Connect with us

Uncategorized

Jangan Lupakan Kewajiban

Published

on

Caption : Para Kandidat Calon BPD Desa Lingge. Empat

 

REL,Empat Lawang – Pemerintahan Desa Lingge Kecamatan Pendopo Barat melaksanakan pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

Dari informasi yang didapat pemilihan bersalangsung
Pada hari Kamis ,(30/1/ 2020) sekira pukul 08.00 wib

Jumlah calon anggota BPD yakni 12 Orang merebutkan kuota BPD sebanyak 9 Orang dengan jumlah mata pilih sebanyak 2574 Jiwa dan yang Memilih : 2105 jiwa
Dengan Sisa Blangko : 469 suara,Surat suara yang Sah : 1921 suara dan surat suara yang tidak sah : 184 suara

Untuk perolehan suara yang di dapat oleh kandidat Calon BPD
Suhardi: 207 Suara,Dafit Fransiska:124 Suara,Harisudin:145 Suara
,Heru Anggara:130 Suara,Delta Puspitasari:97 Suara,Gunawan: 344 Suara,Lilis Suryani: 46 Suara,M.Nur Sabil: 204 Suara,Candra: 112 Suara,Darsono: 142 Suara,Aguscik: 158 Suara dan Arisal: 212 Suara

Kapolres Empat Lawang AKBP.Eko Yudi Karyanto melalui Kapolsek Pendopo IPTU Hariyanto membenarkan bahwa ada pemilihan BPD di wilayah hukumnya berjalan dengan kondusif.

“Iya benar,Sdh selesai pemilihannya sekira jam 18.30 Tadi dan Alhamdulillah sampai saat ini aman dan kondusif,”Kata Kapolsek Pendopo IPTU Hariyanto pada awak Media Kamis (30/1/20).

Selaku Penegak Hukum ,dirinya berpesan kepada para calon terpilih agar dapat berperan dalam membangun desa dan jangan sampai menghambat pembangunan di desa.

“Intinya siap kalah siap menang,walaupun kalah tetap masih bisa berperan dalam pembangunan desa, tidak harus juga jadi anggota BPD dan yang terpilih juga harus tau tugas serta kewajibannya jangan malah jadi penghambat pembangunan di Desa,”Tuturnya

Sementara Kepala Desa Lingge Jhon mengatakan,”Ya tadi pemilihan BPD,alhamdulila sudah selesai dengan calon 12 orang dan yang terpilih 9 orang,”Jelasnya.(Mg20).

 

Uncategorized

Gugus Tugas Diminta Lebih Efektif

Published

on

Caption : Bupati Empat Lawang bersama Forkopimda Saat jumpa Pers di ruang Kerja nya,Selasa (24/3/20).

 

REL,Empat Lawang – Masyarakat Empat Lawang dihimbau agar tetap waspada dan hati hati terkait mewabahnya penyebaran virus covid 19 (virus corona),

Pasalnya status Provinsi sumatera selatan yang sebelumnya siaga covid 19 kini telah berubah menjadai tanggap darurat, dikarenakan adanya salah satu warga sumsel yang terjangkit virus covid19 dan dinyatakan meninggal dunia,hal tersebut disampaikan oleh gubernur Sumsel H.Herman Deru saat melakukan video compren bersama bupati dan walikota sesumsel,Selasa malam  (24/3/20).

Sehubungan status Sumsel tanggap darurat Bupati Empat Lawang seusai video comperen bersama gubernur sumsel mengatakan untuk status sumsel sekarang tanggap darurat bukan lagi siaga,pemerintah daerah diminta untuk bekerja lebih efektif dalam penangganan penyebaran virus covid19 ini.

“  pak gubernur meminta kepada bupati dan walikota di Wilayah Sumsel agar betul betul Gugus tugas  yang telah di bentuk bisa bekerja dengan effektif,Ungkap Joncik Muhammad,Bupati Empat Lawang,Kemarin (24/3/20).

Masih dikatakan Joncik, pemerintah daerah akan di backup kepolisian ri,kejaksaan,tentara ri dan berbagai perangkat nasional yang bersifat vertikal dan Joncik juga mengatakan ada beberapa hal yang telah ia sampaikan bahwa Empat lawang  sudah membentuk gugus tugas daerah yang ketua umumnya pak sekda,ketua pelaksananya BPBD,sekretarisnya Dinas Kesehatan.

“Beberapa hal telah kita lakukan ,alhamdulilah sudah kita laporkan dari enam ODP (Orang dalam Pemantauan) dua kita kirim ke RSMH Palembang dan dinyatakan Negatif,tiga nya di karantina di rumah mereka  masing masing,satu nya lagi di isolasi mandiri di RUSD Empat Lawang dan kita berharap semuanya nanti Negatif untuk di  Empat Lawang,”Ujarnya

Dikatakan Joncik ,alat ukur untuk mengetahui covid 19 atau rapitdes saat ini masih dalam perjalanan  yang telah di sampaikan 40 buah yang akan datang  sedangkan pesanan 200 buah dan sisanya akan menyusul sementara untuk Masker laporan terakhir masih ditotal angka 78 ribu dan ia pun sudah pesan.

“Muda mudahan dengan kesiapan ini dan gugus tugas setiap hari kita pantau ,karena kita sudah menyiapkan pusat pelayanan khusus di rumah sakit yang terpisah dengan pasien umum dengan pasien Covid 19  yang direncanakan diruang asrama RSUD gedung baru dengan penanganan dokter yang khusus dan hasil videocomperen tadi kita akan berikan insentif kepada para medis yang telah bekerja 24 jam ini karena meraka adalah pahlawan pahlawan dan penanganan virus covid 19 ini,”Jelasnya.(Mg20)

 

Baca Selengkapnya

Uncategorized

Suami Tonjok Istri Lantaran Dilarang Anak Nikah Lagi

Published

on

Caption : MI Memperlihatkan Poto bekas tonjokan pelaku kepada dirinya.

 

 

REL,Empat Lawang – Tidak disetujui oleh anak anak dari Inisial MI untuk menikah ketiga kalinya diduga Ismail aniaya istrinya dengan menonjok wajah MI hingga memar dan luka dalam.

Padahal Kaum perempuan diciptakan untuk di sayangi dan di lindungi para laki laki demi menjaga keharmonisan dalam rumah tangga yang tertuang di pasal 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT).

“Waktu itu anak anak saya yang di bengkulu dan di Lubuk Linggau pulang kerumah dan bilang ke bapaknya jangan nikah lagi (Suami Korban,Ismail) mendengar anak anak melarang untuk menikah lagi Ismail (Suami) emosi dan menonjok wajah saya,”Kata MI Warga Desa Padang Titiran Kecamatan Talang Padang pada awak media,Jum’at (31/1/20).

Atas kejadian tersebut,MI melaporkan Ismail ke Polres Empat Lawang dan ke Dinas Permberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak (DPMDP3A) untuk meminta keadilan atas perbuatan suaminya.

“Kemarin,Kamis (30/1/20) saya sudah melapor ke polres Empat Lawang dan hari ini Jum’at (31/1/20) saya melapor ke DPMDP3A untuk mendapatkan perlindungan,”Ungkapnya.

Kendati dirinya berharap,agar pihak penegak hukum bisa menindak lanjuti laporan tersebut terkait penganiayaan terhadap dirinya sesuai perundang undangan yang berlaku.

“saya harap laporan saya bisa di tindak lanjuti dan pelaku bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya karena saya sudah tidak tahan atas perbuatannya selama ini kurang lebih 20 tahun saya menahan beban ini,”Harapnya.

Kapolres Empat Lawang AKBP.Eko Yudi Karyanto Melalui Kasat Reskrim yang didampingi Kanit PPA IPDA Amran Supardi mengatakan,”Kita mau panggil saksi saksi nya dulu
karena status perkara masih tahap penyelidikan,”Kata IPDA Amran Supardi.

Secara Kasat Mata disaat korban melapor Lanjut Amran tidak ditemukan tanda tanda kekerasan ditubuh korban hanya saja korban mengeluh di bagian pipi.

“Korban cuman mengeluh pada pipi bagian dalam,Kalau pendapat saya berdasar pengalaman yang sudahh korban luka seperti sariawan, Luka ringan tipiring,”Ujarnya.

Tindak lanjut laporan tersebut,kata Amran pihaknya masih menunggu hasil visum yang di keluarkan dari pihak puskesmas Tebing Tinggi.

“Yang pasti nya kita tunggu hasil visum dulu tanpa visum sulit untuk naik sidik,”Paparnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Empat Lawang Agus Rochman Basuki Melalui Kabid Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Suhaida mengatakan,

” Tadi pelapor sudah ke kantor melapor meminta perlindungan tunggu hasil visum apabila nanti minta di dampingi ke polres Kami siap dampingi,”Tuturnya Suhaida.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Uncategorized

50 Persen Bagus, 50 Persen Jelek

Published

on

KERJAKAN : Tampak salah satu warga yang bekerja di usaha Sahlan Durian kupas tengah memilih buah durian yang bagus utnuk dimasukan dalam kemasan, Kamis (30/1).

 

 

REL, Empat Lawang – Ternyata meskipun saat ini Kabupaten Empat Lawang tengah dilanda banjir buah Durian, hanya saja tidak semuanya kualitas buah durian bagus bahkan kisaran 50 persen bagus dan jelek.
Tentu saja ada penyabab kenapa buah durian separuh jelek, kebanyakan penyebab jelak kualitas buah durian tidak lain diambil dibatang belum masak sehingga hal tersebutlah penyebab jeleknya kualitas buah.

Sahlan salah pengusaha Durian kupas dan daging mengakui buah yang masuk ditempatnya saat ini merupakan buah local Empat Lawang, saat ini dirinya belum mengambil buah dari luar daerah karena di Empat Lawang tengah banjir buah.

“Buah musim ini 50 persen bagus dan 50 persen tidak bagus (jelek), penyebabnya daun muda atau masak tidak maksimal, itu artinya belum maksimal masak sduah diambil sehingga itulah membuat kualitas buah tidak bagus,” ungkap Sahlan saat disambangi wartawan kediamannya Talang Gunung Kecamatan Tebing Tinggi, Kamis (30/1).

Tentunya lanjut Sahlan, apaila kualitas buah yang tidak bagus jelas berpengaruh dengan rupiah atau harga jual bahkan dirinya selaku pelaku usaha durian kupas dan daging terpaksa melakukan penerapan memilih buah bagus untuk dibeli.

“Kalau buah bagsu kita siap beli mahal bahkan apabila buah tidak bagus maka buat itu tidak kita ambil karena kita ingin buah dengan kualitas bagus, sebab kita mengambil buah manis dnegan kulitas bagus,” ujarnya.

Apakah ada pengaruh dengan musim kemarau Panjang lalu kata Sahlan, justru penilainya terhadap musim kemarau Panjang lalu kualitas buah durian bagus meskipun buahnya tidak banyak seperti musim sekarang ini.

Bahkan dikatakan Sahlan, kualitas buah seperti ini atau daun muda (Masak tidak maksimal) terjadi bukan hanya di Kabupaten Empat Lawang saja melainkan hampir menyeluruh terjadi di daerah lain.

“Terkadang pemilik kabun durian tidak mementingkan kualitas buah, padahal apabila kualitas buah baus jelas pengumpul atau tokeh siap membeli mahal sesuai dengan kualitas,” imbuhnya.

Apa lagi seperti dirinya selaku pengusaha durian kupas tentu memilih kualitas buah bagus karena selruh buah yang ada ditempatnya dikupas dan dikemas dalam kemasan untuk di kirim kembali Jakarta dan Surabaya.

“Di Daerah Jaw aitu tentu saja mereka memilih kualitas buah yang manis dan bagus, ditambah lagi Jaw aitu mereka sudah punya khas masing-masing,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam satu haru untuk mencari buah yang kualitas bagus tentu saja harus di cek terlebih dahlu, itulah kenapa setiap buah yang dijual oleh warga harus dipilih bahkan disortir.

“Dalam satu hari sekitar 4000 buah yang masuk, namun dari 4000 tersebut sekitar 3000 buah yang dianggap bagus sisanya buah ‘BS’ (kualitas tidak bagus) sehingga pelaku suaha seperti kita harus cermat dalam memilih buah sebab kita lebih memilih kualitas,” jelasnya.

Sahlan menambahkan, dirinya dengan pelaku usaha durian lain tidak bisa disamakan, seperti yang menjual buah maupun usaha lempok durian. “Karena kita ini sudah pesan di Jawa dan Surabaya maka saat ini kita focus kepada durian kupas dan daging, kemungkinan kedepan kita akan usaha lempok juga,” tambahnya. (12).

Baca Selengkapnya

Trending