantor pemerintahan kabupaten Empat Lawang. pukul 13 : 45 Wib.

Tujuan kedatangan puluhan massa ini tidak bedanya dengan tuntutan mereka kepada ketua DPRD Empat Lawang yang melayangkan 7 tuntuan kepada bupati Empat Lawang terhadap disahkannya UU Cipta Kerja Omnibus Law oleh DPR RI.

Bupati Empat Lawang memperlihatkan surat rekomendasi bersama perwakilan dari aksi damai yang telah di tandatangani

Aksi damai pun digelar didepan kantor bupati empat lawang dengan menyalakan lilin sebagai bentuk bahwa pemerintahan telah meninggal dunia,tak luput juga puluhan aksi damai juga membakar ban (Mobil) di jalan lintas provinsi yang mengakibatkan lumpuhnya akses jalan beberapa menit.

Aksi damai mulai merendah ketika Bupati Empat Lawang H.Joncik Muhammad menemui puluhan massa sambil meneriakan takbir yang juga di ikuti oleh puluhan massa.

“Allahhuakbar 3x,maaf saya baru bisa menemui adik adik,karena tadi saya sholat ashar dulu,

“dan kemarin bukannya saya tidak mau menemui kalian ,karena saya operasi mata (Katarak) namun 7 tuntutan adik adik sudah saya baca,”Kata Bupati

Dengan jiwa yang besar,iapun terharu melihat puluhan massa yang menyuarakan suara hak masyarakat demi kesejahteraan bersama.lanjutnya akan memberikan rekomendasi tentang 7 tuntutan massa dengan tercipta nya uu cipta kerja omnibus law.

“Saya akan merekomendasikan aspirasi adik adik serta menyampaikan 7 tuntutan ini ke Presiden,”Ungkapnya.

Dengan kesepakatan bersama surat rekomendasi dari bupati empat lawang dengan dilampirkannya 7 tuntutan dari aksi massa di tanda tangani dan di beri stampel dengan mengucapkan takbir bupati pun menandatanganinya.

Korlab aksi damai gerakan masyarakat empat lawang Tatang Apriansyah mengatakan aksi damai ini proses pengawalan dan hari ini membuahkan hasil.

“tuntutan kita it akan disampaikan kepusat,jadi mohon untuk rekan rekan umtuk mengawal bersama 7 tuntutan ini,apakah betul disampaikan ke pemerintah pusat atau tidak,Lanjutnya

“Untuk mekanisme pengirimannya,kalau untuk surat rekomendasi dari DPRD itu ditentukan oleh mekanisme DPRD dan surat rekomandasi dari bupati itu insyah allah dilakukan oleh mahasiswa atau pemuda,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Sempat Terjadi Aksi Dorong Dorong,Ketua DPRD Terima Aspirasi Massa

Published

on

Caption : Suasna saat terjadi aksi dorong mendorong antara massa dengan pihak kepolisian didepan gedung DPRD Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Puluhan massa dari gerakan masyarakat Empat Lawang menggelar orasi didepan Gedung DPRD Empat Lawang.Sekitar pukul 10 : 30 Wib.

Kedatangan mereka ini untuk yang kedua kalinya menuntut DPRD Empat Lawang dapat menyuarakan suara mereka ke DPR RI dengan dibuktikan penandatanganan diatas surat rekomendasi yang bermateraikan 6000.

Sempat terjadi aksi dorong mendorong antara massa dengan pihak kepolisian,

“Kami sudah menunggu selama 10 hari dan ternyata hari ini kami di tolak secara halus,”Ungkap Tatang Apriansyah Korlab Aksi Gerakan Masyarakat Empat Lawang saat menyampaikan orasinya.Jum’at (16/10).

Namun demikian,aksi damai yang dilakukan oleh puluhan pemuda pemudi Empat Lawang tetap berjalan lancar dan kondusif tanpa melakukan anarkis,

Kemudian,berjelang beberapa waktu ketua DPRD Empat Lawang menemui kembali puluhan massa dan menyetujui untuk menyampaikan aspirasi masyarakat ke DPR RI.

“Saya terima dan saya akan menyampaikan aspirasi aspirasi masyarakat ke DPR RI ,dan nanti surat rekom ini apakah saya sendiri yang mengirin lewat jasa pengirim atau adik adik sendiri,kalau mau menyuruh kami,akan kami kirim dan apabila adik adik sendiri yang mengirim silahkan,”Kata Persi,SE Ketua DPRD Empat Lawang saat menemui para aksi damai di depan gedung DPRD Empat Lawang.

Caption : Ketua DPRD Empat Lawang menandatangani surat rekomendasi dari aksi massa geraka masyarakat Empat Lawang.

Setelah itu,dengan disaksikan oleh semua para aksi damai dan lapisan masyarakat surat rekomendasi penolakan uu cipta kerja pun di tanda tangani oleh ketua DPRD Empat Lawang.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending