Connect with us

Empat Lawang

Kakek Spesialis Perakit Senpi Diringkus Polisi

Published

on

PERAKIT : AKBP Agus Setyawan dihadapan awak media ketika menunjukkan tersangka perakit Senpira Ujang Soder (kaos biru) beserta barang buktinya. Rabu (29/8).

REL, Empat Lawang – Lelaki paruh bayah berusia 76 tahun warga Desa Rantau Tenang terpaksa diamankan pihak kepolisian Resort Empat Lawang atas kepemilikan senjata api rakitan (senpira) beserta sejumlah peluru aktif.

Ujang Soder begitulah nama panggilan dirinya sehari hari, dengan nama lengkap Ujang Basri (76) merupakan residivis kambuhan sebelumnya sudah pernah ditahan dengan kasus yang sama di tahun 2006 lalu dan menjalani masa kurungan penjara selama 1,5 tahun.

Saat dibincangi REL, diungkapkan Ujang Soder bahwa dirinya mendapatkah upah dari para pemesan yang telah menyediakan bahan untuk dirakit menjadi senpi dengan harga tergantung dengan jenis senjata yang akan dirakit. “Untuk senjata ukuran panjang saya di beri upah sebesar Rp 300ribu sedangkan ukuran pendek itu diberikan upah lebih mahal yakni sebesar Rp 350ribu,” ungkapnya. Rabu (29/8).

Keseharian kakek tiga cicit ini memang berprofesi sebagai tukang teknisi payung, panci, dan benda benda berhubungan dengan tambal menambal serta solderan. Jika dirasa sudah rusak dan perlu diperbaiki Ujang Solder lah pemberi jasa pelayanan perbaikan.

Namun, diakui dirinya uang dari hasil menjual jasa sebagai tukang solder payung rusak ini sangatlah minim. Untuk itu ia kembali menjalankan profesi merakit senjata api yang dapat digunakan memakai bermacam jenis peluru sesuai pesanan konsumennya.

“Saya ini merakit senjata api sejak tahun 1980 dahulu, awalnya untuk menjaga kebun dari hama seperti babi hutan dan monyet. Tapi lama kelamaan ada orang yang mau minta buatkan juga dengan memberikan upah,” katanya.

Dirinya menjelaskan bahwa selama ini hasil dari penjualan senpi ini hanya untuk memenuhi kebutuhannya sehari hari, dan juga para pemesanpun bukanlah dari luar daerah Empat Lawang. Dengan kata lain konsumen senpira pria dengan tiga orang anak sembilan cucu serta tiga cicit ini merupakan warga dari berbagai Kecamatan yang ada di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

“Saya kira sudah belasan yang sudah dibuat sejak 36 tahun lalu. Nah, kalau kecepek (senpira, red) saya buat kali ini pesanan orang yang tingga di talang padang dan baru menerima upah Rp 100ribu, sisa pembayaran setelah senpinya jadi, tetapi sudah tertangkap sebelum barang rampung,” jelas Ujang Solder seraya menunjukkan senpira baru setengah jadi hasil karya dirinya.

Bukan hanya itu, selain bahan rakitan disediakan lebih awal oleh sang pemesan, ternyata jenis dan bentuk peluru juga sudah dititipkan kepada dirinya, agar senjata tersebut dapat disesuaikan dengan ukuran peluru yang ada.

Tak pelak polisi juga banyak mendapati berbagai macam jenis peluru dikediaman Ujang Solder yang tak lain merupakan tempat dirinya melancarkan pembuatan senjata api rakitan itu sendiri.

“Membuat kecepek (senpira) bukan pekerjaan pokok saya pak, tapi kerja sampingan saja. Karena upah dari menambal panci rusak atau menyolder patahan payung sangatlah kecil, jadi sehabis mengerjakan itu saya lanjutkan merakit senjata ini,” terang dirinya.

Sementara itu, Kapolres Empat Lawang AKBP Agus Setyawan saat Press Release di depan kantor Mapolres Empat Lawang sekira pukul 13.00 wib pada hari rabu (29/8) menyampaikan bahwa penangkapan pelaku pembuat Senpira ini hasil dari laporan warga. Berbekal informasi inilah Tim Elang Buru Sergap Reskrim yang dipimpin Ipda Badarudin segera menindaklanjuti kelokasi kediaman pelaku tersebut.

“Pelaku kita amankan pada hari selasa tanggal (28/8/18) sekira pukul 13.00 wib setelah melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Desa Rantau Tenang Kecamatan Tebing Tinggi,” imbuhnya.

Dari hasil penggerebakan rumah pelaku polisi berhasil mendapatkan sejumlah barang bukti (BB) yang kemudian dibawa dan diamankan bersama pemiliknya ke Mapolres Empat Lawang untuk ditindaklanjuti tindak pidananya guna kepentingan pengembangan kasus lebuh lanjut.

“Barang bukti yang kita dapatkan yaitu 1pucuk senjata api rakitan (senpira) jenis kecepek pendek, kemudian 1 butir amunisi FN, 2 butir proyektil, 2 buah wadah mesiu beserta isinya, 1 amunisi kaliber 38mm, 1 buah selongsong amunisi kaliber 5.56mm, dan 8 butir amunisi kaliber 5,56mm. Serta alat alat manual guna pelaku merakit kecepek ini,” terang AKBP Agus Setyawan.

Disampaikan AKBP Agus Setyawan lebih lanjut, bahwa barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak, maka akan dikenakan ancaman pidana hukuman 12 tahun hingga seumur hidup kurungan penjara.

