oleh

Jenazah Warga Kepahyang Ditemukan di Empat Lawang

REL, Empat Lawang – Sesosok mayat ditemukan di perairan Sungai Musi, wilayah Desa Simpang Perigi Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, Minggu (9/12) sekitar jam 13.15 WIB.

Belakang diketahui, mayat tersebut adalah Hauna (60), warga Desa Kembang Seri Kecamatan Bermani Ilir, Kepahyang Provinsi Bengkulu, yang hanyut tenggelam saat sedang mencuci pakaian di aliran sungai Musi, Jum’at (7/12) lalu, atau sejak tiga hari lalu.

Informasi yang berhasil dihimpun, nenek Hauna sebelum ditemukan sudah dalam kondisi meninggal ini, diketahui berada di sungai Musi hendak mencucu pakaian di tepian desanya. Tidak diketahui pasti kejadiannya, tiba-tiba nenek malang itu terseret arus Sungai hingga diketahui tenggelam.

Warga dibantu pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepahyang Provinsi Bengkulu, terus melakukan pencarian hingga akhirnya setelah tiga hari dinyatakan tenggelam, nenek malang ini ditemukan mengapung di perairan sungai Musi Desa Simpang Perigi Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawamg.

Jenazah korban tenggelam tersebut, selanjutnya dievakuasi tim pencarian korban tenggelam BPBD Kepahyang, bersama masyarakat setempat menggunakan rakit bambu, lalu dievakuasi menuju mobil ambulanc dan dibawa menuju Kabupaten Kepahiang.

Saat ini, jenazah nenek malang tersebut, sudah berada di rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan di pemakaman umum desanya.

Kepala Desa Simpang Perigi Kecamatan Ulu Musi Empat Lawang, Dekki Suarno mengaku belum mengetahui ditemukannya mayat nenek malang tersebut di wilayah desanya. Namun demikian, pihaknya mengetahui jika ada warga Desa Kembang Seri Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahyang, yang dilaporkan hanyut di aliran sungai Musi.

“Desa mereka itu merupakan desa tetangga, meski berlainan kabupaten. Letaknya di hulu desa kita. Kita memang telah diberitahu jika ada warga desa mereka tenggelam sejak Jum’at lalu dan diminta melaporkan ke mereka jika warga kita yang nemukan,” kata Dekki saat dihubungi via Handphone (Hp).

Dia mengaku ikut bersyukur jika jenazah korban tenggelam tersebut telah ditemukan. “Iya, syukurlah kalau sudah ketemu. Ini artinya pencarian terhadap korban tenggelam itu sudah berakhir. Saya selaku kepala desa, juga turut berbela sungkawa, mudah-mudahan keluarga korban dapat bersabar atas musibah ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Hauna binti Ali Seren (60) warga Desa Kembang Seri Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahyang, Provinsi Bengkulu, korban hanyut terbawa arus Sungai Musi dan jenazahnya berhasil ditemukan di perairan Sungai Musi Desa Simpang Perigi Kabupaten Empat Lawang, Minggu (9/12) sekitar jam 13.15 WIB, diakui pihak keluarga, korban mengidap epilepsi semasa hidupnya.

“Didapati informasi dari (pihak) keluarga bahwa korban mengalami penyakit epilepsi. Korban jatuh dan terseret air sungai dengan kedalaman sekitar 1,5 meter,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepahyang, Provinsi Bengkulu, Ir Taufik saat dihubungi wartawan, kemarin.

Menurit Ir Taufik, kronologis hanyutnya nenek malang tersebut, bermula saat korban pergi ke Sungai Musi yang berada di belakang rumah korban, untuk mencuci pakaian, Jum’at (7/12/2018) sekitar jam 8.00 WIB. Namun, hingga jam 11.00 WIB, korban tidak kunjung pulang ke rumah.

“Saksi Uyub, keluarga korban, menyusul korban karena korban tidak pulang, ketika berada di tempat kejadian saksi tidak menemukan korban namun hanya menemukan pakaian cucian korban,” jelasnya.

Selanjutnya, kejadian itu langsung diberitahukan kepada keluarga warga yang lain. Oleh warga langsung diberitahukan kepada pihak BPBD Kepahyang, hingga selanjutnya dilakukan pencarian dengan menelusuri sungai hingga ke wilayah Empat Lawang, Sumatera Selatan.

“Alhamdulillah, tadi sekitar jam 13.15 WIB, jenazah korban berhasil ditemukan di perairan Desa Simpang Perigi Kabupaten Empat Lawang. Saat ini sudah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” terangnya. (12)

BACA JUGA