oleh

Kaji Ulang Kenaikan Pajak Makan Minum

REL, Tebing Tinggi – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Empat Lawang saat ini masih mengkaji kenaikan pajak retribusi bagi para pedagang makan minum, yang  saat ini sedang di perbincangkan halayak ramai.

Mengacu pada peraturan perundang undangan perbub kota Palembang Sumatra Selatan Tahun 2002 tentang pajak rumah makan yang ditetapkan 10 persen.

Namun kendati demikian simpang siur menyebutkan pemerintah kota Palembang juga telah membuat revisi dan menetapkan tarif pajak kepada para pedagang kaki lima.

Menanggapi hal tersebut Kepala Badan Pengelola Pajak dan  Retrubusi daerah Aidil Yuliansah melalui Kepala Bidang Pemantauan dan Evaluasi Retribusi Pendapatan Daerah Dewi Sriwulan, SE mengatakan, Retribusi kenaikan pajak makan minum  pendapatan para pedagang masyarakat, saat ini masih dikaji ulang.

“Untuk pajak makan minum sendiri di Empat Lawang masih belum ada, dan kami harus mengkaji ulang sesuai dengan data, karena pendapatan masyarakat Empat Lawang masih jauh dibandingkan dengan kota-kota besar maupun kabupaten lain,” ungkap Dewi, saat dibincangi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (9/7/2019)

Dewi juga menambahkan penetapan perpajakan juga disesuaikan dengan perekonomian masyarakat, jika belum tercapai maka belum dapat ditetapkan.

“Belum ada revisi di kami, kan kalau di Palembang sudah ada, jika memang perlu dan sesuai dengan pendapatan masyarakat masih di bawah standar makan minumnya, maka kami tidak akan mengeluarkan revisi nya, karena harus dilihat dulu  dari kesesuaian pendapatan masyarakat itu sendiri,” ungkapnya.

Selain dari pada itu, Dewi juga mengatakan terkait dengan evaluasi kenaikan pajak makan minum di Empat Lawang, dimungkinkan ada perubahan serta penetapan tempat yang terkena pajak di tahun 2020 mendatang.

“Namun, itu juga kita evaluasi, dan diuji coba selama satu bulan, disesuaikan dengan pendapatan perkapita daripada masyarakat itu sendiri, sehingga menghasilkan nilai yang bisa diaudit dan dilaporkan,” ungkapnya. (Mg15)

BACA JUGA