“Iya, sesuai dengan Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951. Pelaku kejahatan tindak pidana ini harus kita amankan guna memberantas aksi kriminalitas dibumi saling keruani sangi kerawati ini,” pungkasanya. (14).

Empat Lawang

Sempat Tertimbun Jalan Penghubung di Bersihkan

Published

on

Caption : Nampak alat berat yang membersihkan sisa - sisa timbunan longsor di jalan penghubung Kecamatan Tebing Tinggi dengan Kecamatan Talang Padang.

REL,Empat Lawang – Jalan provinsi penghubung Kecamatan Tebing Tinggi- Talang Padang yang sempat tertimbun longsor beberapa waktu lalu sudah dibersihkan.

Jalan Provinsi tepatnya di Desa Gelangang itu tampak alat berat sedang melalukan pembersihan material tanah menimbun badan jalan.

Riki Rikardo (40) salah seorang pengendara sedang melintas mengatakan, jalan yang sempat tertimbun longsor susah bisa dilintasi, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Bagi pengguna kendaraan mobil sudah bisa lewat, di lokasi tidak ada material tanah lagi dijalan, tapi harus pelan-pelan, karena sisa material longsor berubah jadi lumpur,” kata Riko, kemarin (5/7)

Dengan dibersihkan nya tumpukan tanah longsor itu, ia berterima kasih karena akhirnya bisa melewati jalan itu.

“Alhamdulillah,bisa dilewati. Sebelumnya untuk pulang ke Talang Padang kami memutar arah melintasi jalan poros,” ucapnya

Kabid Jalan Dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Empat Lawang, Eko, mengatakan, pihaknya langsung terjun ke lokasi saat mendapat informasi adanya longsor di jalan tersebut.

“Ini langsung kita bersihkan, setelah tertimbun longsor beberapa waktu lalu. Saat ini akses jalan sudah mulai dilewati bagi pengendara,” katanya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Kades Salurkan BLT DD Tahap III

Published

on

Caption : Tampak suasana pembagian BLT DD Desa Kembahang Baru

REL,Empat Lawang – Pemerintahan Desa Kembahang Baru Kecamatan Talang Padang salurkan bantuan langsung tunai (BLT DD) Tahap ketiga.

Pembagian yang disaksikan/awasi oleh pihak kecamatan Talang Padang,TNI – Polri,Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) berjalan dengan aman.

kepala Desa Kembahang Baru Nurhasanah mengatakan,ada sebanyak 107 kepala keluarga (KK) yang menerima BLT DD di Desanya.

“Setiap KK menerima sebesar 600 ribu,untuk tahap I,II dan III sudah kita berikan kepada penerima,”Ungkapnya.Kemarin (5/7).

Namun demikian,Lanjut Nurhasanah menghimbau bagi penerima BLT DD untuk dapat mempergunakan bantuan tersebut dengan seperlunya.

“Karena bantuan ini sifatnya sementara,bagi penerima gunakanlah bantuan ini untuk keperluan sehari hari demi mencukupi kebutuhan hidup,”Imbuhnya.

Sekedar informasi pembagian/penyaluran blt dd pada hari Jum’at kemarin (3/7/20) sekitar pukul 09 : 00 Wib.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

PLN Tak Bisa Tepati Janji,Dana Pembangunan GI Dipangkas

Published

on

Foto : Gardi Induk PLT Empat Lawang di Kawasan Talang Gunung

REL,Empat Lawang – Sirna sudah harapan yang dinanti nantikan oleh masyarakat Empat Lawang, untuk listrik terang benderang tidak byrpert lagi, Pasalanya, pembangunan lanjutan upaya penyelesaian Gardu Induk (GI) di Kabupaten Empat Lawang ditunda dan terancam mangkrak.

Sekedar informasi, beberapa bulan lalu pihak PLN bertemu dengan Bupati Empat Lawang, mereka (PLN,red) menjanjikan pada bulan Agustus mendatang, tepatnya pada hari kemerdekaan RI listrik di Empat Lawang terang benderang ikut merdeka. Namun, janjinya itu saat ini sirna sudah.

Ketua TIM Pembangunan Gardu Induk Empat Lawang, dari PLN ULP Sumbagsel Candra dikomfirmasi mengatakan, benar lanjutan pembangunan GI di Talang Gunung Empat Lawang itu ditunda akibat dari dampak Pandemi Virus Corona ini.

“Iya, pembangunannya ditunda, dananya dipangkas untuk Virus Corona ini,” ungkap Candra, Kemari  (4/7/2020) via telpn selularnya.

Dikatakannya, jika sebelumnya Pihak PLN menjanjikan pada bulan Agustus itu memang adanya. Namun apadaya karena corona ini semua program yang ada dicoret.

“Masayarakat diminta bersabar, ini bukan disengaja, kedepan akan kita usahakan lagi,” imbuhya.

Pihaknya kata ia, dalam waktu dekat akan mengupayakan lagi pembangunan jika kondisi pandemi ini sudah kembali normal.

“Kita berharap, covid ini cepat berlalu. Sehingga apa yang kita inggin kan pembangunan GI di Empat Lawang cepat terealisasi,” ujarnya.

Dalam waktu dekat pihaknya akan menyurati PLN pusat untuk berkordianasi lagi apa bila ada dana nya tetap akan dilanjutkan pembangunan GI itu.

Diberitakan sebelumnya, kepastian ditundanya pembangunan lanjutan GI itu akibat dari pemotongan anggaran dampak mewabahnya penyakit corona, sehingga dana dana termasuk pembangunan jaringan ini dipangkas.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending